Hari ini aku menjauh dari Fajar dan Anna, supaya mereka berdua tidak menjadi korban karena aku atau Valeri. Aku berangkat sekolah dengan jalan kaki karena sekolah kami jaraknya dekat, sedangkan Valeri menggunakan sado milik keluarga.
Aku sudah sampai didepan sekolah, entahlah menurutku hari ini tidak akan berjalan baik. Aku berjalan pelan menuju kelas, saat aku mulai masuk, tatapan semua orang tertuju kepadaku.
Pasti Valeri berbicara yang tidak-tidak tentang aku.
"Hei, Athanasia! Walaupun kamu cantik, tapi kau tega sekali meninggalkan Valeri sendirian disini sambil menunggu sado keluargamu untuk menjemputnya pulang kemarin." kata Michael.
"Astaga, Valeri. Apakah kamu menunggu itu lama? Aku tidak melihatmu saat jam pelajaran berakhir. Aku kira kamu sudah pulang duluan dan meninggalkan aku sendirian, aku tanya teman-teman tapi mereka malah tidak tahu keberadaan mu saat itu."
"Ah, aku di toilet. Aku, ah sudahlah." Valeri begitu gugup.
"Kalau begitu maafkan aku ya, Valeri. Seharusnya kamu bilang dulu kalau mau ke suatu tempat, supaya kamu tidak sendirian seperti kemarin. Maaf ya? Oh apakah kamu sudah memakan roti yang aku belikan kemarin?"
"Roti? Oh jadi itu kamu yang beli? Sudah."
"Oh, begitu? Kata Madam kalau habis diberi sesuatu harus mengucapkan terimakasih ya?"
"Oh, ya. Terimakasih, Athanasia."
"Sama-sama."
Valeri POV
Astaga, licik sekali dia. Aku harus menjebak nya, aku mau dia dikeluarkan dari sekolah ini dan dari keluarga Van Bristen! Aku butuh bantuan. Aku harus segera mencarinya, segera!
Aku pasti akan bisa melakukan semuanya dengan baik, aku ini kan licik. Semua bisa diselesaikan dengan uang. Ya, pasti bisa.
* * *
Athanasia POV
Kenapa hatiku gundah?
Kenapa aku merasa tidak aman?
Kenapa aku merasa sendiri?
Dan, kenapa aku merasa kecewa?
Siapapun, tolong berikan jawaban. Untuk saat ini, tidak ada yang bisa menjadi tempatku untuk berkeluh kesah, tidak ada bahu yang bisa menjadi tempat aku untuk menangis.
Papa juga sangat sayang pada Valeri.
Mama sangat amat sayang sama Valeri.
Tante Aphrodite sedang sibuk.
Anna pasti akan kepikiran jika aku cerita.
Fajar pasti akan sedih kalau aku cerita.
Tuan dan nyonya Van Dijk juga akan sama.
Lalu aku harus bagaimana? Aku sungguh tidak suka kalau harus terus-terusan seperti ini pada dia.
Kapan akan berakhir?
Siapa yang bisa membantuku?
Siapa yang akan dibela?
KAMU SEDANG MEMBACA
Athanasia Van Bristen [TAMAT]
Historical FictionDi zaman penjajahan Belanda, punya Mammie dan Pappie tentara, juga tinggal bersama keluarga tiri kira-kira seru? Nggak tuh! [Inspirasi dari Dimas Van Dijk karya Risa Saraswati]
![Athanasia Van Bristen [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/230266342-64-k468957.jpg)