Yuki masih dengan posisinya, hatinya benar-benar sakit, Al seringkali menyakitinya namun kali ini Yuki benar-benar sakit hati dengan ucapannya. Terlebih kejadian malam tadi membuat Yuki menangis dan menyesal. Memang penyesalan itu selalu datang di akhir.
" sayang " Al mengusap rambut Yuki dan memeluk Yuki dengan posisi masih menenggelamkan mukanya di lututnya. Al membuka bajunya dan menutupi tubuh Yuki yang memakai baju compang-camping.
" Yuki..... hati gue sakit ketika gue harus ngeliat lo sama cowok lain, gue gak bisa, bener-bener gak bisa " ucap Al, Yukipun menatap Al dengan mata yang merah. begitupun Al, Al menatap Yuki begitu dalam
" harus berapa kali aku bilang Al, aku gak akan pernah ngekhianatin kamu " ucap Yuki bergetar
" maaf Yuki, tapi gue sangat takut " Al menarik Yuki dan memeluknya erat. Al mencium pundak Yuki lama.
" plisss jangan nangis, hati gue ancur liat lo nangis. Plisss jangan deketin cowok itu, atau cowok manapun gue gak suka. Maafin gue, lo boleh hukum gue apapun, tapi maafin gue. Gue bego gak dengerin lo dan berkata yang gak seharusnya gue katakan, maafin gue " ucap Al. Yuki masih sesenggukan. Hati Al masih kesal, tapi Al mengatakan yang seharusnya tidak ia katakan sehingga perempuan yang sangat ia cintainya menangis. Al mencium puncak kepala Yuki, lalu mencium mata Yuki yang basah, lalu mencium hidung Yuki yang merah, dan Alpun mencium bibir Yuki, lalu menarik Yuki agar lebih dekat dengannya. Yuki tak membalas ciuman bibir Al, bibirnya masih bergetar. Namun Al tidak menyerah, Al menutup matanya dan memagut bibirnya pelan, bibir Yuki masih bergetar, namun Al terus menjelajah bibir Yuki dengan lidahnya. Namun Yuki mendorong dada Al, sehingga membuat Al tersentak dan melepaskan ciumannya. Yuki beranjak dari duduknya, namun Al menarik Yuki dan menyandarkan tubuh Yuki ke tembok.
" jangan tolak gue, gue gak suka lo tolak, lo masih marah sama gue? Guepun masih kesal karna lo bohongin gue, kita impas Yuki. Sekarang lo harus balas ciuman gue " ucap Al sambil kembali mencium bibir Yuki kasar. Bukan luluh, Yuki malah semakin kesal kepada Al. Namun jauh di dalam hatinya ciuman Al bisa membuat hatinya tenang, entahlah Yuki merasa sangat bodoh. Yuki diperbudak oleh cinta. Cintanya kepada Al membuatnya sangat bodoh.
Siang itu Yuki mengobrol di taman bersama Nina, Al berkata akan menjemputnya, namun dosen trakhir tidak bisa masuk karna ada keperluan mendadak, maka Yuki dan Ninapun memutuskan untuk diam di taman dan bercerita masalah masing-masing dari mulai mereka SMP sampai mereka sedewasa sekarang. Yuki dan Nina asik berdua. Namun tiba-tiba handphone Yuki berbunyi.
" tiing " Yuki fikir itu pesan dari Al, namun ternyata
MBA NIA
" Yuk kamu bisa ketemu mba gak di tempat makan siang biasa, ada yang mau mba katakan dan ini sangat penting. mba harap pak Al jangan mengetahuinya, setelah kamu baca pesan ini, kamu hapus pesannya " bunyi pesan yang cukup panjang dari mba Nia membuat Yuki sangat heran. Yukipun menuruti apa yang mba Nia suruh, Yuki langsung menghapus pesannya dan bergegas untuk mendatangi mba Nia.
" Nin sorry nih, gue balik duluan ya, ada keperluan mendadak " ucap Yuki
" looohh, terus Al gimana kalau kesini, dia bisa marah loh Yuk sama lo " ucap Nina khawatir
" gue bakalan ngabarin dia kok " ucap Yuki beranjak dari duduknya.
" gue duluan ya Nin, lo pulangnya hati-hati daaahh " ucap Yuki buru-buru
" hati-hati kuy... " teriak Nina karena Yuki sudah semakin menjauh
Sementara itu di tempat lain
" mama malu sama teman-teman mama Al, kamu bisa mendapatkan perempuan yang derajatnya sama kaya keluarga kita, kamu ini pengusaha muda, diluaran sana banyak gadis yang mau sama kamu " ucap Reva mama Al.
