Novel membawa dua kantung plastik berisikan makanan. Memasukanya ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Novel membeli makanan untuknya, Alleta dan Lio. Sudah jam makan siang dan tadi Novel melihat ke dapur tidak ada makanan jadi dia berinisiatif untuk membeli makanan di restauran.
Sebelum ke rumah Lio, Novel mampir ke minimarket yang letaknya ada di ujung jalan menuju rumah Lio. Novel cukup hafal dengan jalanan di sekitar sini. Dulunya dia pernah tinggal di perumahan daerah ini sebelum pindah ke rumah yang sekarang ia tinggali.
Setelah sampai, Novel masuk ke dalam dan mengambil troli. Novel membeli beberapa minuman soda dan air mineral. Dia juga mengambil beberapa bungkus roti selai- sari roti, yang rasa cokelat. Novel berjalan ke rak snack dan mengambil lays rasa rumput laut dan yang lainya.
Hanya lima menit Novel memasukan beberapa snack dan minuman ke trolinya. Novel pun mendorong trolinya menuju kasir.
Minimarket sangat sepi jadi Novel langsung meletakan barang belanjaanya di meja kasir. Novel membayar semua dengan total hampir empat ratus ribu. Wajar saja ada lima kantung plastik besar berisi banyak snack dan minuman di dalam.
Novel sangat menghamburkan uangnya untuk barang barang yang tidak terlalu penting. Cukup makanan saja tak masalah bagi Alleta dan Lio.
Hanya tiga menit waktu yang di butuhkan Novel untuk sampai di rumah Lio. Novel masuk, melihat Alleta dan Lio sedang duduk di sofa depan tv.
"ta!!" panggil Novel dan Alleta menoleh ke sumber suara.
"loh vel. Kok lo belum pulang, tadi katanya mau pulang?" tanya Alleta.
"Iya gue mampir ke resto dulu beli makanan buat kalian. Sekalian gue numpang makan di sini ya" Ucap Novel dan di balas anggukan oleh Alleta.
Alleta berjalan menuju dapur rumah Lio di susul oleh Novel yang mengekor di belakang Alleta. "ini taro mana?" tanya Novel sambil mengangkat tiga kantung plastik berlogo minimarket yang tadi ia kunjungi.
"Itu apa?" tanya Alleta.
"Jajan" Jawab Novel.
"Coba liat!" Ucap Alleta dan Novel menyodorkan kantung plastik itu.
Alleta membukanya dan melihat isinya satu persatu. "Banyak banget sih vel?" tanya Alleta sambil mengeluarkan semua isi dari kantung plastik yang membungkusnya.
"buat jaga jaga kalo lo laper. Gue sebagai pacar lo gak akan ngebiarin pacar gue laper. Apa jadinya pacar seorang Raka Brama Noveltino anak seorang konglomerat kelaperan?" tanya Novel dengan sombongnya membanggakan orang tuanya.
"Pacar pura pura inget itu. Lagian kita pacaran kalo di depan Sandi doang, kalo di sini enggak!!" Tegas Alleta.
"Apa?!! Kalian pacaran? kapan? dimana? kok gue gak tau? ta!! vel! jawab dong!!" Tanya Lio yang tiba tiba datang ke dapur dan menemui mereka berdua.
"Pantesan aja Alleta dateng kesini di anter sama Novel, biasanya berantem eh ternyata pacaran. Di balik hati yang beku ada perasaan yang hangat.. Cieee... Pj dong ta vel" Goda Lio sambil cengengesan.
Hanya beberapa menit saja Lio bisa menyembunyikan masalahnya dalam dalam. Sungguh gadis itu sangat kuat dan tegar. Dia tak berhenti di titik yang sama, dia selalu melangkah dan menjauh dari masa masa sulitnya.
"Minta berapa li? Satu juta? Lima juta? dua puluh juta? atau seratus juta?" Tanya Novel dengan serius.
"Ehh!!! Nggak li. Gue sama Novel gak pacaran. Gue cuma minta tolong sama Novel buat jadi pacar pura pura gue. Biar Sandi nggak ngejar ngejar gue terus. Gue udah muak lihat mukanya yang sok perhatian itu" Ucap Alleta.
"Gapapa kalo saat ini cuma sebatas pacar pura pura. Kalo nyaman lanjut aja. Hubungan itu di lihat dari rasa nyaman dan saling percaya" Ucap Lio dan mereka berdua terdiam.
Bagaimana jadinya jika Alleta nyaman dengan kehadiran Novel di hidupnya. Bagaimana jika Novel melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Sandi dulu.
Novel melirik ke arah Alleta yang tak menampakan ekspresi sama sekali di wajahnya. Gadis itu menatap kosong botol air mineral yang ada di meja.
Alleta kenapa? kenapa dia langsung diem gitu? Apa dia juga punya perasaan yang sama seperti perasaan yang gue punya?. Tanya Novel dalam hatinya.
Dia sangat penasaran dengan sikap Alleta saat ini. Berubah sedikit setelah mendengar ucapan Lio. Lio pun duduk di samping Alleta dan membuka kantung plastik yang masih membungkus rapi makanan di dalam.
"ini apa vel?" tanya Lio sambil membuka ikatan tali.
"Makanan. Cuma steak doang sih. Gue bingung tadi mau beli apa, kan gue belum tau makanan kesukaan pacar gue sama sahabatnya" Ucap Novel.
Ucapan Novel untuk memancing Alleta mengeluarkan kata kata pun gagal. Dia tak merespon sama sekali ucapanya. "ta!!" panggil Novel dan Alleta menoleh.
Alleta mendongakan wajahnya dengan raut wajah datar dan bertanya. "kenapa sih? lo gak nyaman gue panggil pacar?" tanya Novel.
"hah enggak gitu. Gue gak terbiasa di gituin. Dan lagi pula gue sama lo kan gak ada hubungan" Ucap Alleta.
"tapi setidaknya lo mau gue panggil pacar kalo gak sayang, supaya Sandi yakin dan percaya kalo gue sama lo itu beneran pacaran" Ucap Novel
Benar apa yang di bilang Novel. Dia harus menerima semua perlakuan Novel, dia juga harus terbiasa ke depanya jika Novel memanggilnya dengan sebutan itu walaupun Alleta tak menginginkanya.
Tujuan Alleta adalah supaya Sandi percaya jika mereka pacaran dan membuat Sandi berhenti. Alleta sudah muak dengan semuanya. Sudah cukup Alleta menderita.
Alleta menganggukan kepalanya pelan menandai jika dia menyetujui semua saran dari Novel. Dia juga masih berhutang dengan Novel. Dia belum menceritaksn semuanya yang terjadi kepada Novel.
•••Novelleta#21•••
Segini dulu nih yang chapter 21. Dari Chapter 19 semuanya di mulai. Memang sudah rencanaku jika puncak konflik Novelleta di saat Sandi muncul dan Alleta meminta Novel untuk menjadi pacar pura" Alleta.
Yuk teman teman bantu Author dukung cerita ini dengan Vote ya. Kalau ada yang gak nyambung bisa sampein di komentar dan siapa tau nanti bisa di buat ide di capter selanjutnya.
Feedback juga boleh kok, dm aja
Follow ig : @dilanrhikmah._
•12 MEI 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
NOVELLETA | Novel is my Life [END]
Teen FictionNovelleta [COMPLETED] Typo bertebaran [Belum direvisi] start : 21 APRIL 2020 finish : 20 MEI 2020 •Alleta Sastra Maharani •Raka Brama Noveltino Bagaimana jika seseorang di dalam kehidupan skenario hadir di dalam hidup kita. Bagaimana jika sikap bu...
![NOVELLETA | Novel is my Life [END]](https://img.wattpad.com/cover/221707920-64-k961695.jpg)