22 - ANCAMAN REYHAN

54 9 0
                                        


"Ver ke kantin yuk," ajak Niken.

"Hmm," Vero ngikut saja, walaupun Ia sedikit malas.

Mereka masih ada di kelas Vero, bahkan Erik dan Bedul sudah tahu tentang Vero yang memilih Niken saat kemarin mereka berdua terlihat selalu bersama.

"Woah ada yang udah balikan nih," seru Erik.

"Gak bagus nih gak ada tlaktiran." sahut Bedul ikut-ikutan.

Vero berdecak sebal. "Yaudah lo kalo mau ikut, gue yang traktir."

Niken melotot. "Ih sayang, kan kita mau ke kantin berdua aja."

"Baru juga balikan kek gitu bet elah jijik," cibir Erik, ntah mengapa Ia jadi sewot sendiri dengan Niken padahalkan mereka juga ingin dapat traktiran.

Vero menggeram marah , melotot tajam pada Erik.

Erik nyengir. "Sorry bro, abisnya ngeselin banget,"

"Apa lo bilang!" sewot Niken garang.

"Udah Ken, yuk kita ke kantin." lerai Vero, menarik tangan Niken dan membawanya ke kantin.

Erik dan Bedul mengikuti mereka di belakang.

"Gue berasa kek nganter pengantin."

"Gue juga,"

Keduanya menoleh kompak, lalu berujar. "NASIB!"

****

"Ssa kantin yuk!" ajak Risa, sedari tadi Risa tetap keukeh mengajak Nissa ke kantin padahal hari ini Nissa sedang malas ke kantin, Ntah mengapa Nissa jadi tak berniat kemana-mana.

"Kamu aja Ris," balas Nissa matanya masih setia membaca novel.

Risa berdecak kesal. "Gak asik lo, ayolah Ssa kantin temenin gue." bujuk Risa sekali lagi.

Nissa menghela nafas pasrah, Ia memberi pembatas baca novel yang belum selesai di bacanya. Dan kembali membenarkan kacamatanya.

"Yaudah."

"Yesss!" girang Risa, mereka setelahnya beranjak menuju kantin.

Kantin saat jam pertama ini lumayan cukup ramai, apalagi jika datang terlambat saja pasti ada yang gak kebagian tempat.

"Tuhkan Ssa, udah mulai rame." decak Risa.

Nissa jadi merasa bersalah. "Maaf ya Ris, aku emang lagi males tadi."

Risa cemberut.

"Udah lo jangan sedih mulu gagara tuh cowok!" peringat Risa, Ia memang sengaja memaksa Nissa agar cewek itu tak terlalu larut dalam kesedihan.

"Gak kok!" elak Nissa cepat.

"Kan gitu mau boongin gue? Gak mempan," telak, Nissa bahkan tak bisa menjawab perkataan Risa.

Nissa menatap ke seluruh kantin guna mencari tempat mereka makan, tapi nampak nya tak ada tempat kosong.

Mata Nissa bahkan bertabrakan langsung dengan mata Vero, cowok itu ntah sejak kapan sudah melihat ke arah Nissa.

Nissa segera membuang muka, malas melihat yang Ia lihat tadi tampaknya Vero sudah mendapatkan kebahagiaan sendiri dengan Niken. Nissa menatap Risa.

VeroNissaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang