Bab 21 :: Gelembung

1.1K 169 2
                                        

Mereka berbaring di ranjang selama berjam-jam; si lelaki rapuh dengan tamengnya, rakit penyelamat yang telah menyelamatkan ia dari bahaya.

Tiba-tiba, Taeyong terbangun dari mimpi buruk penuh kegelisahan dan disambut oleh senyuman Jaehyun yang menyapa. "Hai, baby bird." Suara favorit itu terdengar. Mereka kembali.

"Apa semua nyata? Atau aku hanya memimpikannya?"

Jaehyun menggelengkan kepala. "Aku harap semua hanya mimpi, walau nyatanya bukan. Tapi semua sudah berakhir dan aku akan menjaga semua tetap seperti ini."

Taeyong sedikit menghindar dari pelukan Jaehyun. Ia menelusupkan diri ke dalam selimut. Kembali pada kotak persembunyiannya.

Jaehyun memilih bangkit dan melangkah memasuki kamar mandi. Terdapat sebuah bathup besar yang terlihat seperti belum pernah digunakan. Ia memutuskan untuk mengisinya dengan air. Taeyong mungkin tidak menginginkan ini tetapi Jaehyun harus melakukan sesuatu agar mengembalikan sosok Taeyong yang ia kenal.

Bathup terisi penuh dengan cepat dan Jaehyun memasukkan sabun, menciptakan banyak gelembung. Ia beranjak kembali menuju kamar.

"Waktunya bangun," katanya dengan nada suara lembut menenangkan. Gundukan di atas ranjang menggeleng dan menyusut.

"Bangun." Nada suara berubah seiring dengan Jaehyun yang memberi perintah pada Taeyong untuk meninggalkan ranjang. Lelaki itu semakin menarik selimut. "Kau mau aku pergi? Perlu aku berhitung lagi?" Taeyong menggeleng kemudian lekas bangun.

Ketidakyakinan mengisi mata ketika Taeyong mendapati bathup yang telah terisi penuh oleh gelembung. Ia menatap Jaehyun untuk mendapat sebuah jawaban.

"Berendam akan membuatmu lebih baik. Ini akan menyenangkan." Jaehyun tersenyum.

Alis Taeyong bertaut. Ia bahkan tidak ingat bahwa memiliki sebuah bathup. Ia selalu menggunakan alat pancur, sehingga kotoran bisa segera mengalir menuju pembuangan, bukan mengambang di sekitarmu. Bathup itu seharusnya disingkirkan.

Jaehyun kemudian mengangkat kedua tangannya dan menanggalkan kaus yang Taeyong kenakan.

"Kau bisa melakukannya. Masuklah," katanya sembari menanggalkan pakaian lelaki itu.

Taeyong masih merasa kurang yakin, sehingga ia memandang Jaehyun ketika melangkah memasuki bathup.

Ketika merendamkan diri di bawah gelembung, si lelaki merasa ketegangannya mereda. Ia menutup kedua mata dan ketika memutuskan untuk kembali membukanya, ia mendapati Jaehyun yang duduk pada sebuah bangku di sisi bathup.

"Lain kali aku akan bergabung denganmu." Ia mengerling pada Taeyong, membuat dada si lelaki berdetak lebih cepat.

Taeyong kini ingat. Sentuhan Jaehyun tidaklah menakutkan. Jaehyun memberi rasa aman. Benar, kan? Ia masih bingung.

Taeyong pikir ia mendengar sebuah suara. Apakah wanita itu kembali? Ia menatap sekeliling dengan cemas dan mendapati bahwa itu hanyalah suara Jaehyun yang tengah meraih sesuatu dari dalam ruang pancuran.

Jaehyun mencuci rambut Taeyong, juga secara halus mengusap luka-luka lecetnya, mengusir monster yang berusaha memanjati kulit-kulitnya. Ia memperhatikan akar rambut yang berwarna lebih gelap sehingga membayangkan bagaimana tampilan Taeyong dalam warna rambut aslinya. Kulit kepala yang botak kini sudah tampak bersih dan lebih baik dari sebelumnya.

Jaehyun menggosok punggung Taeyong dengan lembut. Tulang punggungnya terlihat menonjol. "Sudah berapa lama kau tidak makan?" ia bertanya pelan. Taeyong hanya menggeleng, tidak ingat.

[✔] Cure [Bahasa]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang