Part 6

4.5K 313 29
                                    

      Suasana kamar Al yang serba putih itu terasa mencekam. Yuki duduk sambil menunduk, sementara Al menatap Yuki terus menerus.

" aku gak bisa kalo berhenti kuliah!!" tegas Yuki membalas tatapan Al. Al terbangun dari duduknya dan mendekati Yuki.

" kenapa? " tanya Al dingin

" aku punya cita-cita Al " terang Yuki.

" menikah sama gue bukan yang lo cita-citain? " Al menatap Yuki lebih dekat. Rahangnya mulai mengeras

" bukan begitu Al... "

" lalu bagaimana? " Al berdiri dari duduknya, sontak Yuki kaget

" aku ingin masih tetap kuliah !!" Yuki tetap dengan pendiriannya.

" gue ijinin lo kuliah. Tapi lo harus pindah dari sana, urusan biaya lo gak usah khawatir, lo bisa kuliah dimanapun, asal gak ada dia!! " ucap Al kembali duduk dan menatap Yuki

" Al... aku udah pertengahan semester. Gak bisa kaya gitu dong " tegas Yuki kesal

" ck ALASAN!!! nilai bisa di tranfer!!! kalau lo tetep mau disitu, lo gausah kuliah paham? " tegas Al

" cukup Al!!! aku cape ya kamu atur-atur kaya gitu, aku punya hak asasi!! " kali ini Yuki yang terbangun dari duduknya. Al tersentak, keningnya berkerut dan menatap Yuki tidak suka, Yuki tersentak dengan sikapnya sendiri. Al menatap Yuki sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.

" aku mau pulang " tegas Yuki sambil berlalu meninggalkan Al. Kali ini Al tidak mengejar Yuki, Al membiarkan Yuki pergi menjauhinya dan membiarkannya pulang sendiri, tiba-tiba air mata Al menetes dengan sendirinya. Barang-barang yang berada disekitarpun menjadi korban bulan-bulanan Al semua ia lempar dan pecahkan.

     Tiga hari berlalu, semenjak kejadian itu Al tidak pernah menampakan diri di hadapan Yuki, menghubungi Yukipun tidak. Yuki merasa heran karena bahkan satu jam saja Al tidak mendapatkan kabar dari Yuki maka Al akan tiba dimanapun Yuki berada.Hal ini membuat Yuki khawatir dan berfikiran yang tidak-tidak.

" Yuki... " Stefan memegang pundak Yuki

" oh iya Stef " kata Yuki

" lo kenapasih? dari tadi gue tanya lo, apa lo mikirin cowok lo yang gila itu? " ucap Stefan dengan muka kesalnya. Sementara Nina memandang Yuki heran.

" ng..... gak tau kenapa gue kefikiran dia, udah 3 hari ini dia gak pernah ngabarin atau nemuin gue handphonenya gak aktif " jawab Yuki menunduk

" baguslah!! lebih cepat lebih baik lo jauh sama dia. Dia itu gak sayang sama lo " cecar Stefan

" tapi menurut gue Al terlalu sayang Yuki loh Stef " ucap Nina membuat Yuki semakin galau.

" Nin lo kenapasih? lo juga tau sendirikan sikap Al sama Yuki kaya gimana " ucap Stefan lagi.

" bukan gitu Stef, gue tau Al, beberapa bulan gue kerja ditempatnya,dan sedikit banyak gue sering liat sikapnya sama Yuki. menurut gue dia sayang tulus kok sama lo Kuy, mungkin aja sesuatu terjadi sama Al " ucap Nina berentetan. Yuki terdiam menunduk menyerap semua perkataan yang keluar dari mulut Nina.

" gue duluan " ucap Stefan berdiri dari duduknya kesal.

" Stef... " Yuki menarik tangan Stefan, Stefanpun terdiam sebentar dan menunggu apa yang akan Yuki katakan

" gue harus gimana? " tanya Yuki menunduk dengan tangan masih memegang tangan Stefan.

" terserah lo!! lo udah bukan gadis kecil yang bisa di atur lagi. Sekarang lo gadis dewasa yang udah bisa membuat keputusan untuk diri lo sendiri " ucap Stefan, Stefanpun berlalu meninggalkan Yuki dan Nina yang duduk sambil melihat punggung Stefan menjauh.

" Kuy... turutin apa kata hati lo " ucap Nina memegang tangan Yuki. Yukipun mengangguk dan tersenyum pada Nina.

     Siang itu Yuki pergi kekantor Al, sebelum datang ke kantornya Yuki beberapa kali mencoba menghubungi Hp Al namun Hpnya tetap tidak bisa dihubungi.

" Hay Yuki " sapa mba Nia memeluk Yuki

" mba.... " sapa Yuki cipika-cipiki
" mba maaf ya atas kejadian terakhir kita ketemu " ucap Yuki

" heeeyyy.... gak apa-apa kok sayaaang,  mba ngerti kok Viola memang seperti itu " ucap mba Nia mendelik ke ruangan Al. Yuki hanya tersenyum getir memahami apa yang dikatakan mba Nia

" mba, Al ada? " tanya Yuki

" memangnya kamu gak tau? Pak Al kan udah 3 hari ini tidak datang ke kantor. Katanya beliau sakit. Masa kamu gak tau sih?? Apa beliau sakit gara-gara kamu? " kata mba Nia berentetan. Yuki teregun sebentar

" mba, Yuki pamit ya " ucap Yuki buru-buru sambil mencium pipi mba Nia

    15 menit kemudian Yuki sampai di rumah yang seperti istana itu. Yuki mendapat sambutan yang sangat baik karena pelayan rumah Al tau Yuki adalah kekasihnya sekaligus perempuan pertama yang pernah Al ajak ke istananya itu. Sementara orang tua Al sibuk di luar negri  mengurus perusahaannya disana.
    
     Setelah pelayan itu mengantar Yuki ke kamar Al, pelayan itupun pergi. Dengan hati-hati Yuki membuka pintu kamarnya dan alangkah kagetnya Yuki melihat kamar Al yang biasa bersih dan wangi kini nampak sebaliknya. Bau alkohol sangat menyengat dan di tambah lagi kamar yang sangat berserakan botol-botol alkohol dan beberapa sampah rokok, Yuki kebingungan dengan apa yang ia lihat, matanya mencari-cari kekasihnya itu dan ternyata Al nampak terkapar di bawah tempat tidur. Yuki berlari menghampiri Al

" Al..... " ucap Yuki dengan mata berkaca-kaca melihat keadaan Al yang sangat berantakan. Al nampak tertidur sambil memegang handphone.

" Al..... " Yuki memegang pipi Al, lalu mata Al terbuka. Kantong matanya nampak hitam.

" apa gue udah mati? " tanya Al dengan suara serak

" Al.... kamu kenapa kaya gini? " isak Yuki. Al melihat handphone yang sejak tadi ia pegang.

" udah 62 jam gue nahan buat tau kabar lo, dan 62 jam juga gue nunggu lo ngabarin gue !!! Gue turutin apa yang lo mau, lo mau hak asasikan ?" ucap Al berentetan. Matanya nampak berkaca-kaca tangisan Yuki pecah. Yuki memeluk Al erat.

" maaf.... maaf... maafin gue Al " ucap Yuki sesenggukan. Alpun membalas pelukan Yuki erat.

" gue tau lo mencintai guekan Yuki? lo mencintai gue seperti gue mencintai lokan? " tanya Al dengan suara bergetar. Yuki mengangguk sambil memeluk Al erat.

" maafin aku Al " ucap Yuki masih terisak

" kenapa kamu ngelakuin kaya gini Al? " ucap Yuki melepaskan pelukan Al.

" gue berusaha nurutin apa yang lo mau. Tapi gue gak bisa, gue ingin gue lupain lo dengan cara seperti ini, namun semakin gue minum lebih banyak gue semakin inget sama lo Yuki " ucap Al berkaca-kaca. Yuki merasa sangat bersalah melihat dan mendengar keadaan Al yang sebenarnya. Meminta maaf terasa sangat percuma, Yuki merasa dia sangat egois.

" gue ngerasa kalo lo gak cinta sama gue " ucap Al menunduk. Yuki menutup bibir Al dengan bibirnya. Yuki mencium bibir Al terlebih dulu, untuk yang pertama kalinya dari awal mereka pacaran. Al tersentak kaget, lalu Alpun menikmati ciuman bibir Yuki yang hangat dan sangat ia rindukan. Dengan pelan Yuki melepaskan bibirnya dan menatap mata Al lekat.

" aku harap kamu gak ngulangi lagi kaya gini Al. Jangan membuatku khawatir " ucap Yuki menatap mata Al. Alpun mencium kedua mata Yuki lalu memeluk Yuki erat.

" gue gak bisa kalo gak peduli sama lo, jangan larang gue!! " ucap Al memeluk Yuki erat.

    

OverprotectiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang