9

345 33 2
                                        

Rushing without stopping

In a rough rainstrom

lost my way

in a complicated world without an exit

Lost - BTS

'Yara, Aku akan menjemputmu satu jam lagi. Bersiaplah!' Ujar Willson dari balik ponsel yang digenggam Yara

"Arraseo" Jawab Yara bersamaan memutuskan panggilan mereka.

Willson hanya tidak tau bahwa dirinya sudah mempersiapkan diri sejak jam wekker di kamarnya menunjukan angka 15.00 dan sekarang sudah tertera angka tujuh belas titik enol enol di jam wekker tersebut.

Jein juga sebelas dua belas dengan Yara. Ia sudah bersiap diri sejak jam dinding yang tergantung jelas diatas televisinya itu menunjukan pukul lima belas titik lima belas. Angka yang bagus bukan.

ding dong

Jelas, Jein segera berlari kearah pintu, lantas menyibakan pintu besi tersebut kedalam. Dan, terlihat Soobin disana yang tengah menunjukan senyum manis termanisnya sekarang. Entah mengapa Soobin tampak sangat tampan walaupun hanya menggunakan hoodie putih dengan garis-garis pink sebagai luaran dan celana training hitam yang membalut kaki panjangnya.

Ia berdiri tegap di depan ruang apartement Jein sembari jemari memegang tengkuknya. Lantaran Soobin melihat kearah Jein yang menggunakan baju hitam yang cukup kebesaran di badannya, dengan celana pendek denim yang tertutupi kaus hitamnya.

"Masuk dulu Soobin-ssi" Ujar Jein seraya mempersilakan Soobin masuk

"Nuguya?" tanya Yara yang baru saja keluar dari kamarnya setelah merasa siap.

Lantas membulatkan matanya sempurna mendapati Soobin disana. Tentu, Soobin membungkuk ketika melihat Yara yang baru saja keluar dari kamarnya. Soobin masih menghormati Yara karena Yara lebih tua satu tahun darinya.

"Soobin-ssi, sudah lama sekali!" Ujar Yara semangat

"Noona apa kabar?" tanya Soobin pada Yara

Yara menunjukan senyum termanisnya. Lantaran, Ia merindukan Soobin! sangat! Walaupun Soobin tidak serindu itu dengan Yara, tetapi ketika melihat Yara, Rasa rindunya seolah terbayarkan semua selama ini.

"kabarku baik. Kau bagaimana di Amerika sana? jangan-jangan sekarang Kau sudah mempunyai kekasih mata biru ya?" tanya Yara

Lagi-lagi Soobin menunjukan senyumnya. Yara memang benar-benar tidak berubah saat bersemangat. Kicauannya selalu sukses membuat Soobin tertawa sesekali. Dulu sewaktu dimasa sekolah, Jein slalu dicelotehi oleh Yara ketika melakukan kesalahan kecil, atau karena Yara sedang bersemangat. Jelas! Soobin selalu tertawa saat itu. Lucu sekali dimatanya.

"Kau kayak tidak tau saja... Soobin sangat pemalu di depan Yeoja asing" Jein tiba-tiba menimpali.

Soobin tertawa diiringi tawa pribadi Kim itu. Kegiatan melepas rindu mereka bisa terbilang sangat unik, Seraya Jein mengambil tas selempangnya yang terpampang cantik diatas sofa.

"Kau mau bareng kami?" tanya Jein

Yara menggeleng kecil. Ia lebih memilih menunggu Willson yang katanya akan sampai diapartementnya satu jam lagi. Semoga Namja itu menepati janjinya dan tidak telat. Setidaknya mereka masih memiliki waktu berdua di mobil, dan pastinya sebelum bertemu Hyuna di Mall nanti.

3 TIMES || KSJ ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang