Cerita ini berkonten dewasa dan mengandung unsur kekerasan.
Warning!!!!
Best rangking
#1 Jimin 2020
#9 London 2020
#Romansa
#cinta
#Seks
#hfcreaktions
#Fantasti
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mencintai dalam sepi Dan rasa sabar mana lagi Yang harus kupendam dalam Mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya Nyaman didalam pelukannya Yang mampu membuatku Tersadar dan sedikit menepi
Tak ada waktu kembali Untuk mengulang lagi Mengenang dirimu diawal dulu Ku tahu dirimu dulu Hanya meluangkan waktu Sekedar melepas kisah sedihm
🎼Menepi-Ngatmombilung🎶
Selamat hari raya idul Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin...
{Jangan lupa tinggalkan komentar dan juga tekan bintang. Budayakan follow akun milik saya terlebih dahulu. Selamat membaca reders 💜} ====================================
Felix Story's.
Tak pernah bisa ku bayangkan. Setiap detik senyum ku selalu terukir begitu saja saat mata ini terlalu suka menatap dirinya. Senyumnya adalah tujuan ku. Tawanya adalah kebahagiaan ku. Dan tangisnya adalah rasa sakitku.
Alana. Istriku. Kini sudah tak lagi berada dalam rumah sakit. Telah berpulang kemarin sore. Pagi ini rasanya begitu bahagia. Melihatnya masih terlelap dalam dekapan ku. Membuat rasa bahagia ku selalu membuncah setiap melihat wajah damainya.
Bibir ranumnya yang terbuka sedikit seolah menarikmu untuk mengecap rasa manisnya. Helaian nafasnya yang menerpa dadaku seolah membangkitkan gairahku. Wangi vanila dalam dirinya membuat ku mabuk berada di sisinya. Tapi aku selalu suka. Kulit putih halusnya membuat tangan dan bibirku ingin selalu menjelajah lebih jauh. Menikmati setiap inci kelembutannya.
Tubuhnya yang hanya terlalu Membuat ku mabuk akan dirinya. Tubuhnya yang selalu membuat ku candu akan kelembutannya.
"Alana. Sayang." Bisik ku memanggilnya.
"Hmm..." Hanya gumaman yang ku dapatkan. Aku tertawa kecil. Dia amat menggemaskan.
"Bangun sayang, apa kau terlalu lelah karena semalam." Bisiku serak mengingat malam panjang kami. Melepas rindu yang tersimpan rapi.
"Ayolah sayang. Aku masih mengantuk." Desahnya membuat gairah ku bangkit.
"Sayang kau membangunkannya." Serakku.
"Salah sendiri kenapa kau begitu rakus padaku." Kesal nya membuatku terkekeh geli.
"Kau tau sayang tubuh mu seolah nikotin bagiku. Aku selalu candu akan rasa berada dalam dirimu." Bisik ku.
Tanganku terlalu gencar. Meraba punggungnya yang mengintip dari balik selimut. Yeah, kami hanya berbalut selimut tanpa pakaian sehelai pun. Kulitnya yang halus bertubrukan dengan kulit ku Membuat mi merasakan sensasi yang menggairahkan.