22

274 25 1
                                        


'Jein! tanganmu!'

Pribadi itu lantas mengerutkan keningnya bingung. "Tangan Jein kenapa?" tanya Jin khawatir

"Hyung, Kau telfonan sama Jein?" tanya Jungkook lengkap dengan sandwiches di tangan kanannya untuk menjadi makanan pertamanya hari ini.

Jelas Jin tersontak kaget ketika tiba-tiba pribadi Jeon itu sudah berada di belakangnya entah sejak kapan. Ya Tuhan! kenapa manusia ini senang sekali muncul tiba-tiba macam setan. Gila!

"Aniyo. tadi Hyung sedang menelfon Yara, tapi tiba-tiba Dia meneriaki nama Jein" tutur Jin menjelaskan pribadi Jeon yang tengah penasaran akan suatu hal itu.

Pria bersurai seleher itu mengerutkan keningnya. Otaknya seakan-akan bertanya-tanya-- untuk Apa Hyungnya itu menelfon yeoja di pagi buta seperti ini? Baguslah Jika worldiwde handsome itu tidak menelfon gadis bernama Jein. Jika iya itu terjadi, Jeon tidak akan tinggal diam.

"Jein kenapa Hyung?" Khawatir seakan menimpa paras tampan Jungkook membuat pribadi Kim itu menaikan sebelah alisnya.

"Kenapa Kau khawatir seperti itu?"

Jungkook meraih tengkuk lehernya pun mengusapnya sembari mengigit birai bawahnya mencari alasan yang pas untuk menutupi suatu hal. Lantas pribadi Kim itu semakin penasaran dibuatnya.

"Aku menyukai semua Army, dan Aku tidak mau salah satu dari mereka terluka" Jelas Jungkook semakin membuat pria berpiyama RJ dengan celana hitam kain--polos yang membungkus rapi dari bawah pusar hingga perpotongan tungkai kaki heran.

Sedikit catatan--mungkin ini adalah perpaduan yang aneh antara piyama dengan celana pendek hitam di pagi hari. Namun, Tampaknya Jin tidak begitu peduli dengan semua ini sebab hanya keenam wajah member BTS yang Ia lihat di pagi ini. Tujuh ditambah managernya yang selalu siap siaga dimanapun, dan kapanpun. Delapan tambah dirinya.

"Alasan" Imbuhnya seraya memutar kepalanya seratus delapan puluh derajat ke arah ponsel berniat melanjutkan kegiatan menelfonnya yang sempat tertunda karena ada satu bocah yang tiba-tiba saja menampakan diri dibelakangnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Alasan" Imbuhnya seraya memutar kepalanya seratus delapan puluh derajat ke arah ponsel berniat melanjutkan kegiatan menelfonnya yang sempat tertunda karena ada satu bocah yang tiba-tiba saja menampakan diri dibelakangnya.

"Beneran Hyung!"

'Aku tutup dulu ya' Ucap pribadi di sebrang telfon sana bersamaan menutup acara panggilan mereka di pagi buta.

"Jadi,-" Imbuh Pria berbaju hitam pun celana pendek hitam sebagai pelengkap dengan paras menelaah Jin-- minta diberi penjelasan lebih lanjut.

"Mungkin Jein jatuh. Coba Kau tanya sendiri anaknya" Lanjut Jin seraya mengangkat lututnya--berdiri berjalan keluar mencari makanan yang enak disantap sebagai hidangan pembuka dipagi hari.

"Dasar Tua bangka" titah Jungkook dengan bibir yang Ia maju-majukan-- kesal.

Jungkook tidak segan-segan menghujat Jin ketika manusia itu berubah menjadi orang yang paling menyebalkan di muka bumi ini. Pernahkah Jungkook bercerita bahwa Ia datang dari Busan ke Seoul dan mengikuti audisi bighit entertaiment untuk membully Jin? Jika belum, Itu satu dari dua alasan mengapa Dia menjadi salah satu member  BTS sekarang.

3 TIMES || KSJ ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang