Seluruh murid X IPA 4 kini sedang duduk santai sambil mendengarkan cerita dari Pak Bandi. Semua seakan terhipnotis dan ikut larut dalam cerita tersebut.
"Dulu sebelum proklamasi kemerdekaan,semuanya kacau. Situasinya sangat sulit. Banyak perdebatan dan perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua."
Ya. Rupanya Pak Bandi sedang bercerita tentang sejarah. Sejarah bagaimana Indonesia dulu sebelum merdeka. Berbagai perjuangan yang dilakukan seluruh warga Indonesia untuk bisa segera memerdekakan Indonesia.
Walaupun status mereka kini duduk di jurusan IPA. Bukan berati mereka semua tidak menyukai sejarah. Mereka menyukai sejarah, apalagi jika Pak Bandi yang mengajar, membuat semangat mereka bertambah.
"Perdebatan itu tadi memicu terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Dimana Bapak Ir.Soekarno bersama dengan Bapak Mohamad Hatta diasingkan ke suatu tempat yang strategis dan aman dari jangkauan Jepang."
Semua murid terlalu asik mendengarkan cerita dari Pak Bandi sehingga tanpa sadar,bel tanda istirahat pun berbunyi.
"Tugas halaman 56 sampai 73,dikerjakan dan besok dikumpulkan. Ditulis ulang semua soal di buku tulis lalu di jawab."
Tak tanggung-tanggung dalam memberi tugas,terdengarlah helaan dan nafas berat dari murid-murid X IPA 4. Pak Bandi adalah guru yang bersahabat dalam hal menerangkan. Tetapi dibalik itu semua, Pak Bandi adalah musuh dalam hal memberi tugas.
"Sekian terima kasih. Sampai bertemu besok."
Pak Bandi keluar kelas sambil menggendong tas yang berisi buku dan laptop.
Murid-murid mulai keluar dan melaksanakan aktivitas mereka dijam istirahat.
"Tha,lo gak ke kantin?"
Tanya Abel yang sudah berdiri hendak menuju kantin.
"Gak, gue disini aja. Males gue."
"Lo mau nitip?"
Tanya Misya yang sedari tadi berdiri di depan meja Agatha dan Abel. Agatha hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Abel dan Misya pun keluar menuju kantin tanpa Agatha.
"Mending gue nyicil sejarah."
Baru saja Agatha hendak membuka buku sejarah yang baru ditutupnya beberapa menit lalu. Tiba-tiba suara 6 orang gadis berisik itu membuat Agatha bingung.
Agatha mengernyitkan dahi,untuk apa 6 orang gadis berdiri didepan pintu kelasnya sambil teriak-teriak tidak jelas.
"Billy...."
Teriak salah satu gadis itu sambil tersenyum. 6 gadis itu pun berlarian dan berebut jalan untuk sampai di tempat duduk Billy.
Agatha baru menyadari. Bahwa dirinya tidak sendiri.
Ada Billy,Algi,dan juga Galang dibelakang yang entah sedang apa.
"Ini makanan buat kamu. Pasti suka deh."
Ucap seorang gadis berambut pirang.
"Gak. Kamu makan makanan punya aku aja ya."
Sela salah-satu gadis berambut keriting itu emosi,tidak terima jika nanti Billy tidak menerima makanan dari dirinya.
"Billy sukanya sama gue. Bukan sama lo."
"Gak. Gue yakin Billy suka sama gue. Gue kan cantik."
"Cantik apaan. Rambut kayak punyanya hantu penyedot WC aja bangga."
"Enak aja. Emang ada hantu penyedot WC."
"Ada lah. Ini orangnya yang lagi gue ajak ngomong."
"Aduh Algi kok ganteng. Ini makanan buat kamu."
"Algi cuma buat gue ya."
"Apaan. Algi buat gue."
"Gak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Epiphany
Roman d'amourJudul lama : My Boyfriend is Badboy Kisah seorang gadis tomboy bernama Agatha yang suka memainkan hati seorang cowok dan dibilang tidak terlalu memikirkan seorang cowok. Gadis yang paling anti disakiti cowok dan paling bisa menyakti cowok. pintar,l...
