12. Hurt

4.7K 309 20
                                        

Sakura masuk ke kamarnya dengan tergesa- gesa. Ia menghempaskan diri di ranjang sambil terisak dengan air mata yang sudah memenuhi wajahnya. Dadanya begitu sesak, ia benar- benar tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Bersikeras untuk membatalkan perjodohan agar bisa bersama Sasuke? Ia tahu apa yang akan terjadi pada ibunya jika ia melakukan itu. Apa itu artinya ia harus melupakan Sasuke? Sungguh hatinya takkan sanggup.

"Sasuke-kun.. hiks..hiks" Sakura memanggil nama pria itu dalam tangisnya.

Kemudian Sakura mengecek ponselnya. Ia membuka dua pesan chat yang belum di baca dari Sasuke.

Sasuke-kun

Bagaimana harimu? Jangan telat makan siang.

Sepertinya chat itu dikirim tadi siang, Sakura belum membuka ponselnya sejak di apartemen. Kemudian ada satu chat lagi yang sepertinya belum lama di kirim.

Sasuke-kun

Sayang, malam ini aku ada meeting mendadak. Akan kuusahakan tiba di apartemen sebelum jam 9. Im so sorry, I love you..

Sakura sedikit kecewa setelah membacanya, ia saat ini sedang membutuhkan Sasuke untuk memeluknya. Namun sepertinya ia harus menunggu sedikit lebih lama untuk itu, ia tak membalas chat Sasuke dan meletakkan ponselnya di meja samping ranjang. Kemudian Sakura memutuskan untuk mandi dan berendam air hangat untuk merilekskan pikirannya.

Sakura memejamkan mata saat merasakan tubuhnya terendam, ia mencoba menghirup uap air, sejenak pikirannya terasa ringan. Ia merasa bebannya sedikit berkurang untuk sementara.

Setelah merasa lebih baik, Sakura mengakhiri acara berendamnya. Ia keluar kamar mandi dan berganti pakaian. Sakura berencana kembali ke apartemen Sasuke, namun ia ingin mampir ke kafe tempatnya biasa menyendiri sambil menunggu Sasuke pulang.

🌸🌸🌸

Pukul 7 malam, Sakura baru saja tiba di kafe menggunakan taksi. Sejak kembali ke Jepang, Sakura selalu menolak menggunakan supir pribadi karena hal itu hanya akan membuatnya tidak nyaman. Sakura lebih suka pergi kemana pun sendiri tanpa ada seseorang yang memungkinkan untuk memata- matainya.

Sakura segera menuju tempat pemesanan sambil melirik tempat duduk favoritnya yang terlihat kosong.

Sakura berdiri di belakang seseorang yang sedang memesan sesuatu. Matanya sibuk melihat sekeliling kafe, hingga akhirnya pandangan Sakura terhenti pada dua sosok yang sedang duduk berhadapan di sudut ruangan.

Sosok pria berambut raven yang tengah duduk membelakanginya terlihat sedang berbincang dengan seorang wanita cantik berambut panjang.

Mata Sakura membulat, seketika tubuhnya seperti tidak memiliki tulang. "Sa-su-ke-kun?"

Sakura merasa dadanya begitu sesak saat melihat Sasuke berbincang intens dengan wanita itu. Mereka terlihat akrab, bahkan si wanita sesekali terkekeh dan terlihat menyentuh rambut Sasuke yang menutupi mata dengan jemarinya.

"Nona, silakan pesanan anda?" suara pelayan kafe membuyarkan pikiran kalut Sakura.

"Ah, maaf. Mungkin lain kali." Sakura memberanikan diri menghampiri kedua orang yang sedang bersenda gurau itu. Sasuke berdiri tepat disamping Sasuke dengan tatapn dingin.

Sasuke menoleh dan tersentak saat menyadari seseorang berdiri disampingnya. "Sakura? Kau disini?"

"Who is she??" Sakura meninggikan suaranya saat menunjuk wanita yang bersama Sasuke.

Absolut VodkaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang