Al berjalan perlahan mendekati Marcell dan Yuki. Lalu tanpa basa-basi Al menarik tangan Yuki dan Yukipun berusaha menolak. Lalu Marcell menarik tangan Yuki. Kemarahan Al memuncak, dengan sekuat tenaga Al menarik tangan Yuki sampai Yuki terhempas ke dada bidangnya.
" Jika lo hanya menyakiti dia, sebaiknya lepaskan dia. Gue akan menjaga sekuat dan semampu gue !!! " Seru Marcell melihat Yuki yang nampak kesakitan dengan pergelangan tangannya yang di pegang kuat oleh Al.
" Dia ISTRI SAH gue, lo gausah ikut campur !!! " Ucap Al penuh penekanan, lalu Alpun menarik Yuki menuju mobilnya. Kali ini Yuki pasrah dengan apa yang akan dia hadapi lagi. Alpun membawa Yuki dan melajukan mobilnya meninggalkan Marcell.
Sepanjang perjalanan Yuki terdiam tak bergeming, Yuki hanya melihat keluar dengan muka yang masih pucat dengan tubuh yang dibalut baju rumah sakit.
" Sayang " ucap Al meraih tangan Yuki dan menciumnya lembut. Yuki tak menghiraukannya sama sekali. Yuki masih fokus dengan tatapan kosongnya melihat ke luar mobil.
" Maaf " ucap Al lirih sambil terus mencium punggung tangan Yuki berkali-kali. Yuki masih tak menghiraukannya
" Aku memang bodoh, maaf " ucap Al memejamkan matanya dan masih menciumi tangan istrinya itu. Tidak ada perlawanan dari Yuki, kekesalannya pada Al masih belum hilang.
" Betapa senangnya aku ketika Celine menelfonku dan mengatakan kamu dimana Yuki, aku benar-benar gak bisa kehilangan kamu " Al memalingkan muka Yuki dengan tangan kanan yang masih memegang kemudi. Namun Yuki menepis tangan Al. Dan kembali melihat keluar. Kali ini Al mengerti kenapa Yukinya semarah itu.
Sesampainya di rumah, Yuki langsung membuka pintu mobilnya sendiri dan bergegas masuk tanpa menunggu Al.
" Sayaaang " panggil Al, lagi dan lagi Yuki tak menghiraukan panggilan suaminya itu. Yukipun masuk dan melihat bi Atik yang menyambut Yuki dengan perasaan lega.
" Noon " ucap bi Atik. Yukipun tersenyum getir dan meninggalkan bi Atik menuju kamarnya, lalu Al mengikuti Yuki dibelakangnya sambil terus memanggilnya. Setelah sampai di kamarnya Yukipun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Al mengetuk-ngetuk kamar mandi beberapa kali, setelah dirasa sudah sangat lama Yukinya berada di kamar mandi, Alpun memberanikan diri membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya. nampak Yuki yang sedang merendamkan dirinya di dalam bathub dengan mata yang terpejam.
" Sayang, kamu sudah sangat lama berada di kamar mandi " ucap Al memegang pundak telanjang Yuki. Yuki membuka matanya melihat lurus ke depan, tanpa melihat ke Al.
" Aku akan membantumu untuk membersihkan badanmu sayang, kamu harus segera mengangkat tubuhmu " ucap Al beranjak dari duduknya
" Keluar " ucap Yuki dengan tatapan penuh kebencian. Al terheran sambil melihat Yuki dengan mata berkaca-kaca
" Apa kamu tidak mendengar ?? " Tanya Yuki menatap Al " Keluar " tambah Yuki penuh penekanan
" Yuki... Aku sangat merindukanmu " ucap Al meraih tangan Yuki, namun Yuki menepisnya cepat.
" KELUAR " teriak Yuki, Al melotot tidak percaya melihat istrinya sehisteris itu. Lalu Al menggelengkan kepalanya dan meraih tubuh Yuki paksa.
" STOP " teriak Al dengan matanya yang merah menahan tangis.
" Stop Yuki, jangan seperti ini " ucap Al memegang kedua pipi Yuki.
" Lepasin " ucap Yuki penuh penekanan
" Aku tau kamu sangat marah, akupun sangat marah kepada diriku sendiri, tapi Yuki aku tidak menginginkan kalau kamu seperti ini " Al kembali terduduk menatap Yuki yang masih berada di bathub dengan di selimuti busa. Wangi vanilla di tubuhnya menyeruak membuat Al semakin .
