25. Ternyata Markas itu...

668 72 5
                                        

Aku tidak memperhatikan dengan jelas takut ketahuan. Masuk rumah aku langsung berpikir bahwa Oji adalah salah satu anggota dari kumpulan pria kemarin.

Semuanya bisa aku susun, malam Oji pulang dengan motor, malam itu juga aku melihat mobil Yara dengan pria yang turun membawa sesuatu. Sekarang pun aku melihat dengan jelas.

Aku segera mencari alamat rumah kemarin yang aku letakkan di atas meja. Alamatnya tidak begitu jauh dan aku bisa ke sana besok. Aku harus tau semuanya yang dimaksud oleh mama Yara.

***

Yara sudah pulang dengan menaiki mobil yang biasa menjemputnya. Aku pura pura pulang tapi aku bersembunyi di warung yang pernah aku dan Yara kunjungi. Aku berjalan melintasi jalan raya, banyak sekali klakson yang berbunyi kadang aku pusing melihat keramaian dan kebisingan seperti ini.

Jalanku bisa saja oleh jika seperti ini, tapi aku sudah terbiasa berjalan lama menaiki kursi rodaku. Benar benar kuat kursi roda ini.

Ketika aku berjalan tiba tiba saja sebuah mobil berhenti didepan ku, kacanya terbuka dan aku bisa tau bahwa itu adalah mama Yara.

"Mau kemana?" Tanyanya yang sudah keluar dari mobil.

"Nyari alamat kemarin buat nyari tau ada apa," jawabku jujur, ia mempersilakan aku menaiki mobilnya dan menyuruhku masuk. Jadilah kami bersama pergi ke markas itu karena itulah tujuan pertamaku.

Karena markas itu yang sepertinya memiliki jawaban, kasihan ibu Yuyun karena ulah Oji. Aku ingin membantu cari tau apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah menempuh perjalanan 10 menit akhirnya kami berhenti agak jauh dari rumah itu. Kami masih tetap di mobil memantau rumah tersebut.

Kondisi rumahnya bagus dan seperti baru, catnya berwarna putih bercampur coklat. Aku ingin lihat apa benar Oji ada disitu atau tidak.

"Dirumah itu banyak sekali orang, mereka bersama sama mencari uang dengan cara apapun. Rumahnya seperti terawat dari depan tapi aku tidak tau kondisi dalamnya," ujarnya sambil menunjuk rumah tersebut.

Sebenarnya aku masih penasaran kenapa aku bisa dikenal oleh mama Yara dan tiba tiba ia memberiku alamat. Ingin menanyakan hal itu tapi aku merasa harus cari tau sendiri.

"Sebenarnya ada apa ini Tante? Kenapa semuanya seperti aneh disekitar ku? Kenapa tante bisa mengenalku?" Aku tidak kuat untuk tidak menjawab. Setidaknya kalau tidak mau menjawab bisa kasih sedikit clue.

"Didalam rumah tersebut ada seorang pria, anak tirinya, dan seorang wanita. Semua kenal kamu dan kamu tau mereka."

Aku tercengang.

"Tante ini siapa sebenarnya?" Aku menanyakan lagi dengan nada tinggi.

"Saya adalah sahabat dari mama kamu. Selama ini saya selalu berada di lingkungan kamu walaupun kamu tidak sadar tapi sebenarnya saya selalu ada di dekat kamu," ucapnya sambil menatapku dengan serius. jujur aku kaget mendengarnya karena selama ini tidak ada seorangpun yang gerak-geriknya mengawasi aku dari jauh maupun dari dekat.

"Jangan berpikir Yara mendekati kamu karena saya. Malah saya kaget waktu kalian dekat. Setelahnya barulah saya bilang kepada Yara kalau saya juga menjaga kamu dari jauh makanya Yara suka didekat kamu karena kamu baik dan atas amanat saya."

HeridsonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang