Gun berharap ia bisa mendeskripsikan perasaannya setiap kali ia bersetubuh dengan Off. Ia berharap ia bisa menceritakan setiap detail dari cara Off menyentuhnya, tapi setiap kali ia mencoba untuk memikirkan kalimat, pikiran itu melebur dan digantikan dengan kenikmatan.
Itu adalah pagi yang indah di hari natal, ketika keduanya terbangun terlalu pagi dan terangsang. Off adalah orang yang mulai menggodanya dengan memeluknya dari belakang dan mengusap-usap tubuh telanjang Gun dengan tangannya.
"Gun." Bisiknya di telinga Gun.
"Hmm?"
"Aku ingin bercinta sekarang." Kata Off, napas panasnya mengenai leher Gun.
"Kemarin malam kita sudah melakukannya." Gun menjawab dengan sedikit tertawa, ia ingin menjahili suaminya.
"Lagi." Jawab Off, "Aku ingin bercinta denganmu setiap hari, Gun. Beberapa kali. Ini hari libur, aku ingin menikmati tubuhmu dan tidak meninggalkan kamar seharian ini. Aku ingin bercinta denganmu, sesi bercinta panjang. Di pagi hari, di sore hari, di malam hari." Lidah Off bermain di telinganya. Napas Gun tercekat. "Bergerak dengan lembut, intens, penuh kasih, penuh nafsu, liar. Aku menginginkanmu sekarang."
Off Membisikan kalimat-kalimat romantis nan kotor ke telinganya yang membuat Gun tidak mampu untuk menolaknya.
Gun menutup matanya, merasakan bibir Off di belakang lehernya, merasakan jari-jarinya menelusuri panjang tulang punggungnya. Ada tekanan dari tangan yang hangat yang menggenggam penis mungil Gun, jari-jari tangan lainnya menyelinap di dalam dirinya, bibir menempel ke bibirnya. Off memindahkan tangannya dari penis Gun, dan beranjak naik lalu menjepit putingnya dengan menyakitkan dan nikmat. Gun mendesah di mulut Off.
Off berlutut di hadapannya, dia mengungkapkan rasa cintanya, menyembah Gun dengan mulutnya, mencium perutnya, pinggulnya, pahanya, dan akhirnya pada lubang yang lembab dan intim. Gun memanggil namanya dengan lembut, menahan kepala suaminya untuk tidak menjilatnya di bagian itu. Namun Off tetap melakukan hal yang ia pikirkan. Off melahap Gun, memegang kedua kakinya erat-erat dengan tangannya yang besar sementara dia meminumnya.
Gerak lidahnya berganti-ganti. Terkadang memutar, lalu ia akan melakukan jilatan yang panjang dan lesu, ia membiarkan erangan dan desahan Gun menjadi panduan untuk memuaskannya. Tubuh Gun bergetar dan Off tahu klimaksnya sudah dekat. Off menjauhkan kepalanya sebelum Gun sempat sampai pada klimaksnya.
"Kenapa berhe--ahh..." Dan belum sempat Gun selesai protes, bibir pria itu sudah mencapai dadanya, dia memetik putingnya sementara dia mengisap puting yang satunya lagi. Gun mengerang, mendesah tidak karuan. Dan Off melanjutkan siksaan manisnya sampai lutut Gun tertekuk.
Erangan Gun membuat kejantanan Off semakin mengeras, dan akan meledak jika ia tidak segera membebaskannya. Dalam waktu singkat, Off meraih pengaman dari dalam laci di samping kasur, lalu memakaikannya ke kejantanannya. Ia melebarkan kedua kaki Gun untuknya dan dia menenggelamkan dirinya di antara pahanya. Anggota tubuh Gun gemetar, ia melingkarkan kakinya di pinggang Ofg. Dengan antusias, ia mengalungkan tangannya pada leher Off, dan bibirnya bertemu bibir suaminya.
Meski Off tidak pernah menjaga tubuhnya dengan berolahraga, tubuh suaminya benar-benar luar biasa, itu yang selalu Gun pikirkan saat menyentuhnya. Gun menggerakkan tangannya ke belakang punggung Off, berpegangan padanya seakan ia akan jatuh jika tidak melakukannya.
Gerakan Off yang konsisten di awal kini berubah menjadi sedikit liat. Ia mulai menggerakan pinggulnya dengam tempo yang cepat. Kejantanannya muncul dan menghilang dalam beberapa detik.
Tubuh Gun kembali tersentak dan bergidik menanggapi klimaksnya yang datang lagi. Off mengeluarkan geramannya yang terdengar seperti binatang primal. Ia menurunkan tubuhnya dan mencium Gun dengan pinggulnya yang masih bergerak kencang. Gun meraih punggungnya, secara naluriah takut dia akan menghilang karena kenikmatan yang tidak kunjung berakhir itu. Tubuh Gun melengkung ke arah Off ketika ia sampai pada klimaksnya. Gun dapat merasakan kebahagian yang meluap-luap di dalam dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Off The Jerk
Fanfiction[COMPLETED] Yang Off inginkan hanyalah agar Gun Atthaphan meninggalkannya sendirian. Baginya untuk mundur dan berhenti menempel pada dirinya. Tapi Gun tetap saja menempel padanya tidak peduli seberapa keras ia mendorongnya. Sampai suatu hari Gun ben...
