[14] Beautiful Feeling

2.4K 456 96
                                        

Klik vote dulu sebelum baca
[🌟]

Happy Reading
---•---

Pada saat jam tujuh malam Chaeryeong keluar dari gedung asrama. Sudah sepuluh menit gadis berkulit putih pucat itu celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang.

"Chaeryeong," panggil seseorang seraya berjalan mendekati Chaeryeong.

Chaeryeong berdecak sebal. "Lama banget lo."

Taehyun terkekeh. "Hehe. Kenapa? Gak sabar mau ketemu pacar?"

"Berhenti bilang pacar. Gue bukan pacar lo!" Chaeryeong berjalan mendahului Taehyun. "Udah ayo cepetan."

Taehyun berjalan menyusul gadis itu. Ia berusaha menyamakan langkahnya dengan Chaeryeong. Mereka berjalan menuju perpustakaan untuk belajar. Nanti kalian akan tahu kenapa mereka bisa belajar bersama seperti ini.

Di Ethereal High School perpustakaan sudah seperti tempat nongkrong bagi siswanya. Tentunya bukan nongkrong seperti anak-anak remaja lainnya yang hanya duduk bercengkrama sambil menikmati camilan. Nongkrong ala anak Ethereal High School itu contohnya seperti berkutat dengan buku-buku pelajaran dan berperang dengan soal-soal latihan. Ya, sangat membosankan memang.

Sudah setengah jalan menuju gedung perpustakaan, Taehyun menghentikan langkahnya dan membuat Chaeryeong sontak ikut berhenti.

"Lewat sini aja." Taehyun meraih pergelangan tangan Chaeryeong dan berjalan berlawanan arah dengan arah menuju perpustakaan.

Chaeryeong mau tak mau mengikuti Taehyun karena lelaki itu menariknya. "Perpustakaan 'kan kesana, Taehyun?" tanyanya.

"Sekarang gak usah belajar. Besok 'kan hari terakhir," ujarnya tanpa menoleh ke Chaeryeong. Taehyun terus menarik Chaeryeong walaupun gadis itu tak henti-hentinya mengomel kepadanya.

Setelah mereka sampai di lantai paling atas gedung kelas, Taehyun membuka pintu keluar menuju rooftop. Dinginnya angin malam yang berhembus itu langsung menerpa wajah kedua orang itu. Mereka duduk bersebelahan di kursi kayu yang ada di sana.

"Mau ngapain ke sini, Hyun? Murid gak boleh ke rooftop tau!" celetuk Chaeryeong.

"Iya tau gue juga. Malem-malem gini mah gak apa-apa kali," tukas Taehyun.

"Gak apa-apa apanya? Katanya ada CCTV, udah ayo turun aja." Chaeryeong berucap dengan wajah serius.

Taehyun tertawa kecil. "Itu cuma bohongan. Gak ada CCTV di atas sini."

"Hah? Jadi itu bohong?" Chaeryeong membulatkan matanya.

Taehyun mengangguk. "Gue sering ke sini sama Soobin, Beomgyu, udah kita periksa setiap sudut dan gak ada CCTV sama sekali."

"Ooh, jadi lo sering ke sini. Gue laporin Madam Lily mampus kalian," ujar Chaeryeong seraya tersenyum miring.

"Eh, apaan? Jangan laporin dong! Anak teladan banget sih lo," sosor Taehyun, "lagian gue gak kaya Soobin yang sampe bolos padahal cuma ngegabut di sini."

"Oke, entar gue pikirin lagi laporin apa engga."

"Oh iya, Chaeryeong..." panggil Taehyun dan membuat si pemilik nama menoleh kepadanya, "gue ada hadiah buat lo."

Kening Chaeryeong berkerut. "Hadiah? Hadiah apaan? Perasaan gue gak ulang tahun."

Taehyun merogoh kantong celananya dan mendapatkan sebuah gelang dari dalam sana. "Ini," ucapnya sambil mengangkat gelang itu di depan muka Chaeryeong.

Taehyun meraih tangan kanan Chaeryeong dan memakaikan gelang dengan gantungan dua huruf C itu.

"Ini gelang gue? Kenapa bisa ada di lo?" tanya Chaeryeong yang sedang memperhatikan gelang di tangan kanannya itu.

Hidden Truth [√]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang