05. Maaf

177 16 19
                                        

Maaf bukan maksutku untuk melukaimu,tapi ini lebih baik dari pada terus bertahan tapi kamu terus tersakiti.
-Agatha Mey Abelano-

💜💜💜💜

Tidak terasa, 3 hari lagi menjelang UN. Hal yang di tunggu-tunggu namun sangat mendebarkan. Bagi kelas 6,9,dan 12 pastinya sibuk mempersiapkan hal ini. Entah jalan mana yang mereka pilih untuk menempuh kehidupan selanjutnya.

Agatha sendiri sudah mempersiapkan ini sejak dia kelas 1 SMP dulu. Ia tidak ingin mengecewakan ibu dan keluarganya.

Almarhum papanya berpesan agar Agatha harus menjadi orang yang sukses. Pesan dari papanya adalah salah-satu semangat bagi Agatha.

"Semangaaaattttttt..." Teriak Agatha penuh semangat di kamar tidurnya. Ia hendak belajar, namun keinginannya tertunda ketika dia kepikiran kalimat Sisil lalu.

"Ya. Mungkin ini lah saatnya. Maafkan aku Reza."

Agatha meraih ponselnya yang tergeletak diatas kasurnya.
Ia hendak mengirim SMS ke Reza berniat memutuskan hubungannya.

Deg..

Mata Agatha melebar ketika ada notifikasi pesan dari Reza.

Rezaaa.
Tha, aku bentar lagi ke rumah kamu ya. Orang tuaku pengen ketemu kamu. Nanti aku jemput. Siap-siap sayang😊.

Dikirim 18:35

Agatha melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya sebelah kiri. Mata Agatha kembali melebar melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 18:55.
Artinya, sebentar lagi Reza akan sampai. Tapi dia belum siap-siap apapun.

'Duh,gimana nih gue.' Gumam Agatha bingung.

Agatha memutuskan untuk membalas pesan dari Reza

Rezaaa.
Tha, aku bentar lagi ke rumah kamu ya. Orang tuaku pengen ketemu kamu. Nanti aku jemput. Siap-siap sayang😊.

Dikirim 18:35

Duh,maaf ya,Za. Aku baru pegang hp. Gimana nih? Aku belum siap-siap. Kamu jangan kerumah nanti aku dimarahin mama sama kakak.
Kamu tunggu aku di perempatan ke dua mau kerumah ku ya.

Terkirim 18:56

Baru saja Agatha meletakkan hp nya diatas kasur. Tiba-tiba,Mila(mama Agatha) membuka pintu kamar Agatha.

Takut,kaget. Ya. Itu yang dirasakan Agatha sekarang.
"M.. Ma.. Mama ngapain? A.. Aku mau belajar kok."

"Ada temen kamu di depan. Sana temuin."

Deg..
"Cowok apa cewek,Ma?"

"Cowok,sekarang ada di ruang tamu sama kakakmu. Cepet turun."

Deg..
'Gawat kalau sampai Kak Iqbal tau. Sial.'
"Hm. Iya,Ma. Bentar lagi."

Mila hanya memasang wajah datarnya lalu pergi meninggalkan Agatha yang masih berdiri di depan pintu.
'Muka mama kayaknya kesel nih. Bodo amat. Pokoknya hari ini gue harus putus. Dasar Reza.'

Agatha berlari segera menuruni tangga. Terlihat Reza yang tersenyum sedangkan Iqbal yang menatap Agatha instens. Tidak ada yang tau, apa arti tatapan Iqbal.

Agatha memegang rok yang dipakainya sambil menggigit bibir bawahnya.
"K.. Kak Iqbal ngapain? Kak Iqbal mending ke atas deh."

"Loh gak usah gugup gitu. Gue udah tau kok. Gue gak marah. Cepet lo ke kamar,dandan yang cantik. Orang tuanya Reza udah nunggu."

Epiphany Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang