[10] A Day With Him

2.8K 499 132
                                        

As always guys, vote dulu sebelum baca dan ramein kolom komentar juga okayy

Happy Reading
———•———

Ryujin berjalan menyusuri koridor menuju ruangan Madam Sora. Tadi madam Sora memanggilnya lewat speaker. Mungkin ingin membicarakan soal lomba olimpiade matematika—pikir Ryujin.

"Permisi, madam," sapa Ryujin.

"Ryujin sudah datang? Mari duduk."

Ryujin duduk berhadapan dengan Madam Sora. "Ada apa madam memanggil saya? Apa tentang olimpiade matematika?"

Madam Sora mengangguk. "Iya, untuk lomba olimpiade matematika yang akan dilaksanakan bulan depan..."

Ryujin menatap Madam Sora yang menggantungkan kalimatnya itu dengan penasaran.

Wanita paruh baya itu menghela napas. "Kami pihak sekolah memutuskan menukar kamu dengan Lia sebagai perwakilan sekolah."

Mata Ryujin membulat. "Maksud madam, Lia yang akan ikut lomba? Bukan saya?"

"Iya," jawab Madam Sora. "Apa kamu keberatan, Ryujin?"

Dia lagi?! Lia sialan

Ryujin tersenyum ramah. "Ah, nggak. Gak apa-apa madam, lagi pula Lia memang lebih pintar dari saya," dustanya.

"Baguslah. Kalau begitu kamu bisa kembali ke kelas."

"Saya pamit dulu, madam. Terimakasih." Ryujin berdiri dan berjalan ke pintu keluar.

Ekspresi Ryujin langsung berubah setelah keluar dari ruangan Madam Sora. Tangannya mengepal menahan emosinya yang memuncak. "Lia sialan," desisnya.

===>•<===

Kini Lia sedang duduk di salah satu kursi perpustakaan. Matanya terfokus pada lembaran kertas soal matematika di atas mejanya.

Saat Madam Sora memberitahunya bahwa ia akan mewakilkan sekolah untuk olimpiade matematika tahun ini, ia merasa sangat senang. Bagaimana tidak? Itu adalah adalah olimpiade matematika yang sangat berngengsi. Dan para juaranya nanti akan mendapat beasiswa full di universitas ternama.

Namun ada yang mengganjal di pikirannya. Sebelumnya, Ryujin yang akan mengikuti lomba, bukan dirinya. Dan Madam Sora juga tidak memberi tahu alasan detailnya mengapa mereka mengganti Ryujin. Sepertinya Ryujin akan makin sering merundungnya.

"Lia, serius amat."

Lia tersentak. "Kak Yeonjun? Ngagetin aja."

Yeonjun terkekeh lalu duduk di samping Lia. "Belajar terus, lo. Ngerjain apa?" tanyanya sambil melihat lembaran kertas milik Lia.

Lia menatap Yeonjun, tertawa. "Gak ngaca. Ini, lagi belajar buat olimpide matematika."

Yeonjun ber-oh. "Tahun ini lo yang wakilin? Kalau lo mau, gue ada latihan soal bekas tahun kemarin."

Yeonjun memang tahun kemarin menjadi perwakilan sekolah walaupun tidak berhasil mendapat juara.

Lia mengangguk. "Boleh."

"Nanti malem jam 8 gue tunggu lo di center park, ya."

"Oke."

Sepuluh menit sebelum bel masuk istirahat berbunyi, Lia dan Yeonjun meninggalkan perpustakaan.

Karena merasa ingin buang air kecil, Lia pergi ke toilet terlebih dahulu.

BYURR

Baru saja ia masuk ke toilet, seseorang menyebornya dengan air setengah ember. Ia mengusap wajahnya yang basah lalu menatap siswi di depannya.

Hidden Truth [√]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang