Tinggalin jejaknya jangan lupa 💞
.
.
Liburan semester telah usai. Seluruh murid Ethereal School sudah kembali ke sekolah satu hari sebelum hari pertama masuk sekolah.
Lia berjalan sendirian dari belakang gedung asrama menuju ke kelasnya. Kata-kata Ryujin pada saat di bianglala itu benar adanya. Sampai sekarang Ryujin memang masih merundung Lia. Seperti contohnya tadi, Lia baru saja mengembalikan buku-buku tugas Ryujin yang telah ia selesai kerjakan.
Sebelum ke kelas, Lia pergi ke tempat loker terlebih dahulu untuk mengambil beberapa buku pelajaran jam selanjutnya. Ketika ia membuka pintu loker yang bertuliskan namanya itu sampah-sampah kertas dan bungkus makanan ringan berjatuhan dari dalam sana. Banyak juga coretan-coretan hinaan di daun pintu loker bagian dalam.
Lia tidak kaget. Ia sudah terbiasa mengalami ini. Dengan tenang Lia memungut sampah yang berjatuhan di depan lokernya.
"Mereka gak punya mata apa gak punya otak sih?!" seru seseorang melihat loker Lia penuh dengan sampah.
Lia tersentak mendengar suara yang muncul tiba-tiba itu. Sontak ia mendongak dan mendapati Soobin tengah berdiri di belakangnya sambil memegang sebuah kantong plastik.
Tanpa bicara lagi Soobin memasukkan sampah-sampah yang ada di loker Lia ke dalam kantong plastik yang ia bawa.
Lia menahan lengan Soobin. "Gue aja yang beresin."
"Ck, gak usah banyak omong," sahut Soobin yang masih sibuk memasukkan sampah-sampah ke dalam kantong plastik tanpa menoleh pada Lia.
Lia akhirnya memilih diam sambil membantu Soobin membersihkan lokernya.
Setelah memasukkan sampah terakhir ke kantong plastik, Soobin mengikat bagian atas plastik tersebut lalu membuangnya ke tempat sampah.
"Makasih, Soobin," ujar Lia dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Hmm," deham Soobin sambil tersenyum tipis.
Sebenarnya Lia tidak tahu harus berterima kasih bagaimana lagi pada Soobin. Karena sepertinya sudah tak terhitung berapa kali ia mengucapkan kata terima kasih padanya. Cowok itu pasti selalu ada dimana Lia sedang membutuhkan seseorang. Padahal di samping itu mereka tidak lebih dari sebatas teman. Untuk sekarang Lia hanya berharap semoga Soobin tidak tiba-tiba pergi meninggalkannya. Ya, Lia sudah nyaman bersama dengan cowok itu.
"SOOBIN! LIA!" panggil Beomgyu yang berjarak lima meter dari orang yang ia panggil.
Soobin dan Lia serempak menengok ke sumber suara dan melihat Beomgyu serta Taehyun, Ryujin dan Yuna di sekitarnya.
"Mau ke kantin bareng gak?" tanya Beomgyu.
"Lo udah makan siang?" tanya Soobin pada Lia.
"Belum."
"Ya udah, ayo bareng mereka," kata Soobin lalu berjalan mendekati Beomgyu dan diikuti dengan Lia di belakangnya.
===>•<===
"Chaer! Bukannya makan malah ngelamun," celetuk Kai melihat Chaeryeong sejak tadi hanya melamun sembari mengaduk-ngaduk makanan di piringnya.
"H-hah?" ucap Chaeryeong terkejut.
Kai dan Chaeryeong sedang makan siang di kantin. Mereka hanya berdua saja sekarang sedangkan Lia nanti menyusul, ada urusan dulu katanya.
"Mikirin apaan sih lo?" tanya Kai dengan mulut yang masih mengunyah makanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Truth [√]
FanfictionTentang pertemuan dua orang yang sama-sama rapuh, sama-sama menyembunyikan kepedihannya dengan caranya masing-masing. Hingga akhirnya saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Juga tentang suka duka kisah cinta dan persahabatan sepuluh remaja...
![Hidden Truth [√]](https://img.wattpad.com/cover/218496266-64-k405113.jpg)