Terjadi sesuatu.

5.6K 132 6
                                        

{Jangan lupa tinggalkan komentar dan juga tekan bintang. Budayakan follow akun milik saya terlebih dahulu sebelum membaca. Selamat membaca reders ❤️}.

****
Gadis itu melangkahkan kakinya menuju gedung yang menjulang. Beberapa kali dia mendecak kagum saat melihat interiornya yang terkesan mewah dan klasik.

"Sultan mah bebas." Gumamnya.

Ketukan high'heels itu mengundang tatapan mata mengarah padanya. Tatapan penasaran dan tatapan mengintimidasi dapat di rasakan.

Dress putih dengan lengan bahu terbuka, di bagian perut di rajut, bagian lengan menggelembung. Make up tipis, rambut di gerai. Menambah kesan cantik di sana.

Gadis itu mendekati resepsionis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gadis itu mendekati resepsionis. Dia tersenyum ramah pada pegawai di sana. Katanya hitung-hitung latihan yang mana sebentar lagi akan menjadi nyonya Felix. Mengingat pemikirannya tadi membuat dia tertawa kecil.

"Permisi. Saya bisa bertemu Mr. Felix?." Tanya gadis itu.

"Sudah buat janji?." Tanya resepsionis itu ramah.

Bilang saja, Alana Queenzia ingin bertamu." Sahut Alana membuat resepsionis itu tercengang saat mendengar nama Alana.

"Anda anak dari pak Bryan Sagara?." Tanya resepsionis itu kaget.

Alana meringis, kemudian dia mengangguk singkat. "Boleh hubungkan?."

"Oh tentu Mrs." Balas resepsionis itu.

"Terimakasih." Tulus Alana.

Lima menit menunggu. Alana menoleh saat melihat resepsionis itu berujar bahwa Felix sudah menunggu nya di atas. Setelah mengucapkan terimakasih. Alana berjalan menuju lift.

Beberapa kali dia menghembuskan nafasnya berat. Dia benar-benar di buat grogi saat ingin bertemu dengan pria dan baru pertama kali ini.

Ting..

Pintu lift terbuka. Alana melangkah mendekati ruangan yang hanya ada satu di lantai 55 ini. Wae cukup mengejutkan bagi Alana.

Tok.. tok .

Alana mengetuk pintu. Satu menit masih menunggu, dua menit masih menunggu, tiga menit masih sibuk menunggu. Hingga sepuluh menit membuatnya mendengus kesal.

"Maaf nunggu lama."

Perkataan dingin itu menyentak nya. Dia menoleh, mendapati Felix yang berdiri di belakangnya. Dengan penampilan yang.... Kemeja putih terbuka kancing atasnya, lengan tangan di gulung sampai siku memperlihatkan otot lengannya, rambut acak-acakan dan keringat. Alana menelan ludahnya kasar, pemandangan di depannya ini benar-benar errrr.. sexy.

"Mami.. aku dapet Jack pout." Batin Alana.

"Hei." Tegur Felix.

"Ahh maaf." Lirih Alana merona.

CONFIDENT ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang