"Cinta adalah disaat aku dan kamu menjadi kita. Apabila ada kata dia, maka dia sudah pasti akan merusak kata kita tersebut. Hingga suatu waktu kata 'Kita' bisa berubah menjadi kata 'Sakit'"
~Anonim
***
Saat pemilihan Ketos tiba, Lana PosThink kalau dia pasti kalah, dan benar saja, dia tak terpilih, seketika itu dia langsung sujud syukur. Mungkin terdengar Alay, tapi itu wujud dari janji Lana kalau nggak ditunjuk jadi Ketos, meskipun akhirnya dia jadi Wakil Ketos. Karena kalau jadi Ketos dia harus siap buat selalu ada di OSIS. Dan dia selalu dibuat angkat tangan kalau harus berurusan dengan proposal dan kawan-kawan.
***
2 Bulan kemudian...
Lana sudah bertekad bulat untuk menerima perasaan Shella. Karena Jennie juga baru saja jadian dengan Zaky, mungkin kalian bertanya-tanya bagaimana itu bisa terjadi, tapi, memang begitulah takdir dan itu juga berkat usaha mati-matian Lana yang selalu mencoba mendekatkan mereka. Dengan beribu cara-cara ajaibnya.
Namun sebelum mengutarakannya, Lana menyempatkan diri untuk minta pendapat pada Lina, ya sekarang mereka sudah resmi berteman baik, atau lebih tepatnya sudah seperti kakak beradik. Biarpun Lina selalu dilatih untuk bersabar akan tingkah menyebalkan Lana, yang bak Jailangkung baginya. Tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi seenak jidatnya. Sekali datang omongannya bikin pusing 7 turunan.
Seperti hari ini, Lana sudah Stand by di depan gerbang Kampus Lina sambil duduk disebuah kursi panjang dengan main ponsel.
Selang beberapa menit, Lina menunjukkan batang hidungnya.
"Kak!" Sapa Lana dengan tersenyum lebar. kemudian menepuk tempat duduk disampingnya. isyarat agar Lina duduk disitu. Linapun peka dan duduk disitu.
"Gue mau nanya sesuatu."
"Tanya apaan?"
"Dulu pas Bang Al nembak lo, dia ngomong apa aja sama lo?" Tanya Lana serius. yang membuat Lina ternganga.
"Gue udah lupa kali, udah lama banget." Jawab Lina dengan menerawang jauh.
"Ayo dong Kak! gue butuh banget nih!" Desak Lana dengan wajah memelasnya.
"Ck, emang lo nggak pernah apa nembak cewek?" Tanya Lina sewot.
"Pernah, tapi lupa. Ayolah Kak!" Paksa Lana yang membuat Lina menghela nafas.
"Ya udah, gue kasih tahu lo ya. Al itu orangnya simple nggak ribet. Dia cuma ngajak jalan bareng, terus dinner, bilang 'I Love you' dan gue jawab 'Too' gitu doang!" Jelas Lina dengan menerawang.
"Oh.. tapi, kok lo langsung mau? Apa lo juga suka sama dia?"
"Suka sih enggak, tapi karena gue ngrasa dia tulus, ya gue iyain aja. Kan cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. And now, you see? I already loved him" Jelas Lina dengan serius. Lana nampak manggut-manggut saja.
"Mm.. ya ya, gue ngerti."
"Emang lo kenapa sih tiba-tiba tanya gituan? Apa jangan-jangan lo mau nembak cewek ya?" Tebak Lina, Lana mengangguk mantap.
"Hm, do'ain biar lancar ya?"
"Ok. Jangan lupa PJ nya kalo beneran jadi!"
"OK! SIAP BOSS!"
Lana berpamit pulang. kemudian dengan mudahnya dia mencium punggung tangan Lina, namun tak ada ekspresi kaget diraut wajah Lina, karena Lana sudah biasa melakukan itu, alasannya, 'Itu bentuk rasa hormat gue sama orang yang udah gue anggep kayak kakak gue sendiri'.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRUST (Between Us) [Complete]
Roman pour Adolescents"Aku mempercayaimu dengan sepenuh hatiku, tapi kau malah menghempaskan kepercayaanku dengan menghilang dari kehidupanku tanpa sebab" Lana awalnya adalah seorang yang displin, fair dan humoris, namun usai kepercayaannya dinodai oleh kepergian seseora...
![TRUST (Between Us) [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/216738245-64-k172817.jpg)