Kamulah satu-satunya sebab, yang mampu membuat sakit ini berubah jadi tawa, dalam hitungan detik.
~Anonim
***
Setelah Lama berdiam diri, ada perasaan bersalah dalam diri Lana. Hingga dia menghentikan motornya di depan sebuah RM (Rumah Makan). Shella mengerutkan keningnya dan masih belum beranjak dari jok motor Lana. Hingga deheman keras Lana menyadarkannya dan turun dari motor itu dengan perasaan bingung.
"Kita kok kesini?" Tanya Shella bingung.
"Laper, sekalian nunggu ashar" Jawab Lana datar, kemudian menggandeng tangan Shella erat, hingga Shella agak terkejut.
Tanpa sepatah katapun Lana dan Shella duduk berhadapan disebuah meja kayu.
Usai memesan makanan, mereka kembali terdiam. Shella yang sibuk memilin ujung seragamnya. Sedangkan Lana sibuk dengan ponselnya.
Hingga setelah menghela nafas panjang Lana berkata serius.
"Sorry"
"Hah?!" Spontan Shella terkejut akan ucapan lirih Lana.
"Tadi gue nggak sengaja. gue kelepasan. Maaf" Ujar Lana kembali serius. Shella mencoba mencerna maksud dari perkataan Lana.
"Nggak sengaja? Kelepasan? Maksud lo apa sih?" Tanya Shella bingung. Lana menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.
"Ya...itu yang tadi. Gue..nggak maksud ngomong kasar sama lo tadi" Ujar Lana tergagap. Dia benar-benar tak sebegitu pandai meminta maaf pada orang. Shella tersenyum simpul.
"Ohh itu. Nggak apa-apa kok. gue yang salah" Ucap Shella dengan kembali memilin ujung seragamnya sambil tertunduk.
"Nggak! Lo nggak salah! gue yang salah!" Solot Lana tiba-tiba yang membuat Shella langsung mengangkat wajahnya dan menatap Lana dengan kening berkerut.
"Kok lo jadi nyolot? Emang bener kan gue yang salah? buktinya sampek 2 minggu kita pacaran, lo masih gitu-gitu aja kan? Lebih memprioritaskan dia ketimbang gue? jadi udah jelas yang salah itu gue, karena gue udah terlalu berharap sama lo yang nggak tulus sama gue?! Gue yakin lo nembak gue cuma buat pelampiasan doang 'kan? Ato--" Ucapan Shella terhenti saat dia tak bisa lagi menahan air matanya yang pada akhirnya mengalir begitu deras dan membuatnya terisak. Hingga tak dinyana beberapa pengunjung RM tersebut menatap aneh kearah mereka.
Lana mengusap wajahnya kasar. Usai menghela nafas berat dia beranjak dari tempat duduknya dan berganti duduk disamping Shella. Dengan sabar Lana menepuk-nepuk punggung Shella agar berhenti menangis.
"Nggak Shell. gue nggak pernah berfikiran kayak gitu. gue sayang sama lo, gue beneran cinta sama lo" Jelas Lana lembut.
"Bohong" Lirih Shella dengan tetap sesenggukan.
"Gue beneran nggak bohong Shell, Swearr!"
"Kalo lo nggak bohong, buktiin!"
"Ok! lo mau gue buktiin apa? biar gue lakuin!" Tantang Lana dengan penuh kesanggupan.
"Jauhin kakak lo itu" Ucap Shella mantap, yang sukses menghentikan tangan Lana yang sedari tadi menepuk-nepuk punggung Shella.
Kini tangan itu berganti bertautan dengan tangan satunya yang berada diatas meja. Dengan raut wajah yang sulit diartikan dengan kata-kata.
"Itu terlalu childish Shell. Gue nggak mungkin jauhin dia gitu aja. gue udah anggep dia kayak kakak gue sendiri. lo pasti ngerti 'kan gimana rasanya kalo dijauhin sama sodara lo sendiri?" Tolak Lana tegas. baginya memang cara pembuktian yang diputuskan Shella itu terdengar sangat bodoh dan tak masuk akal.
"Lo nggak mikiran perasaan gue sama cowoknya dia saat lo deketin dia? iya?" Lana terdiam. Shella kembali meneruskan perkataannya serius."Mungkin awalnya kita biasa aja, tapi sampe kapanpun, yang namanya rasa cemburu itu pasti ada Lan!"
"Kalo cemburu ya bagus dong! Bukannya, cemburu itu tanda sayang!" Timpal Lana kemudian dengan nyolotnya. Shella menghembuskan nafas kasar.
"Ck, capek gue ngomong sama lo! sekarang gue tanya sama lo, seumpama...gue sama kakak lo itu sama-sama jatuh ke tengah laut, siapa yang bakalan lo selametin duluan di saat cuma ada lo ditempat kejadian?" Tanya Shella kembali serius.
Lana mengerutkan dahinya, dia menatap kearah Shella tak habis fikir akan pertanyaan konyol Shella, sebelum dia memberikan jawaban yang membuat muka serius Shella menjadi memerah.
"Ya jelas Elo lah Shei.. Kalo kak Lina, itu mah gampang aja, diakan pawangnya paus tuh! Tinggal minta telen sama tuh ikan terus dikeluarin deh pas nyampe pantai! Beres kan Shey?" Jelas Lana dengan muka serius. dan menepuk-nepuk puncak kepala Sheilla.
Dan entah kenapa seketika itu, rasa kesal Shella seakan sirna dan terganti dengan kekehan gelinya.
"Lo kate dia titisannya Nabi Yunus yang bisa diselametin ikan paus?" Sahut Shella ditengah kekehannya.
"Iyain dah biar cepet" Sahut Lana dengan tertawa kecil. dan bersamaan itu ponselnya berbunyi, hingga memaksanya untuk membaca sebuah pesan masuk di WA. Tanpa sengaja Shella ikut melirik isi pesan tersebut karena kepo.
Yayam:
Bro! entar malem lo bsa nggak k.tmpt byasa? ada acra nih.
Read
Me:
Ok! Siip! Acara apaan?
Send
Yayam:
Gw mw nyerahin Crown gw sma org lain.
Read
Me:
Ok Yam! See you..
Send
Menyadari sedari tadi Shella ikut membaca pesan tersebut dengan dahi berkerut, Lana berganti menatap lekat kearah Shella.
"Dia temen gue. Temen SMP dulu selain Ferdi" Jelas Lana yang mengetahui keheranan Shella.
"Yang dimaksud crown itu apa?" Tanya Shella kepo. Lana tersenyum simpul, kemudian mengelus pundak Shella.
"It--" belum selesai bicara, si pelayan datang memberikan pesanan mereka.
"Makasih Mbak" Ucap Shella ramah, kemudian dia kembali menatap Lana penuh tanya.
"Jadi?" Tanya Shella lagi penuh kepenasaran.
"Dia itu---" Belum selesai Lana menjelaskan ponselnya berdering. Ada telpon masuk dari seseorang, tanpa melihat penelpon dia mengangkatnya.
"Lan?" Sapaan diseberang sana membuat Lana sudah dapat menebak suara siapa itu.
"Tumben nelpon, ada perlu apa ya?"
"Bangke lo! katanya mau ngasih PJ! sampe dua minggu nggak ada bau-baunya juga tuh yang namanya Pajak Jadian!"
"Yaelah! lo kayak anak ABG aja minta PJ sampe segitunya! Ntar kalo ada uang gue PJ-in dah!"
"Cih! mentang-mentang udah jadian! yang lain dinomer sepuluh-in! dasar Adik durhaka!"
"Ehm! sejak kapan lo anggep gue adik? nggak inget lo ngatain gue genderuwo setiap kali gue panggil KAKAK! Kalo ada maunya doang panggil Adik! dasar Kakak Durhaka! Gue kutuk Lo jadi patung Pancoran!"
"LANAAA!!!!! SETAN LO! AWAS LO YA! Gue pastiin gue bakal penggal tuh setir motor lo kalo sampe gak kasih-kasih PJ! BYE!" Teriak orang diseberang sana kemudian mematikan obrolan sepihak. Mengorek telinganya karena akibat teriakan Lina kini telinganya jadi berbunyi Ngiing!
"Kakak lo Lan?" Tanya Shella pelan. Lana mengangguk sambil meletakkan ponselnya keatas meja. Kemudian mengajak Shella makan pesanan mereka. Entah kenapa sekarang Shella merasa tak lagi terbebani akan kedekatan Lana dan Lina.
'Mungkin benar, mereka cuma sebatas kakak beradik'
Selama proses makan, tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun, bahkan Shella melupakan akan pertanyaan yang sempat dilontarkannya tadi. Tentang...
'Who is Yayam?'
KAMU SEDANG MEMBACA
TRUST (Between Us) [Complete]
Genç Kurgu"Aku mempercayaimu dengan sepenuh hatiku, tapi kau malah menghempaskan kepercayaanku dengan menghilang dari kehidupanku tanpa sebab" Lana awalnya adalah seorang yang displin, fair dan humoris, namun usai kepercayaannya dinodai oleh kepergian seseora...
![TRUST (Between Us) [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/216738245-64-k172817.jpg)