COMPLETED!!
Versi wp dan Novel beda jauh, ya!
Jadi kalau alur wp nya tidak jelas, mohon di maklumi :)
Kalau mau beli versi novelnya, bisa DM aku di wp! Thank you!
(PART LENGKAP)
"Di balik tawa, ada luka yang tak dapat aku ceritakan."
Start: 23 Novem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NINI PARAMITA WIJAYA❤️
___________________________________________
KELAS XI IPA 1
"Ini mereka semua pada kemana si?" ucap Nini saat bangun dari tidurnya akibat kelelahan membersihkan kelas tadi bersama teman-temannya.
Nini mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kelas dan matanya menangkap seseorang laki-laki yang tertidur pulas di bangku bagian belakang. Dia tau itu siapa. Itu adalah Raka.
Nini bangun lalu berjalan menuju tempat duduk Raka. Dia menarik perlahan-lahan nafasnya lalu mengulurkan tangannya untuk membangunkan Raka.
Akibat sentuhan Nini membuat Raka kaget dan langsung bangkit untuk duduk sembari mengumpulkan tenaganya.
"Ngapain lo bangunin gue!" bentak Raka kesal.
"Aku cuma mau ngomong sesuatu sama kamu", jawab Nini dengan gugup. Entah kenapa bicara dengan Raka dia merasa hatinya sakit. Sebutan Aku kamu, entah kenapa tidak bisa di rubah dengan "Lo gue", rasanya sulit sekali.
"Soal apa? Oh gue tau pasti soal......"
"STOP! aku bukan mau bahas soal itu Ka," sergah Nini membuat Raka tertegun. Panggilan itu, panggilan yang dulu sering gadis di depannya ini sebut untuknya. Gadis yang sudah dia .......! Sudah lupakan!
"Mau ngomong apa?" tanya Raka saat tersadar dari masa lalu.
"Ka, aku mohon sama kamu jangan teror aku kaya malam itu. Aku takut Raka, aku takut semuanya. Aku takut, aku takut semua yang udah aku milikin sekarang orang yang sayang sama aku ngejauh hanya karena kamu Ka. Dulu, kamu boleh ngehancurin semuanya, kamu rebut semuanya Ka, kamu rebut kebahagian aku, kamu rebut senyum kedua orang tua aku, kamu rebut semua yang udah aku rancang Ka. Sekarang aku udah nemuin orang yang benar-benar buat aku keluar dari masa-masa yang dulu nggak pernah bisa aku laluin sendiri. Please Ka, jangan lagi. Jangan teror aku pakai foto itu," mohon Nini panjang lebar sambil terisak pilu.
Raka terdiam mematung. Entah mau menjawab apa. Semuanya di luar kendalinya. Raka berdiri mensejajarkan badannya menghadap Nini.
Gadis ini, gadis yang sudah dia hancurkan. Gadis yang dulu dia cintai harus menanggung semuanya, menanggung perbuatan yang tak akan pernah mungkin bisa dia pertanggungjawabankan.
"Aku mohon Raka, aku mohon," ucap Nini lagi. Bahunya bergetar.
Raka mengacak rambutnya. Dia bingung pada situasi seperti ini. Di sisi lain, dia ingin membuat gadis ini hancur, bahkan lebih hancur dari yang sudah dia buat dulu, tapi di sisi lain dia.....sudah tidak bisa di jelaskan!.