One Shoot Yeri (Bukan BonChap:)

1K 72 17
                                        

-Ini aku nulis-nulis aja. Aku bingung ceritanya mau diapain, makanya aku up disini aja, yah? Numpang aja:)-

-untuk mengingatkan, ini tidak ada hubungannya dengan 'Can We?' yah... hehehe-

***

"Yer! Yer!!!" Teriak manejer kala menghampiri Yerim yang terbaring lemah pada lantai apartemen miliknya. Dapat manejer lihat betapa pucatnya wajah Yerim. Dengan segera ia pun menghubungi ambulans dan membawanya untuk menjalani pertolongan dirumah sakit terdekat.

Suara elektrokardiogram atau alat pendeteksi detak jantung Yerim kini berbunyi dengan sangat lambat.

Karena merasa aneh, ia pun segera menghubungi pihak berwajib untuk memeriksa apartemen milik Yerim dan menghubungi agensi untuk melaporkan mengenai kondisi Yerim.

Ketika Yerim dan manejer telah sampai tepat di ruang penanganan, detak jantung Yerim dapat dipastikan telah berhenti. Dokter pun dengan segera melakukan penanganan yaitu melakukan debfirilator beberapa kali pada bagian dada bagian kiri dimana jantung Yerim berada.

Percobaan pertama, gagal.

Percobaan kedua pun juga terlihat sama.

Ketika beberapa menit, jantung Yerim mulai berdetak dengan lamban, namun meningkatkan persentase kehidupan Yerim. sehingga dokter mulai melakukan beberapa hal lainnya yang berfungsi untuk Yerim.

Sekitaran 30 menit lamanya Yerim berjuang antara hidup dan matinya didalam ruangan itu. Ketika sang dokter keluar, dengan segera ia diserbu oleh orang tua Yerim dan tentu saja para member lainnya.

"Keadaannya semakin membaik. Kami telah melakukan beberapa cara untuk mengembangkan potensi aktifnya jantung Kim Yerim-sshi. Untuk sekarang, kita masih harus tetap memantau keadaannya," kata sang dokter menenangkan seluruh anggota keluarga dan sang member.

"D-dok. Kalau boleh tahu, anak saya kenapa yah?"

"Diduga, anak ibu telah menghisap asap briket yang menyebabkan dirinya keracunan akan karbonmonoksida. Tetapi, kami telah melakukan yang terbaik untuk kehidupan Kim Yerim," Dokter pun memberi hormat kepada mereka dan meninggalkannya. Tidak ada satupun yang tidak merasa syok dengan apa yang dikatakan sang dokter.

Menghirup briket? Yang benar saja, apa Yerim berniat untuk mengakhiri hidupnya!

"Sajangnim, apa kami akan mengkonfirmasi mengenai percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Yeri pada media? Sepertinya sudah banyak desas-desus yang menyimpang dari kejadian ini," seorang petinggi SM menghampiri Lee Sooman berusaha meminta izin untuk mengkonfirmasikan berita ini. Tidak baik dibiarkan terlalu lama. Akan banyak bermunculan artikel artikal yang menyimpang dari berita yang sebenarnya terjadi.

Setelah mendapat izin, ia pun segera menghubungi beberapa anggota staff SM lainnya dan menyuruh mereka untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Para staf tidak kalah terkejut dengan apa yang diberitakan kepada mereka. Bukannya kemarin Yerim baru saja memberikan mereka beberapa cemilan, kenapa ini bisa terjadi?

Berbeda dengan Jungkook yang kini berada di Cetaples center di LA untuk melakukan beberapa wawancara dengan membernya di salah satu acara penghargaan terbesar, Grammy award.

Acara penghargaan yang seharusnya berjalan dengan penuh kebahagiaan kini tidak terasa sama lagi kala mendengar kabar mengenai Yerim, sang kekasih.

Ia masih mendengarkan kabar yang masih belum dikonfirmasikan, jadi ia berusaha menguatkan dirinya bahwa hal itu tidak terjadi. Perasaan kalutnya semakin terguncang kala ia melihat langsung konfirmasi dari SM pada layar berita acara tersebut.

Jungkook blank, ia panik. Beberapa kali ia terlihat seperti ingin melarikan diri dan segera terbang menghampiri Yerim. Tetapi keadaan dan kondisi yang tidak memungkinkan membuat dirinya semakin bingung dengan keadaan yang ada.

"Jungkook, tenangkan dirimu. Seulgi baru saja mengirimkan ku pesan mengenai Yerim. Dia sudah baik-baik saja," bisik Jimin pada Jungkook yang kini dapat dipastikan keringat dingin telah membasahi tubuhnya diruangan ber-AC ini.

"Hyung, aku ingin menghampirinya, tolong..." lirih Jungkook menundukkan kepalanya.

"Kita tidak bisa, Jungkook. Penampilan kita belum usai. Setelah penampilan, kau bisa segera terbang menuju Seoul. Sepertinya manager Hyung sudah mengkodemu sedari tadi," kini Namjoon (RM) berbisik kepadanya. Jungkook terdiam, ia hanya bisa menundukkan kepalanya sembari berdoa demi keselamatan Yerim.

Berbeda lagi dengan beberapa Artis yang diketahui publik dekat ataupun kenal dengan seorang yang dikenal periang—Kim Yerim.

Nayeon dan Momo segera menghubungi Irene untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, "Eonni, wae gurae?" (Ada apa/apa yang terjadi?)

"Yerim— Yerim, Nayeon-ah, hiks!"

"Wae!"

"Yerim melakukan percobaan bunuh diri.." ucapnya masih dengan isakan. Bagai disambar beribu petir, Nayeon merasa sesak. Ia tidak dapat mengunjungi Yerim sekarang karena kondisi fisiknya. Ia sedang demam, dan mendapat kabar yang tidak mengenakkan. Baru saja rasanya Yerim berkunjung dan memberikannya beberapa buah juga mendoakannya.

"Hahahah... kkobuljima eonnie, Hajimallago..." (jangan bercanda, Jangan seperti ini)

"Aku tidak bercanda, Nayeon-ah.."

Nayeon segera menutup sambungannya dan menjatuhkan ponsel miliknya ke tempat tidur miliknya. Kini ia menangis. Menyalahkan dirinya karena menjadi teman dan kakak yang kurang baik untuk Yerim. Selama ini dirinya lah yang lebih banyak bercerita hingga tidak pernah mendengarkan cerita Yerim. Yerim memang bercerita, tetapi sama sekali tidak pernah menceritakan dirinya padanya.

"Yerim-ie, musun il-iya?" (Yerim, ada apa denganmu?)

Reaksi Nayeon tidak berbeda jauh dengan Saeron dan Juga Suhyun yang kini berada dirumah sakit untuk menjenguknya.

"Hyung! Yerim noona!" Teriak Haechan berlari menuju ketempat dimana para Hyung dan Juga Dongsaengnya berada.

"Kenapa kau panik?" Tanya Taeyong berusaha menenangkan Haechan yang sepertinya sudah panik terlebih dahulu.

"Yerim noona, Hyung!"

"Iya ada apa?!" Teriak Johnny yang merasa ada yang aneh dengan Haechan. Apalagi ini sudah menyangkut Yerim yang notabenenya sudah ia anggap sebagai adik dari sejak masa trainee.

Dengan cepat Haechan menyodorkan ponselnya, "Percobaan bunuh diri? Yakh! Kalau cari berita jangan yang hoax!"

Setelah Johnny berkata, saluran televisi kini menyiarkan keadaan terkini dari Kim Yerim.

"Aku akan menghubungi Wendy sunbaenim untuk mencari tahu infonya." ucap Doyoung dan segera keluar dari ruangan ini.

"Apa yang terjadi dengan Yerim-ie?" Ucap Jaehyun masih Syok dengan berita tiba-tiba ini.

***

-Sampai sini aja... ada yang butuh lanjutannya??-

-ingat semuanya, jaga kesehatan kalian yah? Soalnya akhir-akhir ini virus corona semakin banyak. Apalagi yang didaerah DKI! Kalian tetap berhati-hati. Jangan lupa mencuci tangan kalian, jangan sentuh wajah kalian kalau kondisi tangan kalian belum steril, dan juga usahakan jangan keluar rumah dulu yah!-

-See You Next Time!-

𝐂𝐚𝐧 𝐰𝐞? ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang