SEBUAH PENJELASAN

247 27 8
                                        

Happy reading☺️

Jangan lupa di vote yah 💚

___________________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

___________________________________________

Keesokan harinya, seperti biasa Nini bersiap kesekolah, sarapan, dan menunggu Reza menjemputnya. Semenjak kedua orang tuanya betugas di luar kota dia selalu bersama Reza, bisa di bilang dia bergantung pada Reza.

Sekarang Nini sudah berada di meja makan, wajahnya hari ini tidak seperti hari-hari lainnya entah kenapa moodnya berubah semenjak kejadian semalam, ketika orang yang di harapkan datang tapi malah sebaliknya. Ditambah amplop coklat dari seorang misterius. Lengkap sudah .

Hingga bunyi ponsel milik Nini membubarkan lamunannya. Di lihatnya ada pesan dari Reza, dengan cekatan dia membuka isi pesan dari Reza

From: Reza

Ni, sorry hari ini ga bisa jemput kamu. Tapi aku udah minta tolong sama Arya buat jemput kamu. Jadi siap-siap aja.

Bagus. Moodnya bertambah buruk sekarang.

"Ck! Kok gue yang kesel? Astaga Nini dulu aja lo benci sama Reza, sekarang malah nggak mau jauh sama dia," monolog Nini di ruang makan dengan raut wajah masam.

"Aduh Nini...sadar...sadar... Jangan terlalu bergantung sama Reza," sambung Nini kembali sembari menepuk-nepuk jidatnya.

"Non, didepan ada laki-laki katanya mau jemput non Nini," entah sejak kapan Bisa Ijah di sampingnya yang penting Nini kaget.

"Astagfirullah bibi, Nini kaget astaga," ucap Nini sambil mengusap dadanya.

"Hehe maap atuh non," balas Bi Ijah cengengesan.

"Oke bi, Nini langsung berangkat aja yah,"

"Eh? Non nggak sarapan dulu?"

"Udah bi nanti di sekolah aja. Ya udah bi jalan dulu yah," pamit Nini.

"Iya Non, ati-ati."

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Dengan langkah gontai Nini berjalan menuju gerbang rumahnya. Ada motor sport besar di luar pagar nya. Sudah tentu itu Arya karena Reza sudah memberi taunya tadi.

"Pagi," sapa Arya sedikit kaku.

"Pagi juga," balas Nini sedikit memaksakan agar tidak kelihatan tidak baik-baik saja.

"Tadi Reza nelfon gue hari ini gak bisa jemput lo, jadi gue yang di amanahin buat jemput lo hari ini," jelas Arya.

Jika bisa berteriak Nini pasti akan berteriak bahwa dia sudah tau jika Reza tidak menjemputnya hari ini. Ck!

"Lo gak papa?" tanya Arya sedikit hati-hati takut jika Nini marah karena dari raut wajahnya saja tidak memungkinkan untuk di ajak berbicara.

"Gak papa," jawab Nini berusaha tidak nge-gas. Entah lah dia sendiri juga bingung kenapa dengannya hari ini.

SECRET (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang