Itachi masuk ke kamar Sasuke dan melihat adiknya sedang berdiri di balkon. Sasuke sudah terlihat rapih dengan setelan jasnya, namun ia tetap tidak ingin keluar kamar.
"Kau tidak ingin turun?"
"Untuk apa" Sasuke bahkan tidak menoleh.
"Apa kau tidak ingin melihat calon istrimu? Aku sudah bertemu dengannya, dia sangat cantik Sasuke."
"Aku tidak peduli"
Itachi terkekeh, "Yaa, baiklah. Jika kau tidak ingin turun dan menemui calon istrimu, maka dia yang akan datang kesini menemuimu"
"Kemarilah" ucap Itachi pada seseorang di belakang mereka.
Sakura langsung melangkah perlahan mendekati Sasuke dan berdiri beberapa meter di belakang pria itu.
"Sasuke-kun.."
Deg
Sasuke tersentak saat mendengar suara itu. Suara yang ia kenal dan sangat ia rindukan, suara yang selalu ia harapkan bisa ia dengar lagi tiap malam.
Sasuke pun langsung menoleh ke belakang dan melihat Sakura sedang berdiri mengenakan dress diatas lutut berwarna biru dongker dan lengan sepanjang siku. Wajahnya sangat menawan dengan polesan make up yang natural.
"Sakura?"
Sasuke masih menatap tak percaya dengan sosok di depannya. Benarkah dia Sakura?
"Apa ini benar- benar kau?"
Sakura hanya mengangguk sambil tersenyum haru. Wajahnya tampak berbinar.
Sasuke menoleh ke arah Itachi "Aku belum gila kan??"
Itachi hanya tersenyum ringan sambil mengendikkan bahu "Itu dia, dia benar- benar disini Sasuke"
Sakura melangkah mendekat pada Sasuke dan langsung bergerak memeluk pria itu "hiks.. hiks.." tangisannya pun langsung pecah dalam pelukan Sasuke.
Sasuke pun membalas pelukan Sakura tak kalah erat. Pria itu juga meneteskan air matanya saat memeluk tubuh mungil Sakura. Tidak pernah Sasuke bayangkan bisa memeluk tubuh itu lagi. Benar- benar terasa seperti mimpi.
"Aku akan memberitahu ayah dan ibu bahwa kalian akan datang terlambat ke meja makan" Itachi pun melangkah keluar kamar.
Sasuke masih setia memeluk Sakura seolah tak ingin wanita itu pergi darinya lagi. Ia menenggelamkan kepalanya di leher Sakura dan masih menangis dengan samar "Aku merindukanmu"
"Aku juga merindukanmu Sasuke-kun" ucap Sakura di dada Sasuke.
Sasuke sangat bahagia mendengarnya, ia langsung mengangkat kepalanya dan mengecup kening Sakura. Tak peduli air mata yang masih membasahi pipinya. Pria itu malah mengerakkan jemarinya menghapus air mata Sakura "Apa Itachi yang menjemputmu?"
Sakura tersenyum, lalu ikut menghapus air mata Sasuke dengan lembut "Tidak, aku kesini bersama orang tuaku"
Sasuke langsung mengernyitkan dahi, ia melepas pelukan mereka dan menatap bingung Sakura. "Jadi.. selama ini ternyata kau wanita yang dijodohkan denganku?"
Sakura hanya menggangguk girang. Dan Sasuke pun langsung mengangkat tubuh wanita itu dan berputar, membuat Sakura memekik dan tertawa nyaring. Sakura kembali menapakkan kakinya dan meraih lengan Sasuke, "Ayo kita turun"
"Tidak, aku masih ingin bersamamu disini" ucap Sasuke
"Tapi mereka sudah menunggu kita sayang, keluarga kita" Sakura berusaha membujuk Sasuke. Ia bisa melihat pria itu masih rapuh, dan Sakura ingin membuatnya kembali normal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Absolut Vodka
FanfictionUchiha Sasuke dan Haruno Sakura, dua anak dari pengusaha kaya raya yang tengah mencari jati diri mereka. Keduanya berkenalan dan merasa saling memahami satu sama lain, hingga permainan sang takdir mengubah hidup keduanya. Disclaimer : Naruto © Masha...
