17 NOVEMBER 2019
5.36 PM
* * *
EXTRA CHAPTER!
"RANIA!!"
Entah sudah yang keberapa kali kakaknya itu berteriak memanggil namanya sampai Rania sendiripun jengah mendengarnya.
Karena Rania masih sangat amat sayang sama telinganya itu, maka.. "apa sih, kak?" Tanyanya sembari turun dari tangga.
"Kemana aja sih Lo dek? Gue panggilin juga!" Bentak Reina sambil membungkus sesuatu, yang Rania tau.. baunya menggoda hidungnya.
"Ampun dah, sampe sakit tenggorokan gue karena teriak-teriak. Udah gue bilang, gue lagi di kamar mandi."
"Oh"
"Oh?"
"Iya, apalagi? Mau sekeras apapun Lo teriak jawab panggilan gue, gak bakal kedenger di gue. Nih.." ucap Reina sambil mengeluarkan headset yang tadinya tersembunyi di kantong celemeknya.
Rania, sabar.. dia kakak Lo satu-satunya. Batin Rania.
Seperdetik kemudian, ia melangkah lebih dekat ke arah Reina. Ah, lebih tepatnya ke arah sesuatu yang udah rapi dibungkus oleh Reina.
"Wih apa nih?" Tanyanya sambil hampir mengambil bungkusan tadi.
Reina memukul pelan tangan Rania. "Diem dulu!"
"Sakit anjir, kak!"
"Nih" ucap Reina sambil memberikan bungkusan tadi kepada Rania.
Rania hanya menatap bungkusan itu. "Apa? Tadi gue gak boleh pegang tuh."
"Ambil gak?!"
Rania langsung menerima bungkusan tadi dan membawanya. Karena tatapan yang diberikan Reina, benar-benar menakutkan.
"Makan itu, tapi di rumah Changkyun." Ujar Reina yang jelas membuat Rania kaget.
"Maksudnya?"
"Anter kue itu ke rumah Changkyun, gue bikin banyak. Sengaja buat Changkyun juga."
"Bentar. Maksudnya nganter?"
Reina, sabar.. dia adek Lo satu-satunya. Batin Reina.
"Lo anter kue ini ke rumah Changkyun"
"Kenapa harus gue?"
"Terus harus gue?" Tanya Reina balik. "Udah sana, keburu basi itu kue"
"Kasih formalin makanya." Gerutu Rania sambil memanyunkan bibirnya.
"Sembarangan aja, gue ngasih kue formalin buat adek ipar."
"Yaelah, Changkyun doang kak. Ga masalah"
* * *
"Nyari siapa, mbak Rania?"
Rania mengangkat ke atas sesuatu yang ia bawa. "Ini, buat Changkyun pak."
"Oh, langsung masuk aja. Mas Changkyun di dalam mbak."
"Oke pak, saya masuk." Ujar Rania yang diangguki oleh Pak Mail.
Satu kata yang mendefinisikan keadaan rumah Changkyun sekarang, sepi.
"Katanya di rumah.." gumam Rania. "Chang..?" Panggilnya sambil berjalan pelan ditambah lagi nengok sana nengok sini.
"Changkyun, gue bawa kue nih.." ucapnya.
Rania tersentak kaget saat tiba-tiba ia mendengar suara benda yang jatuh, panci atau wajan mungkin?
KAMU SEDANG MEMBACA
Trauma || IM Changkyun (END)
Fanfiction"Semua orang yang gue sayang selalu ninggalin gue, itu alasan kenapa gue ga mau sayang sama lo" - ck "Kalo gitu cinta aja sama gue" - rk Jika jarang update, bukannya malas tapi ngurus works yang lain Start from 20feb2019
