Suara berisik kendaraan berlalu lalang membangunkan tidur gadis itu di pundak kekasihnya. Rupanya, setelah perjalanan yang lumayan jauh, Agatha tertidur pulas di belakang tubuh Billy dengan nyaman tanpa sadar dirinya sudah dibawa kelewat jauh dari rumahnya.
Agatha memposisikan tubuhnya tegap, matanya menatap sekitar dengan sedikit terbuka.
"Udah bangun?" Billy melihat penampilan Agatha dari arah spion yang dengan sengaja ia ganti posisinya agar dapat menatap Agatha yang sedang terlelap.
"Udah, tapi ini kita kemana ya? Ini kayaknya jalannya jauh banget dari rumahku."
Agatha maju, memeluk tubuh kekar Billy.
"Billy maaf ya, aku ketiduran di pundak kamu. Habisnya anginnya gak nguatin. Hoaaamm." Agatha menguap sambil mengusap matanya yang sedikit basah oleh air matanya yang keluar tanpa sengaja karena mengantuk.
Billy diam, ia hanya memandangi gadis itu dengan seksama. Bagaimana ekspresinya ketika baru bangun tidur. Dan ini kali pertama bagi Billy melihat pemandangan itu.
"Gapapa. Gue tau lo capek karena perjalanan lumayan jauh."
Agatha kembali bersender di pundak Billy sambil memejamkan matanya. Nyawanya ternyata masih belum stabil sepenuhnya.
Agatha membuka matanya ketika tangan kiri Billy mengusap lutut Agatha ketika lampu merah.
"Gue mau ajak lo ke suatu tempat."
"Kemana?" tanya Agatha setengah sadar.
"Udah ikutin aja."
Lampu hijau menyala, Billy kembali mengendarai motornya dengan kecepatan normal.
Beberapa menit kemudian, Agatha tersadar, ia teringat dengan kakek dan neneknya di rumah yang pasti sekarang sedang menunggunya pulang.
Ia terlonjak kaget, hal itu membuat Billy menatapnya heran.
"Ada apa?"
"Aku kan gak ngasih tau kakek sama nenek aku kalau mau pergi sama kamu."
Billy berhenti di pinggir jalan, ia menoleh pada Agatha sambil mengulurkan tangannya.
"Mau ngapain?"
"Hp lo?"
"Buat apa?" tanya Agatha heran.
"Buat telvon nenek lo lah, biar gue yang ngomong kalau lo pergi sama gue."
"Eh gak usah, Billy. Nanti malah gak dibolehin."
"Kenapa?"
"Nenek sama kakek gak suka kalau aku mainnya jauh-jauh. Nanti malah kamu kena marah."
"Ya tapi lo sama gue. Udah tanggung jawab gue sebagai cowok. Gimana sih." geram Billy sambil menatap Agatha tajam.
"Gak usah, Billy. Kita lanjutin aja. Gapapa kok. Biar aku yang ngomong sendiri. Ini mau aku chat. Udah kamu terusin aja nyetirnya."
"Terserah. Yang penting izin sama nenek kakek lo."
"Iya iya."
Billy kembali mengendarai motornya menuju tempat yang akan ia tuju.
Sementara Agatha setelah selesai mengirim pesan chat, ia kembali memeluk Billy.
"Billy masih jauh?"
"Lumayan."
Billy menatap Agatha yang kembali menyandarkan kepalanya di pundaknya.
'Gila nih cewek hobi banget tidur ya?'
Setelah 5 menit, Billy geram melihat Agatha yang masih enaknya tertidur pulas.
"Woi bangun."
Agatha mengerjapkan matanya, "Eh hehe. Maaf."
"Hobi banget lo tidur."
KAMU SEDANG MEMBACA
Epiphany
RomansaJudul lama : My Boyfriend is Badboy Kisah seorang gadis tomboy bernama Agatha yang suka memainkan hati seorang cowok dan dibilang tidak terlalu memikirkan seorang cowok. Gadis yang paling anti disakiti cowok dan paling bisa menyakti cowok. pintar,l...
