Sahabat?

283 41 3
                                        

"Selamat pagi semuanya."

"Pagi, Madam."

"Hari ini kita kedatangan murid baru dari Netherland. Ayo, perkenalkan diri, mulai dari nama, hobi, dan umurmu."

Bagaimana ini? Aku gugup.

"Hallo semuanya. Namaku Athanasia, hobiku jalan-jalan, umurku 13 tahun. Mohon bantuannya."

Lalu satu-persatu mulai memperkenalkan diri dari depan sampai belakang, membentuk sandi ular.

"Nah Athanasia, kamu bisa duduk di tengah-tengah Anna dengan Fajar ya? Kamu mau kan?"

"Tentu saja, Madam. Kenapa tidak?"

"Ha, kamu mau duduk disebelah inlander? Hahaha, kamu ini aneh sekali."

"Kenapa kalian menghina dia? Dia sama seperti kalian, sama sepertiku, sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Terlebih ada pepatah yang mengatakan 'Apalah arti sebuah nama' kalian lupa?"

Aku benar-benar berani tapi sedikit takut sebenarnya, namun ucapanku memang benar, kan? Semua orang menatapku dengan tatapan yang mengerikan, habislah riwayatku hari ini.

              ***

Teng

Teng

Teng

Bel itu sudah berbunyi untuk yang kesekian kali dari tadi pagi, menandakan jam pulang sekolah. aku mengekori Anna dan Fajar tanpa mereka sadari, lalu aku menarik tangan mereka dari belakang, pelan kok tidak sampai jatuh mereka.

"Maaf membuat kalian kaget, aku tidak mau berteman dengan kalian, namun aku mau bersahabat dengan kalian." kataku dengan nada serius.

"Kamu yakin? Apa tidak papa?" tanya Fajar yang sepertinya tidak yakin.

"Bagaimana bisa kami bersahabat denganmu yang baru saja kami kenal?" kata Anna dengan nada ketus yang menjadi ciri khas nya.

"Hehehe, pilihan kalian hanya ada dua!  Mau jadi sahabatku untuk selamanya dan kita saling menjaga, mendukung, dan melindungi, atau menjadi teman lalu menjadi sahabat ku? Hmmm?" aku terkekeh sendiri mendengar penuturan yang keluar dari mulutku.

Mereka berdua diam. Sama sekali diam.

"Aah, baiklah aku akan memberikan kalian gelang ini sebagai tanda pertemanan. Ini, terimalah." lalu mereka menerima gelang pemberianku. Aku senang, walaupun awalnya aku bermaksud memberikannya sebagai tanda persahabatan, bukan tanda pertemanan.

"Bolehkah aku jalan bersama kalian?"

Mereka berdua mengangguk.

Athanasia Van Bristen [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang