"Ndoro, di luar hujan," tergopoh-gopoh Munah menghampiri sang tuan. Wajahnya pias.
"Terus? Kenapa?! Hujan ya alhamdulillah, tho?! Artinya terkabul doa banyak petani." Pria berkacamata itu tak mengalihkan pandangan pun dari laptop di hadapannya.
"Ta, tapi, Ndoro ... ng ... nganu," Munah makin mengkerut, ketika sepasang mata beralih menatapnya tajam.
"He ... saya lupa angkat jemuran ... kasurnya Ndoro, ba ... sah."
"Munah!!!"
#ceritamunah
#pictart
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Munah
UmorismoMengapa memuja kasta jika hakikatnya manusia adalah sama. Kisah Ndoro dan asisten.
