Siang itu Yuki seperti biasa diantar pergi ke kampus oleh Al. Setelah kejadian kemarin, Al memutuskan untuk tetap bersabar dan mencoba lapang dada menerima keinginan Yuki untuk tidak berhenti atau pindah kuliah. Setelah sampai di depan gedung universitas favorit yang cukup dikenal dikota Jakarta itu, Yuki tidak langsung pamit, Yuki melihat Al yang memegang stir sambil melihat ke arah depan, wajahnya tampak penuh keterpaksaan.
" Al..... " Yuki memegang tangan Al
" hmmm " jawab Al melihat Yuki
" aku mohon, percaya sama aku yah " bujuk Yuki semakin meyakinkan Al. Al hanya mengangguk ragu
" aku akan membuatmu percaya sama aku Al, karena lelaki di dunia ini yang aku cintai setelah papa adalah kamu tidak ada lelaki lain." ucap Yuki. Sontak Al langsung melihat ke arah Yuki. Entah kenapa hati Al bersorak gembira ketika mendengar ucapan Yuki baru saja. Senyumnya mengembang, moodnya naik 99%, lalu Al mendekatkan bibirnya kepada bibir Yuki, namun dengan cepat Yuki menutup bibirnya agar tidak terkena bibir Al yang main nyosor tanpa aba-aba. Al mengerutkan keningnya tidak suka atas penolakan Yuki.
" ini tempat umum Al... " Yuki mencoba memberi pengertian, lalu Yuki menarik Al dan mencium kening Al, lagi-lagi Al dibuat senang moodnya melesat naik menjadi 1000%
" i love you " ucap Al dengan tatapan penuh cinta menatap mata Yuki.
" i love you to, aku masuk dulu ya, kamu hati-hati, kalau udah sampe kantor kabarin aku " ucap Yuki berentetan,lalu Yukipun keluar dari mobil Al. Al yang ada didalam mobil tercenung bukan main, tidak biasanya Yuki meminta ia mengabarinya. Tanpa Yuki minta Al pasti akan selalu mengabari Yuki. Al masih tercenung
" aku gak mau kamu kamu gak ngabarin aku lagi kaya kemarin-kemarin " ucap Yuki sambil membuka pintu mobil.
Al semakin tercengang mendengar perkataan dan sikap Yuki yang langsung mencium pipinya. Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan disepanjang sejarah hidupnya, Al bahagia bukan main, senyumnya terus mengembang sampai kantornya dan beberapa kali di sepanjang perjalanannya Al memegang pipinya yang tadi di cium Yuki, sikap Al ke semua karyawannya sangat manis, Lalu mba Niapun mengirim pesan pada Yuki.
MBA NIA
" selama sejarah kerja disini, baru kali ini aku melihat sikap pak Al sangat manis. Apa yang sudah kamu perbuat adikku Yuki "
Yuki tertawa membaca pesan singkat yang baru saja dikirim mba Nia
YUKI
" AKU HANYA INGIN MEMBUATNYA BAHAGIA SEPANJANG HIDUPNYA KAKAKU TERCINTA 😳😳"
MBA NIA
"ADIKKU YANG MANIS TELAH BERANJAK DEWASA "
lagi-lagi Yuki tersenyum membaca pesan singkat dari mba Nia.
" cieeee yang lagi bahagia " ucap Nina tiba-tiba sambil tersenyum
" hehe " Yuki nyegir aja.
" mmmm jadi gimana pacar tercinta lo itu?? Kemaren 3 hari kenapa?? " tanya Nina kepo
" Al sakit Nin, dan itu semua gara-gara gue, gue gak nyangka banget Al bisa kaya gitu sama gue " jawab Yuki sambil melipatkan tangannya di atas meja dan pandangannya melayang kemana saja. Sementara Nina hanya tersenyum, Nina seolah sudah mengerti dengan apa yang dikatakan sahabatnya baru saja.
" gue udah tau dari dulu kalo Al itu obsesi banget sama lo " ucap Nina, Yuki langsung melirik Nina
" lo itu udah kaya psikolog ya, bisa banget baca fikiran Al " ucap Yuki tertawa, Ninapun ikut tertawa.
Nina dan Yuki asik makan siang berdua, tiba-tiba Yuki melihat Stefan dan Yukipun langsung terbangun dari duduknya dan menghampiri Stefan
" kemana Kuy? " tanya Nina melihat Yuki yang berdiri
