Smile(private part)

2.9K 95 0
                                        

Mencintai dalam sepiDan rasa sabar mana lagiYang harus kupendam dalamMengagumi dirimu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam
Mengagumi dirimu

Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku
Tersadar dan sedikit menepi

Tak ada waktu kembali
Untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu diawal dulu
Ku tahu dirimu dulu
Hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedihm

🎼Menepi-Ngatmombilung🎶

Selamat hari raya idul Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin...

{Jangan lupa tinggalkan komentar dan juga tekan bintang. Budayakan follow akun milik saya terlebih dahulu. Selamat membaca reders 💜}
====================================

Felix Story's.

Tak pernah bisa ku bayangkan. Setiap detik senyum ku selalu terukir begitu saja saat mata ini terlalu suka menatap dirinya. Senyumnya adalah tujuan ku. Tawanya adalah kebahagiaan ku. Dan tangisnya adalah rasa sakitku.

Alana. Istriku. Kini sudah tak lagi berada dalam rumah sakit. Telah berpulang kemarin sore. Pagi ini rasanya begitu bahagia. Melihatnya masih terlelap dalam dekapan ku. Membuat rasa bahagia ku selalu membuncah setiap melihat wajah damainya.

Bibir ranumnya yang terbuka sedikit seolah menarikmu untuk mengecap rasa manisnya. Helaian nafasnya yang menerpa dadaku seolah membangkitkan gairahku. Wangi vanila dalam dirinya membuat ku mabuk berada di sisinya. Tapi aku selalu suka. Kulit putih halusnya membuat tangan dan bibirku ingin selalu menjelajah lebih jauh. Menikmati setiap inci kelembutannya.

Tubuhnya yang hanya terlalu Membuat ku mabuk akan dirinya. Tubuhnya yang selalu membuat ku candu akan kelembutannya.

"Alana. Sayang." Bisik ku memanggilnya.

"Hmm..." Hanya gumaman yang ku dapatkan. Aku tertawa kecil. Dia amat menggemaskan.

"Bangun sayang, apa kau terlalu lelah karena semalam." Bisiku serak mengingat malam panjang kami. Melepas rindu yang tersimpan rapi.

"Ayolah sayang. Aku masih mengantuk." Desahnya membuat gairah ku bangkit.

"Sayang kau membangunkannya." Serakku.

"Salah sendiri kenapa kau begitu rakus padaku." Kesal nya membuatku terkekeh geli.

"Kau tau sayang tubuh mu seolah nikotin bagiku. Aku selalu candu akan rasa berada dalam dirimu." Bisik ku.

Tanganku terlalu gencar. Meraba punggungnya yang mengintip dari balik selimut. Yeah, kami hanya berbalut selimut tanpa pakaian sehelai pun. Kulitnya yang halus bertubrukan dengan kulit ku Membuat mi merasakan sensasi yang menggairahkan.

CONFIDENT ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang