Part 11

3.5K 251 21
                                        

" Gue??? " tanya Yuki sambil menunjuk dadanya sendiri. Gio mengangguk pasti. Nina mengerutkan keningnya, Nina tau sejak mereka PKL Gio memang berusaha untuk mendapatkan Yuki, namun bukankah ini dinamakan memanfaatkan situasi atau mencari kesempatan dalam kesempitan, fikir Nina tidak suka.

" iya Kuy... bolehkan? " tanya Gio tersenyum. Yuki merasa gelagapan fikirannya nerawang kemana saja, Yuki tahu kalau Gio bekerja di perusahaan Al sebagai direktur muda yang berpotensi. Bukankan bisa saja kalau ini suruhan Al. Gio seolah mengerti dengan fikiran Yuki

" tenang aja, ini diluar pekerjaan kok, pak Al tidak terlibat dengan ini " jawab Gio menjawab semua pertanyaan aneh yang bersarang di otak cantik Yuki.

" mmmmmm.... bukan gitu ka, maksud aku.... " Yuki jadi gugup banget karena tebakan Gio tepat sasaran. Gio hanya tersenyum

" yaudah ayok " ajak Gio membuka pintu mobilnya. Yukipun dengan bingung masuk ke dalam mobil Gio. Nina hanya tersenyum simpul.

" Nin duluan ya " ucap Yuki tersenyum

" hati-hati Kuy " teriak Nina

" kita duluan ya Nin " ucap Gio sambil memutari mobilnya masuk kedalam mobilnya dan duduk di kursi kemudi. Nina mengangguk sambil tersenyum getir. Mobil Giopun melaju meninggalkan Nina.

" gak apa-apakan gue jemput lo? " tanya Gio tersenyum. Yuki hanya tersenyum dan mengangguk

" mungkin bukan hari ini saja, seterusnya gue akan jemput lo " ucap Gio tersenyum. Yuki kaget dengan ucapan Gio.

" maksud kak Gio? " tanya Yuki heran

" gue udah tau kok, kalau hubungan lo sama pak Al udah berakhir, gak ada salahnyakan kalau gue pengen ngelindungin lo " ucap Gio tiba-tiba

" kak Gio tau darimana?? " tanya Yuki tidak suka dengan urusannya yang sudah banyak orang tau.

" dikantorkan rame, apalagi ketika pak Al sering sekali terlihat bareng Viola. Namun setelah itu pak Al memecat Viola " ucap Gio

"Degggg " jantung Yuki rasanya dihantam sesuatu. Sakit sekali mendengar pernyataan Gio, beberapa minggu ini Yuki sakit dan teringat selalu kepada Al, sementara Al semakin dekat dengan Viola

" kenapa Viola dipecat?? Bukannya mereka semakin dekat" tanya Yuki heran

" dikantor rame ngomongin mereka,taukan ibu-ibu gosip disana, ya mungkin untuk menutupi citranya pak Al memecat Viola, lagian gue juga tau ceritanya dari mba Nia kok. lo juga pasti udah taukan? " ucap Gio berentetan.

" mba Nia??? " bisik Yuki. Gio mengangguk sambil melihat Yuki. Mba Nia akhir-akhir ini tidak ada menghubunginya. Mungkin mba Nia menutupi semuanya dari Yuki, mba Nia gak mau melihat Yuki makin terluka. Fikir Yuki

" jadi gak apa-apakan kalau gue mau ngelindungin lo? " tanya Gio pelan. Yuki tersentak dan melihat Gio, Gio lalu tersenyum. Yuki diam tidak menjawab.

     Hari demi hari Al semakin semangat untuk mencari bukti kalau dia memang tidak bersalah. Al ingin segera membuktikan kepada Yukinya, bahwa dia tak seperti yang Yuki fikirkan, Viola gadis yang sangat licik. Al tau itu!! Dan Al tidak bisa menjelaskan semuanya tanpa bukti. Rindu yang menggebu terus menghantui Al, rasa ingin bertemu dan memeluk Yukinya hampir membuatnya mati. Al benar-benar hampir gila, wajahnya kusut pakaiannya tidak rapi. Al nampak frustasi. Sementara itu Yuki semakin dekat dengan Gio. Karena Gio selalu ada disaat Yuki membutuhkan seseorang untuk membuatnya kuat. Gio jauh berbeda dengan Al. Gio nampak sangat dewasa menyikapi beberapa masalah dan memahami Yuki, setidaknya fikiran Yuki sedikit teralih meskipun memang sering kali Yuki menangis sendiri mengingat Al yang sampai detik ini masih sangat ia cintai.

OverprotectiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang