COMPLETED!!
Versi wp dan Novel beda jauh, ya!
Jadi kalau alur wp nya tidak jelas, mohon di maklumi :)
Kalau mau beli versi novelnya, bisa DM aku di wp! Thank you!
(PART LENGKAP)
"Di balik tawa, ada luka yang tak dapat aku ceritakan."
Start: 23 Novem...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Salam dari Bang Reza
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Salam dari Nini 🤗
JANGAN LUPA SPAM KOMEN YAH😊!!!!
___________________________________________
Rumah kediaman keluarga Jemy Santoso pun sudah penuh dengan kehadiran orang-orang yang datang untuk melayat putri satu-satunya.
Pedih sekali ketika melihat rumah nya ramai, tapi bukan karena suasana bahagia tetapi suasana duka yang begitu menyayat hati. Hanya ada ratap tangis yang di dengar memenuhi kediamannya.
Banyak siswa-siswi dan juga guru-guru SMA BHAKTI KARYA yang datang untuk melayat dan mendoakan anak tunggalnya. Jemy melirik ke samping, di dapatinya Enal tengah menangis pilu sambil terus memanggil-manggil nama Ria dengan lirih.
"Ri...lu masih hidup kan? lu ngeprank kita kan?"
"Lu nggak mau ngobatin luka gue? lu nggak mau minta maaf sama gue karena lu udah mukul gue Ri?"
"Lu nggak kasihan liat gue kesakitan karena pukulan lu yang dahsyat itu Ri? Please lah!! Bangun demi kita semua Ri, demi orang tua lu, demi sahabat lu, dan ....."
"Demi gue Ria, gue sayang sama lu. Gue cinta sama lu Ri, lu gak sayang sama gue?"
"BANGUN RIA," teriak Enal merasa frustasi.
Melihat itu, Reza dan teman-temannya dengan sigap menenangkan Enal. Mereka tau apa yang di rasakan sahabat mereka. Mereka tau, Enal sudah begitu lama memendam rasa dengan gadis di depan mereka ini. Mereka tau, Enal tak pernah marah saat Ria berkata kasar dan memukuli nya. Mereka tau, Enal kalah jika soal gadis itu.
"Tom, Ria masih sadar kan? Dia....dia...nggak mungkin ninggalin gue kan Tom? Lu tau kan dia juga sayang sama gue? Lu tau kan gue sering ngasih pantun ke Dia, lu tau gue bucin sama dia, lu tau kan gue gak bisa marah sama dia Tom," ucap Enal dengan nada bicara terbata-bata menahan dadanya yang sesak.