Break Up - 15

3.2K 274 25
                                        

Kebetulan Darren memiliki jadwal kursus sampai jam makan malam. Yoona memutuskan berjalan sendirian di dekat sungai Han. Dia seorang diri, ia tidak memiliki siapapun lagi saat ini. ia duduk di pinggiran sungai dan mulai menangis.

"Tuhan, bagaimana bisa Engkau begitu kejam padaku?" ia memukul dadanya, sakit sekali. Ia tidak memiliki siapapun untuk ia jadikan tempat mengadu. Ia menunduk menahan rasa sakit di dadanya, lalu ia mendapat pelukan dari seseorang.

"Yoong,,"

Ia menatap pria di sampingnya, pria yang menjadi sandarannya dulu dan juga orang yang sudah mendorongnya hingga berada di situasi saat ini. dia Im Seulong, oppanya. Pria itu berusaha meraih adiknya dalam pelukannya.

"Oppa,," Yoona memeluknya, bagaimana pun ia marah pada oppanya, ia tetap menyayanginya.

"Menangislah yoong, jika itu membuatmu lebih lega" ujar Seulong dan Yoona menangis dalam pelukan oppanya itu.

Setelah beberapa lama menangis.

"Sudah baikan?" tanya Seulong, ia menghapus air mata Yoona.

"Gomawo oppa"

"Oppa akan selalu ada untukmu, jika kamu sudah siap untuk bercerita, temuilah oppa" ujar Seulong lagi dan ia kembali memeluk adiknya "Maafkan oppa, jika oppa tidak di penjara, kamu tidak perlu terlibat dalam pernikahan tak bahagia seperti ini"

"Aku tidak pernah menyesal melakukannya demi oppa" ujar Yoona

"Gomawo"

"Oppa, aku harus pulang" ujarnya, saat ia baru berdiri, mendadak ia mendapat tamparan dari Nyonya Choi.

"Eommunim, Nyonya" keduanya terkejut dan Seulong tidak terima adiknya mendadak ditampar seperti itu.

"Pantas saja Darren tidak memiliki darah yang sama dengan siwon, kamu berselingkuh. Dan sekarang dengan beraninya kamu bermesraan di depan umum" ujar Nyonya Choi

Seulong akan menjelaskannya dan Yoona memegang tangannya memintanya untuk diam.

"Mianhae eommunim,"

"Aku akan meminta putraku untuk menceraikanmu"

"Kami pasti berpisah, eommunim tenang saja" ujar Yoona dan ia meminta Seulong mengantarnya pulang. Tidak ada yang perlu ia jelaskan kepada mertuanya itu, bisa jadi ia sudah lebih dulu tahu semua ini dan ia tidak perlu membela diri untuk menjelaskan siapa sebenarnya Seulong dan ia tidak berselingkuh, karena tidak akan ada seorang ibu yang lebih membela menantunya dibandingkan putranya.

***

Seulong mengantar Yoona pulang setelah mereka menjemput Darren. Selesai mengurus makan Darren, Yoona masuk ke kamar disana Siwon sedang menonton. Hubungan mereka kembali seperti dulu lagi, memburuk.

Yoona masuk begitu saja, ia belum sanggup mengatakan perpisahan pada Siwon, ia tidak sanggup melepaskan Darren. Yoona masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sambil menangis lagi.

"Aku mau bicara" ujar Yoona

"Ada apa?"

"Kamu benar menginginkan seorang anak kandung?" tanya Yoona dan Siwon mengangguk

"Baik," Yoona berbalik untuk menyembunyikan air matanya. Ia berjalan keluar setelah itu.

Yoona masuk ke kamar Darren untuk melihat apa putranya sudah tidur,

"Mom,"

"Belum tidur sayang?"

"Darren ingin ditemani mommy" ia membuka tangannya dan meminta mommynya memeluknya

Break UpTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang