Rencana

165 31 3
                                        

Author POV

Athanasia berangkat lebih dulu ke sekolah, sesampainya disana dia bercerita tentang Valeri kepada Fajar dan juga Anna, tentu saja mereka berdua menawarkan bantuan, Athanasia menerima penawaran itu.

Teng

Teng

Teng

Bel masuk pun berbunyi, semua anak yang tadinya bergerombol, berkumpul didepan teras, bergosip, sekarang sudah duduk rapi di kursi masing masing. Semua mata tertuju pada anak baru yang datang bersama dengan Madam Eve, kalian bisa menebak siapa anak baru itu, termasuk Anna, Fajar, dan Athanasia.

"Pagi semua," sapa Madam Eve sembari memegang pundak orang yang sangat tidak ingin dilihat oleh Athanasia.

"Pagi, Madam." jawab siswa-siswi yang ada di kelas tersebut secara bersama sama.

"Kita kedatangan murid baru, nah coba kenalkan hobi, umur, dan harapan mu untuk teman-teman barumu."

"Hallo semua, namaku Valeri van bristen. Hobiku jalan-jalan dan berbelanja, kalian tahu lah orang tuaku itu sangat kaya. Umurku 13 tahun, harapan ku kepada kalian adalah aku ingin kalian boros, suka belanja, dan suka memerintah inlander, sama sepertiku. Oh ya, katanya disini ada anak yang namanya mirip seperti nama inlander ya? Kudengar Athanasia juga berteman sama dia? Kuharap kalian tidak seperti Athanasia, yang mau berteman dengan orang yang berbau inlander. Kalian tahu kenapa? Karena kita itu harga dirinya lebih tinggi dari mereka, kita—"
Ucapan Valeri dipotong oleh Athanasia.

"Valeri, Pappie dan Mammie memang kaya, jabatan tinggi, tapi jangan boros."
Athanasia menahan marah karena temannya ( teman otw sahabat ) itu dihina didepan umum.

"Kenapa, Athanasia? Hmm? Kamu tersinggung? Kamu baru sadar?" Valeri memasang wajah penuh kemenangan.

Saat Athanasia hendak maju, tiba tiba Fajar menarik  tangannya hingga membuat Athanasia terduduk, lalu berbisik dengan cepat, "Jangan, harga dirimu bisa jatuh. Mungkin ini yang diinginkan Valeri. Kamu tidak merasa aneh? Valeri daritadi memancing emosimu!"

Saat itu Athanasia tertampar oleh ucapan Fajar yang 100% benar. Dia  kembali tenang, dan menganggap semua ucapan Valeri hanya angin lalu saja.

Valeri yang sadar akan hal itu jadi marah seketika, rencananya berantakan.

'Itu semua pasti karena si inlander! Rencanaku jadi hancur berkeping-keping.'

Athanasia Van Bristen [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang