"Jangan benci kebangetan sama orang, kalo udah disamperin sama Kangen! mati kutu Lo!"
~Selly Marissa
***
"Jadi, ini ponsel punya anak nyebelin itu? Ya Tuhan! apa dunia sudah mulai sesempit daun kelor?" Pekik Batin Lina frustasi, karena baru menyadari kalo ponsel itu milik Lana.
"Yuk Lin ke kantin! katanya adek lo nungguin?" Cibir Selly dengan melirik jahil kearah Lina yang melengos.
"Eh ya Lin, gue baru tahu lo punya adik lagi. bukannya adik lo cuman cewek doang ya, itu aja masih SD 'kan?" Tanya Kanya, wanita berwajah bak artis korea itu. serius.
"Adik ketemu gede tuh maksudnya Lina, ye nggak Lin?" Cibir Selly lagi yang membuat Lina makin jengah.
"Apaan sih? gue cuma nggak nemu alesan aja, jadi pura-pura bilang adik gue yang nyariin." Jelas Lina dengan sewot.
"Ya udah, buruan lo temuin! keburu dianya marah!" Suruh Kanya dengan mengibas-ibaskan tangannya.
Dengan langkah cepat, dan diikuti oleh Selly dan Kanya, mereka menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin kampus..
Lina melihat Lana nampak berbincang santai dengan Raga dan Tania.
"Kok mereka keliatan akrab amet ya?" Batin Lina heran, lalu dengan langkah malas dia menghampiri Lana. sedang Selly dan Kanya memilih utnuk duduk ditempat yang tak terlalu jauh dari tempatnya Lana.
Tanpa berkata apa-apa dia menaruh ponsel Lana diatas meja disamping Lana, hingga menghentikan aktivitas Lana memakan Bakmi.
Lana membulatkan matanya saat tahu siapa yang menaruh ponselnya dimeja.
"Elo lagi?!"
"Apa?! nggak mau ponselnya gue balikin?" Tanya balik Lina sewot. seraya hendak mengambil lagi ponsel yang ditaruhnya. tapi, tangan Lana lebih dulu menyambar ponselnya dan mengantonginya. Lalu kembali menikmati bakminya.
"Eh, lo tuh nggak ada makasihnya ya sama orang? udah mending gue mau nyimpenin ponsel lo!" Pekik Lina sebal.
Raga langsung menyenggol lengan Lana. "Buruan bilang makasih. kalo diaduin sama pacarnya mampus lo!" Bisik Raga. Lana menghembuskan nafas kasar.
"Ck! Iya! Iya! Makasih." Ujar Lana malas. Lina melirik kearah tangan kiri Lana yang masih dibalut perban. tiba-tiba timbul rasa bersalah dalam benaknya.
"Eh, itu tangan lo masih sakit?" Tanya Lina datar.
"Dikit!" Lina menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ingin rasa dia menawarkan obat pengering luka yang dimilikinya, tapi dia terlalu gengsi.
"Ngapain lo liatin gue kayak gitu? Naksir lo!" Ujar Lana jutek.
"M,, eh nggak! apaan sih lo! ngaca dulu napa sebelum ngomong! wajah macem Genderuwo gitu! Songong amet!" Pekik Lina antara sebal dan malu. dengan langkah lebar dia duduk dikursi diantara Selly dan Kanya dengan wajah ditekuk.
Tak ada ekspresi kesal dalam wajah Lana, dia nampak datar-datar saja, dia bahkan sempat menyunggingkan senyum miringnya.
"Eh Lan! lo kenal sama dia?"
"Cewek ketus itu? Nggak banget! Udah dulu ya Bang! Mbak! Thanks traktirannya." Ucap Lana dengan beranjak dari tempat duduknya.
"kok buru-buru amet dik?" Tanya Tania heran.
"Ini mau balikin ponsel Ferdi! Misi mbak! Bang! Gue duluan ya?"
"Ok!" Lana menepuk tangan Raga, kemudian berlalu dengan langkah cepat menuju keluar kantin tersebut.
Namun dia masih sempat melirik ke kursi tempat Lina duduk. Mereka sempat adu tatap. Lina dan Lana sama-sama terdiam lama, sebelum Lana buru-buru membuang muka dengan mengacak-acak rambut gondrongnya. Sedang Lina dia langsung meminum jus Avocado dihadapannya.
"Ehm! yang abis tatap-tatapan! apa kabar jantung lo Lin?" Cibir Selly dengan menyenggol-nyenggol lengan Lina. yang langsung balas memukul lengan Selly.
"Jantung gue masih ditempatnya kok! nggak pindah!" Sahut Lina dongkol.
"Oh kirain udah loncat! Kan abis ngeliat Genderuwo!" Kanya ikutan gencar mencibirnya, Lina memilih memasang wajah tembok.
"Bodo Amet!" Pekik Lina dengan kembali menyeruput Jus Avocadonya.
"Gue aneh deh sama lo! cowok ganteng macem jungkook gitu, lo bilang genderuwo! Apa jangan-jangan orang yang udah punya pacar tuh! ngliat semua cowok macem genderuwo ya?" Kanya tiba-tiba bicara polos dengan garuk-garuk kepalanya. dan hal itu membuat Lina mengusap wajahnya kasar.
"Jungkook pala lo Jongkok!" Pekik Lina sebal. Meskipun dalam hati, dia mengiyakan perkataan Kanya.
"Dia emang cakep sih! tapi kan tetep aja nyebelin!"
"Jangan benci kebangetan sama orang, kalo udah disamperin sama Kangen! mati kutu Lo!" Sindir Selly santai tapi tajam, yang membuat Lina langsung melengos.
________________________________________________
Next...=>
KAMU SEDANG MEMBACA
TRUST (Between Us) [Complete]
Fiksi Remaja"Aku mempercayaimu dengan sepenuh hatiku, tapi kau malah menghempaskan kepercayaanku dengan menghilang dari kehidupanku tanpa sebab" Lana awalnya adalah seorang yang displin, fair dan humoris, namun usai kepercayaannya dinodai oleh kepergian seseora...
![TRUST (Between Us) [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/216738245-64-k172817.jpg)