Part 2

6.8K 346 18
                                    

" menikahlah denganku Yuki!!! " tekan Al lagi

" Al.... aku senang kamu berkata seperti itu, itu berarti kamu serius menjalani hubungan ini denganku, tapi.... " Ucap Yuki menggantung, Al mengerutkan keningnya

" kenapa? " tanya Al buru-buru

" usiaku baru saja 19 tahun Al, dan aku masih mempunyai cita-cita yang belum aku raih " jawab Yuki menunduk sambil memainkan kuku pada roknya. Usia mereka memang terpaut 5 tahun, namun Al lebih senang jika Yuki memanggil namanya atau panggilan sayang, karena itu terdengar lebih dekat.

" oohhh, jadi kamu menolakku!!!! " Al menginjak gas dan langsung melajukan mobilnya di atas 180km. Hal itu membuat Yuki panik

" Al....aku bukan menolak, hanya saja aku merasa belum pantas bersanding denganmu " terang Yuki. Al menghiraukan Yuki, ia fokus pada kemudinya.

" Al pelan-pelan " ucap Yuki panik. Namun Al tetap menjalankan mobilnya begitu cepat tanpa mendengar teriakan Yuki yang mulai ketakutan karena beberapa mobil hampir Al tabrak.

" lo gak cinta sama guekan? " tanya Al ditengah perjalanannya.

" Al....ayolaaah bersikap dewasa, kamu selalu langsung berprasangka buruk. aku ingin menikah denganmu, perempuan mana yang gak mau menikah dengan laki-laki yang sangat dia sayang. Tapi Al.... aku belum pantas untuk menjadi seorang istri dari seorang Al Putra Pradana jika kondisi aku masih seperti ini, apa kata keluargamu nanti " ucap Yuki berentetan, air matanya sudah bergayut di pelupuk mata. Al memelankan lajunya, dan berbalik menatap Yuki yang mulai menangis. Al langsung meminggirkan mobilnya.

" selalu seperti ini, apa senjatamu itu menangis? Aku paling gak bisa liat kamu nangis Yuki, maafin aku dan aku mengerti perasaan kamu. Maafin aku yang egois ini " Al langsung memeluk Yuki dan mencium keningnya. Yukipun membalas pelukan Al dan mengusap lembut pundak Al.

" aku sayang banget sama kamu Al " ucap Yuki lirih

" aku sayang kamu melebihi nyawa aku sendiri Yuki " pelukan Al semakin erat.

     Jam menunjukan pukul 4 sore, Al dan Yuki sudah sampai di apartemen Yuki yang memang tidak salah lagi sengaja Al belikan untuk Yuki tinggali. Meskipun awalnya Yuki bersikap sangat menolak keras atas pemberian Al yang berlebihan, namun Al bisa meyakinkan Yuki kalau Yuki berhak mendapatkan apartemen mewah tersebut.

" sayang kamu gak kekantor lagi? " tanya Yuki sambil membuat kopi kesukaan Al. Al hanya menggelengkan kepalanya dan langsung melonggarkan dasinya lalu duduk lemas di sofa.

" emangnya udah gak ada kerjaan lagi? " tanya Yuki lagi sambil berjalan membawa kopi mendekati Al.

" aku mau disini " ucap Al mencium pundak Yuki.

" mentang-mentang bos, kerja seenaknya " ledek Yuki tertawa

" iyalaah, aku lebih suka bareng kamu sayang " bisik Al ke daun telinga Yuki, lalu Al menarik dagu Yuki dan mendekatkan bibirnya.  Nafas Al yang hangat, wangi mint tubuhnya yang segar, hidungnya yang mancung, dan bibirnya yang kecil seketika menempel di bibir Yuki dan lidahnya melumat bibir pink milik Yuki. Ciuman Al yang menuntut membuat Yuki terhanyut, pelukan Yuki semakin erat kini Al berpindah menciumi leher Yuki yang jenjang, hal itu membuat Yuki tidak berdaya dan membiarkan Al melakukan apa yang dia mau. Tapi tiba-tiba handphone milik Yuki berbunyi, Yuki mencoba meraih handphonenya yang terus berbunyi, namun Al menarik tangan Yuki dan mengalungkan tangan Yuki pada pundak Al. Al kembali menciumi bibir Yuki yang sudah menjadi candu untuk Al. Namun handphone Yuki terus saja berbunyi. Dengan pelan Yuki mendorong dada Al dan mencoba melepaskan ciumannya. Namun Al lagi dan lagi menarik Yuki dan menciuminya.

OverprotectiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang