Cerita ini berkonten dewasa dan mengandung unsur kekerasan.
Warning!!!!
Best rangking
#1 Jimin 2020
#9 London 2020
#Romansa
#cinta
#Seks
#hfcreaktions
#Fantasti
Boran deushi muneojeosseo Badageul ttulko jeo jihalkkaji Ot kkeutjarak japgettago Jeo nopi du soneul ppeodeobwado
Dashi kamkamhan igose Light up the sky Ni du nuneul bomyeo I'll kiss you goodbye Shilkeot biuseora kkoljoeunikka Ije neohi hana dul set
Ha how you like that? You gon' like that that that that that That that that that How you like that? (Barabim barabum bumbum) How you like that that that that that That that that that
Now look at you now look at me Look at you now look at me Look at you now look at me How you like that Now look at you now look at me Look at you now look at me Look at you now look at me How you like that
🎼How you like that- Balckpink 🎶
{Jangan lupa tinggalkan komentar dan juga tekan bintang. Budayakan follow akun milik saya terlebih dahulu sebelum membaca. Karena ada beberapa part yang saya privasi mulai sekarang. Thanks you❤️}
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
================================
Felix Story's
"Kau milikku. Hanya aku !." Aku berkata dari hati di ambang gairah menggebu
" Ya aku milikmu!." Balas Alana.
Balasan lirihnya membuat sesuatu dalam diriku memberontak meminta terpuaskan. Melihat mata sayunya membuat otak Ki selalu berantakan. Mendengarkan desahnya yang merdu membuat gairah ku terus memuncak.
"Felixhhh!."
Desahannya begitu lirih saat aku mengecup lembut lehernya. Wangi dan lembut itulah yang aku rasakan. Aku menggeram rendah merasakan sensasi menggairahkan yang membuat ku selalu candu.
"Alana!."
Aku menggeram rendah saat jari lentiknya mengusap lembut dadaku. Menancapkan kukunya yang bercat merah itu di dadaku. Desiran itu semakin aku rasakan saat bibirnya mengecup lembut rahangku. Astaga,betapa hangat dan lembutnya bibir ranum itu.
"Malam ini.. aku ingin dirimu sayang!." Bisiku.
"Aku untukmu!".
"Alana!."
Aku terlalu bernafsu saat melihat separuh badannya yang terekspos. Tangan ku merambat menghapalkan setiap inci tubuhnya. Yang meski aku sudah hafal. Bahkan titik kenikmatannya.
Aku menggeram. Kulitnya amat lembut dan halus. Putih seputih susu. Rasanya lidah ku terlalu gatal jika tidak mengecapnya sedikit pun.
"Kau ingin anak berapa?."
Pertanyaan yang di lontarkan Alana membuat fokus gairah ku terpecah. Mata ku menatap matanya yang terpejam.