Part 18

3.1K 265 22
                                    

     Pagi itu matahari tampak tidak bersinar seperti biasanya, nampak terdengar kicauan burung-burung. Embunpun nampak membasahi dedaunan, sementara jalanan nampak terlihat basah oleh bekas hujan semalam. Yuki menggeliat pelan, ia merasakan ada tangan kekar yang menindih pinggangnya. Pagi ini sangat dingin, namun Yuki merasa hangat karena pelukan erat dari suaminya. Yuki berbalik menatap tidur lelap suaminya. Tidurnya nampak lelap dan nyaman. Dia terlihat sangat tenang, ucap hati Yuki. Lalu Al bergerak, matanya perlahan mengerjap dan terbuka. Alangkah bahagianya ketika yang pertama ia lihat adalah gadis yang sangat ia cintai.

" aaaahhhhh rasanya aku sedang di surga, melihat bidadari yang tertidur disampingku dan menatapku tanpa sehelai pakaian yang menutupinya dan hanya selimut ini yang menutupi tubuh seksinya " ucap Al genit dengan suara seraknya. Wajah Yuki seketika memerah bak kepiting rebus.

" hahaha istriku sedang malu-malu " ucapnya sambil mencubit hidung mancung Yuki. Yuki hanya tersenyum. Al mencium pundak Yuki yang polos.

" sayaaang... " ucap Al ditengah aktifitasnya

" hmmmmh " jawab Yuki lembut

" berikan aku morning kiss " pinta Al tersenyum

" Al.... kamu genit ah " ucap Yuki tersenyum malu-malu

" kau akan memberikannya, atau aku yang akan mengambil paksa? " ancam Al tersenyum

" enggaakkk " ucap Yuki tertawa di susul dengan tawa Al yang langsung menarik istrinya.

     Rambut Yuki masih basah, setelah ritual mandinya yang beberapa kali Al gedor-gedor pintunya dan memaksa untuk masuk namun Yuki berhasil tidak mendengarkan Al. Kini Yuki disibukkan dengan aktifitasnya yang sedang membuat sarapan untuk suaminya tercinta. Sementara kini giliran Al yang sedang mandi. Al harus bekerja hari ini, karena ada Klien yang sangat penting untuk ia temui hari ini, maka dari itu rencana bulan madu mereka harus ditunda dulu, dan Yuki sama sekali tidak mempermasalahkannya. Bagi Yuki tidur dan terbangun dengan adanya Al disampingnya dimanapun mereka berada itu sudah membuatnya sangat bahagia. Yuki memakai dress santai berwarna purple. Tiba-tiba dari belakang ada yang memeluknya, lalu mencium pundaknya. Yuki tersenyum seolah sudah tau tangan siapa yang kini melilit perutnya.

" aromanya wangi " bisik Al ditelinga Yuki.

" aroma apa dulu nih? " ledek Yuki

" tubuh kamu dan masakannya " bisik Al pelan. Yuki mematikan kompornya karena acara memasaknya sudah selesai. Lalu ia berbalik menghadap Al dan mengalungkan tangannya di leher suaminya itu, Al menatap mata Yuki sangat dekat. Bibirnya tersenyum lebar

" I Love You " bisik Al sambil nyosor akan mencium bibir Yuki, namun dengan cepat Yuki menghindar, Al mengerutkan keningnya kesal

" kamutuh sembarangan bangetsiih?? Gimana kalau ada bibi? " timpal Yuki, Al tersenyum

" kalau gitu kita ke kamar " ajak Al dengan mata nakalnya.

" kamu apaansiihh, cepet siap-siap ah. Genit mulu deh " ucap Yuki sambil memakaikan dasi di kerah baju Al.

" rasanya malas sekali aku harus kekantor hari ini. Aku ingin sama kamu terus, setiap detik, menit, jam, bahkan sampai detik terakhirku " Al memegang kedua pinggang Yuki sambil menatap mata Yuki dalam

" Al..... udah ah, gombalin aku terus, aku siapin dulu nasinya ya " ucap Yuki mengusap pipi Al, namun Al menahan tangan Yuki yang mengusap pipinya lalu mencium telapak tangan Yuki sambil memejamkan matanya.

" aku sangat mencintaimu istriku " ucap Al lalu membuka matanya dan menatap mata Yuki dalam

" me too suami " jawab Yuki tersenyum. Yukipun berlalu, namun lagi-lagi Al menarik tangan Yuki dan memeluk tubuh istrinya erat.

OverprotectiveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang