"Lalu hubungannya dengan Melvin apa?" Aku sempat ragu untuk mengatakan ini karena ini hanya firasat yang timbul setelah semua perlakuan Melvin padaku. Kami tidak kenal tapi dia langsung memperlakukan aku seperti itu.
"Seperti yang aku katakan, papa selingkuh dengan tanteku. Aku tidak tau menahu hubungan mereka tapi firasatku mengatakan kalau Melvin adalah anak dari tanteku itu," ucapku yang sedikit ragu dengan apa yang aku katakan. Yara terkejut mendengar ucapanku barusan.
"Anak tante lo?" Tanya nya berusaha percaya. "Aku tidak tau tapi firasat bisa saja salah."
"Hmm... Terus bukti apa yang meyakinkan lo untuk bilang gitu?"
Aku menatap lurus taman dan membuang nafas berat. "Aku pernah diberitahu foto tante, dan ya, mereka mirip. Bagian mata dalam foto itu aku ingat sekali."
Kejadian itu seperti terulang.
Saat itu aku sedang mengerjakan tugas sedangkan mamaes memasak untuk makan malam. Aku kesulitan menjawab soal karena lupa rumus aku memutuskan untuk mengambil buku paket yang berada di meja belajar. Diatas buku ada foto foto yang berwarna hitam putih dengan tiga orang wanita tersenyum mengarah depan. Senyum mereka sangat lepas.
Saat itu aku bisa tau sebelah kiri adalah mamaes, ditengah adalah mama dan yang sebelah kanan aku ragu kalau itu adalah dia. Dengan keberanian aku menanyakan mamaes didapur. Aku bertanya dan mamaes tidak seperti berpikir salah kalau mengiyakan, mamaes menjawab kalau itu adalah tante Friska.
"Andai fotonya masih ada ya, kita bisa buktiin langsung." Benar kata Yara karena aku mau menghentikan semua yang dia lakukan. Aku mau berbicara tapi aku takut bukan itu atau firasatku salah.
Aku merenung diam dan Yara pun begitu, hidupku penuh misteri. Aku belum pernah bertemu dengan papa tapi aku tau wajah papa dari foto saja, mamaes tidak pernah menyembunyikan siapapun setelah aku sudah lumayan besar waktu itu.
Aku tidak dapat kasih sayang dari kedua orangtuaku, sendiri dan terus merasa kesepian. Berharap nantinya ketika aku mungkin mempunyai anak aku akan menjadi orang tua yang selalu ada untuk anakku. Memang masih jauh tapi itu harapanku, masa lalu tidak akan sama dengan masa depanku.
"Berarti kalau bener, Melvin itu kayak sepupu atau adik tiri lo?" Tanya Yara seperti berpikir dan menanyakan hal yang tidak menyindir. "Aku tidak tau, mamaes tidak pernah memberitahukan soal itu. Jadi mungkin aku harus cari jawabannya sendiri. Agak masuk akal semisal dia adalah anak perselingkuhan papa. Tapi aku tidak tau."
"Hmm yaudah gausah dibahas lagi, maaf kalau jadi nanya nanya gitu ya," ucap Yara yang menepuk lenganku dengan pelan, aku kaget dan merasa nyaman saat itu. Seperti apa ya, seperti dapat semangat lagi.
Aku tersenyum dan mengangguk. Kami memutuskan pulang karena jam segini adalah jam jualanku. Sudah lama tidak mengobrol dengan mas Adit.
***
"Andi, kemana aja kemarin tuh? Kok gak jualan? Sakit atau patah hati?" Tanya mas Adit yang duduk disebelahku. Aku menggeleng, "Gak patah hati, mas, tapi males jualan aja." Iya aku berbohong.
"Jangan bilang males! Bilang aja butuh istirahat, iya kan?" Aku mengangguk saja karena tidak ingin membahasnya. Biarlah aku yang tau bagaimana hari kemarin.
"Gimana mas? Laku banyak gak nih?"
"Tambah aja sih tiap harinya. Biar sekalian nyicil biaya nikah nih," kata mas Adit kemudian pembeli datang memesan kopi. Mas Adit mengambil gelas dan membuka bungkus kopi itu. "Hahaha biar mewah ya mas nikahannya."
Sambil menuang air panas mas adit menjawab, "Boro boro mewah, Ndi, yang biasa aja udah syukur bisa nikah sama jodoh."
Aku tertawa dan mas Adit mengantarkan kopi ke pembeli tadi. Tak lama ada seseorang datang dengan jaket biru dongker, kepalanya terus menunduk tapi bisa menunjuk gantungan kunci yang dia mau.
"Lima ribu harganya." Aku menyebut harga dan pembeli itu membuka jaketnya lalu membayar. Seorang wanita yang usianya mungkin umur 40 tahun lebih. "Sama yang beruang ya."
Aku menyebut totalnya dan wanita itu membayar lalu pergi dengan menutup wajahnya lagi. Mataku tidak bisa berpaling karena wajahnya mirip dengan Yara!
Berusaha melupakan wanita tadi dan lanjut ngobrol dengan mas Adit.
______________________________________
H
ayooo, kira kira Yara punya kisah seperti apa ya? Terus siapa coba wanita itu?
Btw, terimakasih sudah 2k+ semoga ttp terus disini.
Lopu
Enjoy,
H.
