Sebelum baca kasih vote dulu deh ya, dah gitu aja.
Happy readingggg
Jam pulang sekolah sudah tiba, Risa dan Nissa sudah bersiap pulang bersama, ya setidaknya untuk kali ini Nissa menebeng pada Risa, akan sangat tak memungkinkan jika Ia pulang sendiri dalam keadaan bad mood.
“Lo punya hutang cerita ya sama gue.” tagih Risa, mereka sudah berada di parkiran bersiap untuk memasuki mobil Risa.
“Iya aku bakal ceritain tapi di mobil.” ucap Nissa pelan.
Risa mengangguk cepat, tanpa pikir panjang gadis itu langsung membukakan pintu mobil untuk Nissa, dan mendorong punggung Nissa agar cepat masuk.
Risa memutari pada posisi duduknya di kursi kemudi, lantas menutup kembali pintunya.
“Kamu ini kebiasaan deh Ris.” geram Nissa kesal.
Ya jika sudah menyangkut cerita Nissa pasti Risa selalu exited.
Risa terkekeh, lalu menjalankan mobil nya hingga kini sudah melaju membelah luasnya jalan raya.
“Jadi gimana Ssa?” tanya Risa langsung to the point.
Nissa menghela nafas pelan, lalu mulai bercerita kejadian di kantin tadi.
“What! Gila ya tuh cowok berani - berani nya ngejek lo Ssa, tenang bakal gue kasih pelajaran.” geram Risa kesal, gadis itu mengepalkan tangannya pada setir mobil yang masih dikendarinya.
“Eh jangan.” jawab Nissa cepat, ya tentu saja— walau seburuk apapun Vero melihatnya, Nissa akan tetap ingin berteman baik dengan kakak kelas nya itu, walau bagimana pun Ia sudah pernah bahagia atas kejadian jalan bareng saat itu.
Untuk pertama kalinya Nissa kencan bersama seorang cowok, lawan jenisnya, walaupun Ia pernah pacaran dengan Reyhan selama sebulan itu juga tidak pernah jalan, paling tidak berangkat barsama dan itupun jarang.
“Lo mau jadi bucin nya Vero? Gak kan?” tegas Risa.
Nissa menggeleng. “Gak, tapi setidaknya biarin kak Vero mau ngelakuin apa aja sama Nissa yang penting dia bahagia sama apa yang udah dia lakuin.” ucap Nissa tulus.
Risa masih fokus menyetir, entah mengapa Ia masih tidak setuju jika Nissa dengan Vero, rasanya mustahil jika Vero mau mendekati gadis seperti Nissa?
“Gue si cuma mau ngasih peringatan aja, jangan terlalu larut sama sifat nya kak Vero.” jelas Risa mengutarakan maksud nya.
Nissa tersenyum sambil mengangguk semangat, ya setidaknya Ia masih mempunyai sahabat yang sering mendukungnya.
*********
Vero mendengus kesal, sedari tadi menunggu dua sohibnya tak kunjung kumpul di warung Uwa, membuatnya makin bosan dan tak tau ingin melakukan apa selain ngopi dan main ponsel.
“Anjir lama banget boker doang juga.” gerutu Vero.
Tangannya terus mengetik pesan untuk Erik yang sedang boker di toilet sekolah, alasan mengapa Vero malah mengirim pesan pada Erik, karena mustahil jika Erik boker tak bawa ponsel, bahkan pernah Erik kebablasan sudah boker tak bawa ponsel, si Bedul malah kena batu nya alias disuruh mengambilkan ponsel dan menghampiri nya di wc.
Bedul sampai mau muntah saat memasuki wc itu, bau nya sudah seperti bangkai tikus.
Vero : Buruan nyet!
Erik : Iya bentar ngapa jangan ganggu gue lagi main game.
Vero mendengus kesal, yang menunggu sih sudah mau lumutan lah Erik malah enak - enakkan ngegame, untung Vero tak sepatuh Bedul yang mau saja menunggu depan toilet sambil nungguin Erik yang bahkan tak peduli dengan sohibnya, seperti enak sendiri.
“Hai Vero!” sapaan gadis itu membuat Vero mengalihkan fokusnya yang tadinya pada ponsel kini menatap gadis yang ada di depannya dengan terkejut.
Bagaimana tak terkejut? Yang ada di depannya sekarang adalah Niken! Mantan pacarnya sendiri yang bahkan Vero masih menaruh harapan pada Niken.
“E— ehh Hai.” balas Vero gugup, maklum sih Vero kan sedang menahan debaran jantung yang luar biasa dasyatnya.
“Sendirian aja nih?” ucap Niken berbasa - basi.
Vero mencoba menormalkan kembali suaranya juga jantungnya Ia harus tetap seperti layaknya tidak terjadi apa - apa.
“Semenjak gue putus sama lo emang gue selalu sendiri.” balas Vero tak terlalu serius.
“Hm boleh duduk dulu gak nih?” tanya Niken sambil tersenyum manis.
Vero bahkan terperangah melihat senyum manis itu kini diberikan kembali pada Vero, ya Vero selalu suka senyuman nya Niken.
“Boleh duduk aja.” balas Vero sambil mengeser pantatnya agar Niken tak kesempitan saat duduk.
“Tadi lo bilang apa? Semenjak putus sama gue lo selalu sendiri?” tanya Niken lagi memastikan.
Vero mengulum bibirnya sambil manggut - manggut membenarkan.
“Gue denger sih lo udah makin deket aja sama cewek cupu itu?”
Vero langsung melototkan matanya tidak terima jika Nissa di bilang cupu.
“Dia gak terlalu cupu.” balas Vero cuek.
“What? Gaya dia tuh udah norak banget tau Ver, kok lo mauan sama dia?”
“Emang sampe segitunya lo susah nyari cewek yang lebih cantik dari gue?” lanjut Niken.
Vero menghela nafas, heran mengapa Ia tadi refleks berbicara seperti itu, bukan itu yang mau Vero ucapkan tapi entah kenapa hatinya memberontak kala Niken menjelekkan Nissa, padahal Ia pun tak jauh begitu bahkan Ia mengejek tepat pada gadis itu datang menghampirinya.
“Gue cuma kasihan aja sama dia, gak punya temen cowo soalnya.” balas Vero, ya hanya itu yang setidaknya pantas Ia beritahu pada Niken walaupun aslinya tidak seperti itu.
Niken tersenyum rasanya senang melihat Vero yang seperti itu.
“Lain kali jangan deket sama dia, nanti kebaperan emang lo mau pacarin cewek itu?” kekeh Niken.
Vero tersenyum kaku, Ia jadi nambah gugup kala Niken berbicara seperti itu, emang Ia siapanya? Cuma mantan kan? Apa masih berhak melarang Vero, tapi mau bagaimana pun Vero jadi senang sendiri melihat Niken yang seperti ini.
“Hm i— iya. ”
********
Sampe sini dulu ya lagi bad mood nih, oh iyaa aku bakal up panjang kalo emang ada yang komen dan minta sendiri hehe😁
Dan juga yang baik bikinin cover yang bagus dong buat cerita ini 😂
Oke jangan lupa Vote nya dan jangan lupa baca trus critanya 😉
Bye, salam manis dari perempuan yg selalu mengharapkan support :(
KAMU SEDANG MEMBACA
VeroNissa
Novela JuvenilTidak ada yang lebih penting selain mencari hiburan sendiri, seorang Vero gibranian algino yang baru diputuskan oleh cewe primadona disekolah, tidak sengaja bertemu dengan gadis sekonyol Nissa yang selalu memakai kacamata rantai dan mengalungkan bot...
