Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu selalu peduli pada ku, tapi apakah aku pantas mendapatkannya?"
~♡♡~
"Jangan keluyuran dulu loh, langsung pulang" Jaemin nyeramahin gue yang udah turun dari bus dan Jaemin sendiri lagi berdiri di depan pintu bus, masih naik.
"Hooh, lagian gue juga capek" Gue memegang tas gue yang tersampir di samping.
"Kapan-kapan quality time lagi yuk?, tapi harus bener-bener mau quality time, jangan ngedadak kayak tadi"
Gue tersenyum. "Siap lah--- "
"Heh bocah! Lu mau turun apa mau gantiin pintu bus hah!!, ngejanteng mulu disitu!"
Gue agak tersentak kaget saat supir busnya ngomong ke Jaemin, tapi detik berikutnya gue ketawa kecil liat ekspresi Jaemin.
"E-- e... Maaf bang, iya saya gak turun. Bentar ya" Jaemin menoleh ke arah gue. "Udahan ya Eun, si abangnya ngamuk"
Gue mengangguk, lalu Jaemin berbalik memasuki bus lebih dalam dan saat itu juga bus langsung pergi dari hadapan gue.
Gue tersenyum tipis, berbalik, berjalan menuju komplek perumahan dimana rumah gue berada.
Masih di hari yang sama dan sekarang gerimis kecil, gue menghela nafas melihat trotoar jalan yang udah tertutupi air gerimis yang udah turun semenjak gue naik bus.
Beberapa orang di dekat komplek berlalu lalang mengunakan payung, sedangkan gue enggak. Syukur nya ini bukan hujan gede.
Gue agak berlari kecil saat rumah gue mulai tampak dari jarak kurang lebih 10 meter lagi.
"Eric!?"
Gue memelankan langkah saat melihat Eric yang sedang berjalan di sekitar komplek, lebih tepatnya dia lagi jalan di depan rumah gue.
Cowok berkacamata itu mendongak saat namanya di sebut. "Na-- Naeun?"
Gue mendekat, lebih tepatnya gue juga mau masuk ke rumah nanti. "Dari mana?"
"Oh itu, dari rumah temen. Dia tinggal di sekitar sini, agak jauh sih, beda blok" Ucap Eric dengan sebuah senyuman.
"Ouh gitu, kok jalan kaki?, gak bawa motor kah?" Tanya gue lagi.
"Hm iya, motor nya lagi di bengkel, jadi jalan kaki deh, nanti juga naik bus" Jawab Eric.
"Kenapa gak minta jemput sama mama atau papa lo?" Ucap gue lagi, kepo banget emang.
Eric tersenyum, "Aku gak mau ngerepotin mereka, lagian tinggal jalan apa susahnya, nanti juga bisa naik bus"