"Jadi lo sebenarnya cuma pura-pura pacaran doang sama Langit?" Bulan pun mengangguk lemah.
"Tapi kenapa lo lakuin itu?"
"Gue cuma pengen tau seberapa perjuangan lo sayang ke gua" kata Bulan kembali meraih badan Bumi dan bersembunyi di dada bidang Bumi.
"Astaga Lan,lo gak usah kayak gitu juga gue udah sayang sayang sayang banget sama lo" lalu?bagaimana dengan Ita?Mereka berdua kan sudah sama-sama menaruh hati?
"T-tapi gue gak cuma pengen tau seberapa perjuangan lo doang" Bumi menatap nanar Bulan.Nampak raut kecewa dalam wajah Bumi.
"Gue juga pengen tau seberapa perjuangan N-nug"
"Anugrah?" Bulan menangis kembali di pelukan Bumi.
Bumi mengecup puncak kepala Bulan.
Gue gak kuat Lan liat lo nangis kayak gini 'batin Bumi.
"Udahh stop jangan nangis,gue gak bisa liat lo nangis Lan" Mata Bumi mulai mencari sesuatu pada mata Bulan.
"Trus kenapa lo nangis?dan nyuruh gue ke sini?" Tanya Bumi.
Bulan melapas pelukannya."sebenarnya gak itu aja,gue sama Langit itu pura-pura pacaran.Tapi Langit sayang sama gue.Dia suka sama gue.Pokoknya gitu deh.Bahkan dia mau bunuh lo sama Nugrah,Biar Langit gak ada saingan,dan cuma dia yang seolah-olah ada di hati gue" Bumi memijit pelipisnya.
"Trus gue harus apa?" Tapi Bulan kembali berhambur pada pelukan Bumi.
"Gue mau lo putusin Ita dan kembali lagi sama gue" Mata Bumi membulat."lo gila?bahkan gue udah mau tunangan sama Ita?!" Kata Bumi melepaskan tangan Bulan pada badannya.
"Ya trus mau gimana lagi?gue mau lo lindungin gue.Gue mau sikap dan semua yang dulu ada di diri lo itu balik lagi ke gua dan gu--" Bulan berhenti bicara "dan itu semua dulu. Sebelum gue sadar dan sebelum lo bikin gue kecewa" Bulan meneteskan air mata.
"Gue mau itu kembali Mi!!" Bumi menatap Bulan nanar.Walaupun Bumi laki-laki tapi ia tak tega melihat gadis nya---gadis yang pernah ada di hati nya menangis.
Mereka pun hanyut dalam dekapan.
***
"Kalo gak niat ngajak gue jalan yaudah,balik lagi aja trus pulang." Kata Anggra yang kecewa pada Nugrah.Sebab mereka pergi ke mall untuk nonton bioskop kini tertunda karena Nugrah tak membawa dompet.
Nugrah tertawa."hahaha apa sih lo bego?! Yakali gue ngajak cewek gue jalan tapi gue gak bawa dompet." Nugrah merogoh saku celana belakang nya. "Nih gue bawa,Tebel kan?" Kata Nugrah sambil melambungkan dompetnya di depan wajah Anggra.
"Cewek lo?noh satpam deket komple gue nganggur" kata Anggra yang mulai kesal."ck,gue mau nya lo gimna?" Kata Nugrah.
"Gak gimana-gimana" Acuh Anggra.
"Yaudah sini mana uang nya,gue yang beli tiketnya" Nugrah mengambil dua lembar uang berwarna merah.
"Eitsss,mana ada tuan putri repot-repot.Kalo ada prince nya kenapa harus princess nya yang harus turun tangan?" Nugrah berlari menuju loket untuk membeli tiket.
Gue bisa spot jantung kalo gini trus 'batin Anggra.
Sesekali Anggra melihat ke arah Nugrah yang sedang meng antree dan bermain ponsel. Ide usil muncul di pikiran Anggra. Ia membuka aplikasi instagram dan memoto Nugrah secara diam-diam. Tak lama kemudian ada notifikasi baru dari Nugrah.
Nugrah: kalo mau foto gue jangan diem-diem dong yang.
Itu lah pesan yang terpampang di ponsel Anggra. Ia pun melirik Nugrah tajam.Dan hanya senyum tipis yang ada di wajah tampan Nugrah.
Mereka ber dua pun memasuki ruang teater dan duduk layaknya pasangan.
***
Akhirnya gue bisa mendapatkan lo Lan! 'Batin Langit.
Sesuai janji gue sama Bintang.Kalo gue gak bisa mendapatkan apa yang gue mau.Mau gak mau gue harus bunuh diri gue bahkan lebih baik gue bunuh penyebab Bulan nolak gue.
Gua tau cara ini salah,tapi apa gue gak berhak buat bahagia?gak berhak buat nentuin arah hidup gue?gue juga pengen kayak orang lain
Gue gak kuat nahan-nahan ini.
Gue pun memakai hoodie dan celana levis se-lutut dan segera melajukan mobil dengan kecepatan penuh.
Lo bakal jadi target selanjutnya 'batin Langit.
Langit memundurkan mobil nya.Nampak nya ingin mengambil ancang-ancang. Dan selanjutnya adalah Langit suara decitan mobil menggema.
Ini gak sebanding sama penderitaan gue 'Langit membatin.
Akhirnya Langit kembali memundurkan mobilnya. Decitan kedua pun kembali menggema di jalanan sepi itu. Tak ada orang,tak ada kendaraan yang lalu lalang,tak ada pedagang kali lima yang biasanya berjualan di jalan-jalan biasanya.
Langit turun untuk melihat korban yang saat ini sudah terkapar di jalan.
"Maaf gue ngelakuin ini,haha tapi gak dosa kali ya?penderitaan lo kan gak sebanding sama penderitaan gue" Kata Langit sambil merogoh sesuatu pada saku celananya.
"Langsung aja bunuh saya! Gak usah kamu lama-lama" kata Pria itu. "As your wish " kata Langit sambil membuka pisau lipat nya.
Srekkkkk
Luka sobek berhasil di ukir oleh Langit tepat di leher bagian belakang pria itu.Merasa sudah sedikit puas.
Tapi Pria itu masih bisa bernafas. Jadi Langit menambah sobek kan itu pada daun telinga pria tersebut.
Srekkkll...
Kali ini Langit merobek daun telinganya mengguna 'kan tangan nya sendiri.Menurut Langit itu sangat mudah di lakuka. Demi melancarkan aksi nya Langit memasukkan mayat itu ke dalam karung, Dan ia lempar ke mobil bak terbuka yang berisi sayuran.
"Terima kasih sudah menjadi saksi kehebatan gue" Kata Langit sambil kiss bye pada karung berisi mayat itu.
***
"Gue akan usaha buat lindungin lo" Bulan mendongak. "Lo serius?" Bumi pun mengangguk.
Bulan kembali limbung di pelukan Bumi."maaf".
"Lo gak salah Lan,yang salah itu gue.Gue yang kurang nunjukkin rasa sayang dan cinta gue ke elo.Lain kali lo gak usah kayak gini Lan,mau gimana pun keadaan lo gue akan terus sayang dan cinta sama lo" kata Bumi mencium puncak kepala Bulan.
Heran aku sama Bumi.Udah di kecewain masih aja kasih hati.
"Kecuali untuk sekarang" lanjut Bumi.
"Kenapa?bukan nya lo cinta dan sayang sama gue?"
" itu dulu,sebelum lo kecewain gue" Bulan melepas pelukannya. "Tapi lo tetep bakal ngelindungin gue kan?" Bumi mengangkat kedua bahu nya acuh.
Dulu di kasih hati malah minta usus.
Sekarang di kasih ampela malah minta urat. Kesel sendiri astaga :<
"Sedikit gue bisa ngelindungin lo,tapi gue gak bisa 100% bantuin lo,ya karena ini masalah lo.Lo harus tau makna nya kecewa,maknanya ego" kata Bumi meyakinkan Bulan.
Setelah suasana mencari Bumi berpamitan pada Bulan dan Mama nya.
"Tan,Lan gue pulang dulu ya" pamit Bumi. Mereka berdua mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA {END}
Teen Fiction"Mau kemana lo?" Tangan Nugrah masih menggenggam pergelangan Bulan. "Gue mau ke belakang,pengen duduk sama Bintang" jawab Bulan seraya pandangannya masih tertuju pada Bintang. "Ngapain ke sana?bukannya lo duduk sama gue?" Tangan Nugrah masih berteng...
