-21-

127 24 10
                                    

2 JUNI 2019
10.22 AM

Sebelumnya, maaf ya aku late update bangettt. Jadi gini, aku lagi beresin HULU karena yah, ada yg bilang aku terlalu ngurusin Trauma sampe lupa kalo aku punya work lain🤣
Jadi oke, kuputuskan buat update disini dan disana juga. Dan sebenernya update nya tuh ga lama, cuma ya.. aku nge-remake aja part di HULU jadi ya.. gitu deh :v

Pokoknya maaf yah!1! Makasih juga bagi kalian yang udah baca sampai sini
Luv!!

Oke, Let's Reading!

* * *

-NETRAL-

"Ngomong apaan sih Lo?" Tanya Changkyun.

Rania mengernyitkan dahinya. "Siapa yang telfon?" Tanyanya. Changkyun menyentuh bibir dengan jari telunjuknya mengkode untuk diam.

"Mama Papa udah di rumah. Sini Lo!" Tegas seseorang diseberang telfon. ShowNu.

"Kan udah gue bilang ga perlu secepat ini!" ujar Changkyun kesal.

"Buruan pulang! Sekarang!"

Klik

"Serah Lo. Serah!" Gumam Changkyun kesel.

Changkyun tidak membalas perkataan Shownu dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.

Ia masih ga nyangka sama keputusan Kakaknya itu. Bukannya udah Changkyun bilang? Ga perlu nyelesaiin masalah masa lalunya di hari dekat ini. Changkyun mesti fokus sama Minhyuk.

Tanpa membuang-buang waktu, Changkyun langsung menggandeng tangan Rania menuju ruang rawat Keinara Vinsha. Cewek yang udah diperawanin Minhyuk.

"Eh pelan-pelan kek" gerutu Rania.

Ya memang, Changkyun menarik tangan Rania dengan erat sekaligus dengan langkah kaki yang cepat. Sekarang pikirannya sedang bercabang dimana-mana.

Keinara Vinsha, Minhyuk dan satu lagi yang membuatnya muak. Masa lalunya dengan kedua orang tuanya. Kepalanya benar-benar terasa panas sekarang. Ia muak sama kehidupannya sendiri.

Rania berusaha melepas tautan tangan Changkyun sebisanya. "Chang, sakit tangan gue!" gerutunya lagi. Changkyun masih diam dan berjalan dengan ekspresi tegangnya.

"CHANGKYUN!" bentak Rania kemudian Changkyun melepas genggamannya.

Changkyun menghembuskan nafas kasar. "Apaan sih bacot mulu Lo?! Pergi sana ga perlu ikut gue kalo Lo sama sekali ga bisa diem!" ujar Changkyun marah.

Hell, harusnya Rania yang marah. Rania sama sekali tidak tau apapun dan tiba-tiba Changkyun menggandeng, ah bukan. Mencengkram kuat tangan Rania.

"Lo itu kenapa sih?" Tanya Rania melembut. Kemarahan Changkyun, itu rasa takut untuk Rania.

Changkyun diam. Dia terlalu malas bahas masalahnya itu.

"Changkyun jawab gue dong! Jangan bikin gue takut sama emosi Lo!" ujar Rania kian meninggi.

Changkyun mendengus. "Shit. Bisa diem gak sih Lo?"

* * *

"Jangan ngibul ya Lo!"

Amarah Wonho benar-benar sedang bersarang di kepalanya sekarang.

"Gue tegasin sekali lagi, Changkyun ga ada disini! Perlu gue bilang berapa kali sih?" jelas Wonho jengah. "Lagi juga Lo pikir dong, ngapain Changkyun ke kantor?" Tanyanya.

Trauma || IM Changkyun (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang