Sesampainya di apartemen, Yuki langsung menuju pantry dan menyiapkan minuman segar untuk Al, Al langsung duduk dan menyalakan TV
" sayang kamu mau langsung ke kantor lagi? " tanya Yuki sambil berjalan mendekati Al dengan minuman segar di tangan kanannya.
" aku gak tau, males " jawab Al menatap Yuki yang kini duduk disebelahnya.
" bos pemalas " ledek Yuki
" kamu yang buat " jawab Al. Yuki sangat senang dengan sikap Al akhir-akhir ini, ia tidak begitu overprotectif.
" yaudah aku mandi dulu ya, panas banget " ucap Yuki beranjak dari duduknya. Lalu Al menarik tangan Yuki sampai Yuki terjatuh dipangkuan Al. Al memeluk tubuh Yuki yang duduk dipangkuannya lalu berbisik
" ikut " ucapnya genit, reflek Yuki memukul tangan Al dan beranjak dari pangkuannya.
" dasar bos mesum " ucap Yuki tertawa sambil berlalu. Al tersenyum dan melanjutkan kembali aktivitasnya menonton TV.
20 menit kemudian, Yuki selesai memakai pakaian santainya dengan kaos dan celana hotpan santai, rambutnya yang basah sudah tersisir rapi, Yuki nampak segar. Al menatap Yuki kagum, setiap melihat Yuki tak berhentinya Al mencintai Yuki. Yuki duduk disebelah Al dengan cemilan ditangannya, Al tak mengalihkan pandangannya dari sosok perempuan pujaannya itu, sedangkan Yuki asik dengan dunianya memakan cemilan ditangannya sambil menonton TV. Sementara petir diluar sana menggelegar saling bersahutan, hujanpun turun sangat deras.
" hujan sayang, aku gak ke kantor ya " izin Al sambil bersandar dipundak Yuki yang kecil.
" kamukan pake mobil Al, meskipun di luar hujan kamu gak akan kehujanan, dasar kamunya aja yang males " tegas Yuki dengan mulut yang penuh cemilan. Al memegang tangan Yuki.
" aku lagi pengen sama kamu " bisik Al menatap mata Yuki, jarak mereka sangat dekat, sehingga wangi aroma sabun dan odol tercium sangat pekat di tubuh Yuki. Al melihat bibir Yuki dan mendekatkan bibirnya, namun Yuki menutup bibirnya lalu Alpun menyingkirkan tangan Yuki yang menutupi bibirnya. Dengan pelan lidah Al mendorong mulut Yuki untuk membukanya. Yukipun mengikuti permainan Al, Yuki membuka mulutnya dan menikmati mulut Al yang mint itu menelusuri mulutnya, lambat laun ciuman Al semakin menekan dan penuh dengan nafsu. Al melepaskan bibirnya dan menatap Yuki lekat. Bibir keduanya yang sama-sama merah basah, matanya yang sama-sama terpejam kini saling terbuka dan menatap. Al menarik Yuki kepangkuannya dan kembali menciumi bibirnya, lalu tanpa Yuki sadar Al sudah mengangkat tubuh Yuki dan membawanya ke kamar. Al menidurkan tubuh Yuki dan menindihnya, sementara Yuki terus menikmati ciuman Al yang hangat dan lembut, Yuki terhanyut oleh ciuman Al. Pelan-pelan ciuman itu turun ke dagu, lalu dengan berani Al menciumi leher Yuki dan terus kebawah menciumi tubuh Yuki yang wangi sabun, Yuki terhanyut dengan ciuman dan sentuhan Al.
Pagi itu sinar mentari menyelinap masuk ke sela-sela jendela kamar dan menyorot kedua insan berdosa yang masih nyenyak dibawah selimut dengan pakaian terlempar sembarangan. Embun yang basah masih membekas di dedaunan, jalanan yang basah dan pepohonan yang basah karena semalaman hujan tak kunjung berhenti menghiasi indahnya pagi ini. Al terbangun lebih dulu, dan ini pertama kali dalam hidupnya ia sebahagia pagi ini, karena ketika ia membuka matanya untuk pertama kali memulai harinya yang ia lihat adalah perempuan cantik yang sangat ia cintai. Al menatap Yuki teliti dengan senyum yang terus mengembang di wajah tampannya. Sementara Yuki masih anteng di dunia mimpinya, Al menciumi pundak sampai tangan Yuki yang terekspos bebas hanya ditutupi selimut menghadap ke arahnya. Al mengusap-usap pipi mulusnya dalam hatinya berkata
" kamu takkan tergantikan, seumur hidupku akan aku habiskan bersamamu " lalu Al mencium kening Yuki lama
Namun Yuki tidak terganggu sedikitpun, dia masih asik di dunia mimpinya.
