Happy readings
Jangan lupa vote dan comment ya gaes!
Tok.. Tok..
"Sayang."panggil Raya seraya membuka pintu kamar putranya itu.
"Astaga belum bangun? Jadi temenin mama nggak?"tanya Raya sambil membuka tirai yang menutupi kaca besar itu.
"Ah! Mama silau."
"Ayo bangun. Arkan udah janji temenin mama ke toko bahan kue loh."
"Sama papa aja. Arkan ngantuk."
"Ayo bangun."pinta Raya lalu mengambil remot AC di nakas dan mematikan AC tersebut.
"Mama jangan di matiin."
"Bangun Arkan."ucap Raya sambil mengelus rambut Arkan.
"Oke, oke Arkan bangun."
Setelah tiga puluh menit bersiap di kamarnya, Arkan segera keluar dan menemui Raya yang sedang membaca majalah di ruang tamu.
"Ayo ma."ajak Arkan sambil membenarkan letak jam tangannya yang sedikit bergeser.
"Wuih, anak mama emang ganteng."puji Raya.
"Yuk."
Author pov
"Rena mama masuk dulu yah, kamu bantuin kak Sheina buat ngecek cake- cake nya."ucap Nana kepada putrinya.
"Oke."
Hari ini kegiatan Rena adalah membantu bunda nya bekerja di toko kue milik sang bunda. Ya, Nana memiliki toko kue yang cukup besar. Ia merintis bisnisnya ini sejak Rena berada di Bandung, karena ia sama sekali tidak memiliki kesibukan dan terlebih lagi ia sangat hobi membuat aneka macam kue.
"Hai kak? Apa kabar?"sapa Rena kepada Sheina, pekerja di toko kue milik Nana ini.
"Baik, gimana kamu Ren?"
"Baik juga kak."
"Gimana rasanya di Jakarta? Lebih enak di Bandung apa di Jakarta?"
"Enak.. Gatau deh kak, hehe."jawab Rena sambil nyengir.
"Kakak kesana dulu ya, kamu bisa rapiin cake nya. Mau coba juga gapapa."
"Hehe, kakak bisa aja."ujar Rena sambil nyengir. Sebelumnya Nana telah mengenalkannya dengan Sheina, alhasil Rena dan Sheina sudah lumayan akrab.
"Selamat datang."ujar Kak Sheina sopan sambil tersenyum ketika ada pengunjung yang mengunjungi toko kue ini.
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Kak, aku keluar dulu ya."pamit Rena seding berbisik kepada Sheina, karena takut menganggu kenyamanan pengunjung.
"Oke."jawab Sheina dengan mengecilkan volume suaranya.
Arkan pov
Saat ia sedang fokus memerhatikan padatnya jalanan kota pada pagi hari ini, pandangannya teralihkan oleh seorang gadis yang baru saja keluar dari toko kue. Gadis itu mengenakan dres selutut berwarna baby blue, juga bandana di kepalanya.
"Rena yah? Cantik."gumamnya.
"Arkan kamu lihat apa? Gitu banget."ucap Raya membuat Arkan terkejut seketika.
"Eh, enggak ma."
"Perhatiin depan, jangan ngelihatin kemana- mana."tegur Raya.
Author pov
"Astaga! Kan pintu mobil di kunci sama bunda."ujar Rena sambil memijat pelipisnya.
Tujuan Rena keluar adalah untuk mengambil handphone nya yang tertinggal di dalam mobil sang bunda. Namun ia tak berpikir bahwa pintu mobil di kunci oleh bunda nya. Alhasil ia harus balik lagi ke dalam butik untuk meminta kunci mobil.
"Rena habis darimana?"tanya Sheina.
"Mau ambil handphone kak, tapi lupa kalo pintunya di kunci."
"Astaga, Rena, Rena."heran Sheina.
Tok.. Tok..
"Masuk."
"Bunda, pinjam kunci mobil dong. Handphone Rena ketinggalan di mobil."
"Oh itu ada di dalam tas bunda."
"Oke."
Dan akhirnya Rena kembali lagi ke tempat dimana mobilnya berada. Ia mulai menekan tombol hijau yang tertera pada kunci mobil tersebut untuk membuka pintu mobil.
"Nah dapet."ujarnya ketika mendapatkan handphone itu. Selepas mendapatkan keinginannya itu, Rena kembali lagi menuju toko kue dan langsung menghampiri sang bunda untuk meneyerahkan kunci mobil.
"Makasih bunda."
"Iya sama- sama."
"Sayang, bunda minta tolong dong. Beliin bahan kue yang bunda tulis disini ya. Toko bahan kue ada di dekat persimpangan jalan sana."
"Ini uangnya."
"Siap bun."
Rena kembali mendorong pintu kaca besar itu, untuk keluar dari toko kue. Menyusuri trotoar yang dipadati oleh pejalan kaki. Ia berjalan sendiri dengan kaki mungilnya menuju persimpangan jalan. Baru kali ini Rena merasakan udara segar menyapanya. Banyak pepohonan tumbuh di sekitar trotoar.
Tidak lebih dari sepuluh menit, ia sudah sampai di persimpangan jalan. Kemudian ia mencari toko bahan kue yang dimaksud bunda nya.
"Selamat datang kak."ujar pegawai toko itu ramah. Rena lalu mengambil keranjang belanja dan mulai mencari bahan- bahan yang dipesan Nana. Namun, saat ia ingin mengambil bahan kue yang berada di rak paling atas itu, Rena tak sengaja menyenggol seorang pria yang berada di samping nya.
"Maaf, maaf."ujar Rena sambil menundukkan kepalanya sebentar lalu mendongak.
"Lo Rena kan?"tanya pemuda itu yang mengenali Rena.
"Kak Arkan disini? Aku disuruh bunda buat beli bahan- bahan kue. Tapi mau ambil bahan yang itu malah nabrak Kak Arkan."
"Oh."ucap Arkan lalu tangannya bergerak ke atas mengambil bahan kue yang dimaksud Rena."
"Ini?"
"Iya. Makasih ya, kalau gitu aku duluan ya."pamit Rena lalu di angguki oleh Arkan.
To be countinued
Jangan lupa vote dan comment ya gaes. Biar aku semangat buat update dan ngelanjutin part ini
Sabtu,25 Januari 2020
See you gaes👋
KAMU SEDANG MEMBACA
KETOS My Heart [Completed]
RomanceTahap REVISI!! [Maaf kalau cerita belum sempurna] "Aku tidak akan meninggalkanmu, apapun yang terjadi." - Rena Kanesya Aditama. "Aku berjanji hal itu tidak akan pernah terjadi." - Arkan Vino Hinata. Seorang gadis cantik yang memulai masa "sma" nya d...
![KETOS My Heart [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/212390965-64-k751099.jpg)