Pagi ini aku bangun pada pukul 05.30 dan mulai menyiapkan diri untuk sekolah. Dengan susah payah aku berusaha duduk untuk bisa melipat selimut tipis yang aku gunakan. Akhirnya aku berhasil untuk duduk dan mulai merapikan letak bantal serta selimut dengan sedikit merangkak. Setelahnya aku berusaha menjangkau kursi roda yang berada didepan ku.
Tenang, aku sudah biasa untuk melakukan semuanya sendiri walaupun sulit, tak jarang juga aku jatuh ketika ingin menaiki kursi roda ku sehingga luka di bagian tangan. Apa boleh buat kalo sudah seperti itu? Merasa sakit pun tidak karena sudah saking seringnya.
Aku mulai mendorong kursi roda ku ke arah dapur untuk memasak sarapan serta bekal. Berpikir sejenak apa yang harus aku masak hanya ada telur satu dan ikan teri, yang mana untuk bekal dan yang mana untuk makan sekarang?
Hm tidak usah berpikir lagi aku memutuskan untuk memasak ikan teri saja. Cukup banyak untuk sarapan dan makan ketika istirahat sekolah.
Setelah masakan itu selesai aku memutuskan untuk mandi dan bersiap siap berangkat. Sebelumnya aku sarapan dan mengisi air minum ku. Semua sudah beres.
Waktu menunjukkan pukul 06.00, memang biasanya aku berangkat jam segitu, sebenarnya sekolah tidak jauh tapi kalian tau? Aku mendorong kursi roda ku sendiri untuk sampai di sekolah. Jujur, tangan ku suka sakit dan biasanya aku tidak bisa menulis disekolah.
Ketika aku keluar rumah aku bertemu seorang wanita tua yang baik sekali padaku. Bukan, dia bukan ibu ku tapi aku sudah menyayangi nya seperti orang tua ku.
"Selamat pagi, bu." Sapaku ketika ibu Riska merapikan letak jualannya. Ibu jualan nasi uduk ketika pagi hari. Karena dia juga adalah seorang janda dengan satu anak yang seumuran dengan ku dan satu sekolah juga. Cuma, dia seperti tidak suka dengan aku entah apa alasannya.
"Pagi, nak. Kamu sudah siap berangkat sekolah?" Tanya ibu dengan senyum tulusnya. Andai saja ibuku masih ada mungkin akan lebih bahagia melihat senyumnya di pagi hari.
"Iya, bu. Andi berangkat ya." Ucapku sambil menyalim tangannya lalu mulai mendorong kursi roda ku.
Ketika aku mulai berjalan suara motor mendekat ke arahku, ternyata itu Oji, anak ibu Riska yang aku ceritakan tadi. Dia menatap ke arah ku dengan tatapan remeh. Lalu dia tertawa sambil melihat aku dari bawah sampai atas.
"Kasian banget sih lo, ke sekolah pake kursi roda. Udah kumuh begitu lagi. Gak punya uang buat beli kursi roda baru apa?" Aku hanya mendengar hujatan demi hujatan dari mulut Oji. Aku bisa apa? Melawan? Ah bisa apa aku ini.
Oji sengaja menggeber motornya lalu pergi dari depanku, aku pun buru buru untuk sampai ke sekolah.
______________________________________
Enjoy,
H
