Bab 4 :: Mendambakan

1.9K 271 8
                                        

Taeyong memikirkan Jaehyun setiap hari, sembari menikmati waktu senggang dari segala tuntutan penampilan di hadapan publik. Itu memberinya waktu bernapas, juga kesempatan untuk berpikir. Bagaimanapun, kesenggangan ini akan segera berakhir, sebab perusahaan sudah mengumumkan tanggal comeback-nya. Enam minggu dari sekarang.

Taeyong memang sangat bersemangat untuk menampilkan lagu barunya, tetapi hal itu berbanding terbalik dengan perasaan mengenai segala aktivitas yang akan menuntut ia untuk tampil kembali di hadapan publik.

Ketika terakhir kali meninggalkan Jaehyun di kedai kopi, pemuda itu memintanya untuk menunggu dihubungi. Ia sudah menunggu selama tiga hari. Dengan sangat obsesif memeriksa notifikasi di ponsel, tetapi tidak ada satu pun pesan dari Jaehyun.

Taeyong memakan makan malam dan kembali melakukan rutinitas sebagaimana biasa, mandi dan bersiap untuk tidur.

Berapa lama lagi Jaehyun akan membuatnya menunggu? Ia berpikir untuk menghubungi pemuda itu lebih dulu, atau sekadar mengirimkan pesan singkat. Namun, ia berubah pikiran.

Baru saja akan tidur, ponselnya tiba-tiba berkedip. Dengan cepat, Taeyong meraih benda itu, tetapi agak kecewa ketika mendapati bahwa Jihoon-lah yang menghubungi.

"Hei," ia bergumam sedih ke arah ponsel.

"Yah ... halo, bocah galau." Jihoon tertawa. "Apa yang salah denganmu?"

"Aku mengharapkan telepon dari orang lain." Taeyong mengaku.

"Masih tidak ada kabar?" tanya Jihoon.

"Ya. Tidak ada panggilan, tidak ada pesan teks. Kupikir dia sudah sadar betapa hancurnya orang sepertiku." Suara Taeyong memelan dan ia dipenuhi oleh rasa seakan tertolak.

:::

Ponsel Jaehyun berkedip. Ada pesan teks yang masuk. Ia tersenyum ke arah layar sembari berjalan menuju tempat kerja.

Hari ini, 8:37 AM
Hei, kenapa tidak memberi tahu kami kalau kau tertabrak mobil, bocah aneh?

Hari ini, 8:39 AM
Sebenarnya tidak. Haha
Ceritanya panjang

Hari ini, 8:41 AM
Yah ... kau bisa menceritakan yang sebenarnya kepada kami hari ini. Jam berapa shift-mu berakhir?

Hari ini, 8:42 AM
Jam 2 siang

Hari ini, 8:44 AM
Ketemu di kedai kopi

Jaehyun menertawakan diri sendiri. Jika Johnny tahu mengenai kebenaran kejadian beberapa hari lalu, maka orang yang lain pun akan tahu. Johnny adalah salah satu mahasiswa di universitas yang sama dengannya, mengambil jurusan teknik bersama Doyoung.

Jaehyun berterima kasih pada pekerjaan dan kuliahnya, sebab sudah membantu mangalihkan keinginan untuk terus menghubungi Taeyong. Sudah berlangsung selama empat hari sejak pertemuan terakhir mereka di kedai kopi, dan Jaehyun tidak bisa berhenti memikirkan lelaki itu hingga kini.

Tepat ketika shift-nya berakhir, pemuda itu berjalan menuju kedai kopi. Johnny dan Doyoung sudah di sana, menunggunya. Mereka tertawa ketika melihat perban di lengan Jaehyun.

"Oke. Ceritakan," kata Doyoung.

Jaehyun pun menceritakan pada mereka mengenai keseluruhan cerita, tentang mobil, usaha menyelamatkan Taeyong, rumah sakit, kencan di kedai kopi. Namun ia tetap menyembunyikan fakta bahwa Taeyong adalah TY si rapper terkenal dan penderita penyakit misofobia. Ia tidak ingin membeberkan rahasia lelaki itu, terutama pada Johnny yang memiliki mulut bagai wanita; gemar bergosip. Ia juga memikirkan tanggapan temannya apabila tahu bahwa Jaehyun, si mahasiswa psikologi, jatuh cinta pada seseorang yang memiliki gangguan kecemasan.

[✔] Cure [Bahasa]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang