Part 30

1.6K 144 23
                                        

Yuki menutup wajahnya pasrah, namun seseorang membuatnya tersadar.

" Yuki ??? Astaga, kamu gak apa-apakan?? Kenapa kamu ada disini" Tanya suara pria yang sangat tak asing itu sambil memegang tangan Yuki mengecek tubuh Yuki dari atas sampai bawah. Yuki membuka tangan yang menghalangi mukanya pelan-pelan.

" Stefan ??" Ucap Yuki

" Kenapa kamu disini ???" Tanya Stefan heran. Tiba-tiba terdengar suara Al yang sedang mencari dan memanggil-manggil nama Yuki.

" Stef, aku ikut mobil kamu dulu ya " izin Yuki sambil masuk ke dalam mobil Yuki. Stefan semakin kebingungan. Dan tanpa berfikir lagi Stefan memutuskan mengikuti Yuki dan akan menanyakan semuanya kepada Yuki. Stefan pun melajukan mobilnya.

" Sekarang ceritain sama gue apa yang terjadi ?" Ucap Stefan sambil menyetir.
Yuki terdiam sejenak menatap Stefan, lalu kembali melihat ke arah depan.

" Yuki.... " Panggil Stefan lagi.

" Lo kenapa sih ??? Lari-lari dengan keadaan kaya gitu. untung aja gue yang hampir nabrak Lo, kalo orang lain gimana ?? Apa Lo mau ikut mobilnya juga ?" Tanya Stefan dengan sedikit menaikan nada suaranya.

" Gue mau cerai sama Al " ucap Yuki menggigit bawah bibirnya. Tiba-tiba Stefan meng'rem mobilnya mendadak dan menatap Yuki heran. Untungnya jalanan sedang sepi sehingga apa yang dilakukan Stefan tidak membuat celaka.

" Sekarang kita ke apartemen gue, Lo ceritain semuanya " tegas Stefan kembali menginjak gas mobilnya.

     Malam itu Stefan membawa Yuki ke apartemennya. Yuki nampak canggung, namun mau bagaimana lagi. Untuk saat ini Yuki belum mempunyai tempat untuk ia tinggali. Bajupun Yuki masih memakai baju Rumah sakit.
Sesampainya di apartemen Stefan. Stefan mengambil air putih untuk Yuki. Muka Yuki sangat pucat, perutnya masih terasa sakit. Apalagi hatinya, harapannya kini sudah tiada, Yuki hanya mengusap perut ratanya sambil menitikkan air mata. Stefan menatap tingkah Yuki.

" Gue gak mau ketemu dia lagi Stef " ucap Yuki bergetar. Stefan pun mengusap pundak Yuki.

" Apa yang sebenernya terjadi, kenapa Lo kaya gini ??" Tanya Stefan khawatir.

" Gue keguguran " ucap Yuki bergetar. Stefan melotot sambil melihat perut rata Yuki. Kabar Yuki hamilpun Stefan tidak tau, tapi sekarang Stefan malah mendengar kabar buruk.

" Dan itu semua karena Al, selama ini aku selalu mencoba menerimanya sikapnya yang tempramental dan mudah sekali emosi aku cukup menerimanya, tapi jika semua itu mencelakai dia " ucap Yuki mengusap perut ratanya sambil terus terisak

" Aku gak bisa Stef " tangis Yukipun pecah. Stefan seolah mengerti dengan semua ucapan Yuki, sejak mereka pacaran Stefan sudah sering menyaksikan sikap kasar Al kepada sahabatnya. Stefan pun menarik pelan Yuki dan memeluknya. Stefan memberikan kekuatan kepada sahabatnya itu.

" Untuk saat ini Lo tinggal disini dulu, kebetulan ada 2 kamar kok " ucap Stefan

" Stef, gue bener-bener gak enak " ucap Yuki canggung

" Lo ngomong apa sih, kita itu udah lebih dari sekedar sahabat Lo tau, kita itu saudara " ucap Stefan memegang pundak Yuki.

" Makasih ya Stef " ucap Yuki menatap Stefan. Stefan mengangguk sambil tersenyum

" Sekarang Lo ganti baju dulu, gue gak punya baju cewek, jadi buat sementara lo bisa pake baju gue " ucap Stefan memberikan kaos berwarna hitam besar. Yuki mengangguk dan tersenyum.

     Pagi itu ketika Yuki sedang menyiapkan sarapan, Yuki mendengar suara bel berbunyi, sementara Stefan masih di kamar mandi. Tanpa fikir panjang dan tanpa melihat siapa yang datang, Yuki langsung membuka pintu unit apartemen Stefan. Ketika pintu terbuka, Yuki di suguhkan dengan tatapan heran sekaligus benci dari seorang perempuan yang sangat ia kenal.

OverprotectiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang