Hari ini sudah tanggal 3 Juli, dan lima menit lagi akan berganti tanggal menjadi tanggal 4 Juli, aku akan berulang tahun! Mm, mungkin hanya aku yang merayakan. Papa, mama, Valeri sedang pergi ke Batavia.
Baiklah aku benci mengatakan hal ini tapi aku kesepian. Di hari ulang tahun yang sangat aku nantikan saat umurku masih 13 tahun, ternyata akan menjadi ulang tahun paling sepi sepanjang hidupku. Aku sendirian, mereka sibuk pada urusan masing-masing. Apakah mereka mengingat hari ulang tahun aku?
Teng
Teng
Teng
Itu bunyi jam yang menunjukkan pukul 12 malam! Aku bergegas turun, mengambil roti yang kemarin aku buat sendiri, mengambil lilin, lalu saat hendak menyalakan lilin, tiba-tiba ada ketukan pintu.
Dengan ragu aku membuka pintu utama rumah kami, daaan aku melihat keluarga Van Dijk! Mereka membawa kotak yang banyak dan banyak makanan.
"Selamat ulang tahun, Athanasia!"
Kata seluruh anggota keluarga itu dengan kompak. Aku terharu, lalu aku mempersilakan mereka untuk masuk kedalam rumahku, para jongos dan bedinde aku ajak untuk merayakan ulang tahunku. Setelah acara tiup lilin, lalu memotong kue, mereka– keluarga van dijk, jongos, dan bedinde, memberikan aku kado, ada banyak sekali kado nya. Setelah itu mereka semua bersama sama menyanyikan lagu,
Lang Zal Ze Leven
Lang zal ze leven
Lang zal ze leven
Lang zal ze leven in de gloria
In de gloria
In de gloria
Hiep hiep hiep, hoera!
Author POV
Setelah mereka menyanyikan lagu itu, semua yang ada dirumah Athanasia pun memberikan hadiah, tentu Athanasia menerimanya dengan senang hati, dia terlihat sangat bahagia.
"Terimakasih semuanya, ini adalah ulang tahun paling sempurna dalam hidupku, bahagia itu sederhana, aku tidak perlu barang mewah dan banyak, tapi aku butuh kasih sayang dan perhatian, aku sangat bahagia, kalian mau mengingat dan merayakan ulang tahunku. Terimakasih, terimakasih banyak." Katanya.
"Tentu kami akan mengingat ulang tahunmu. Kami kan sahabat kamu." kata Anna yang berhasil membuat Athanasia melongo.
"Kalian sudah mau jadi sahabatku? Benarkah?"
Athanasia memastikan apakah dia salah dengar atau tidak.
"Ya, kami mau jadi sahabatmu mulai sekarang,"
Jawaban dari Fajar berhasil membuat Athanasia melompat-lompat kegirangan.
"Terimakasih banya." Kata Athanasia sambil memeluk keduanya.
Malam itu dihabiskan dengan sangat bahagia, hangat, dan damai. Penuh canda tawa, hmm ternyata candaan dari pribumi sangat lucu, bahkan berhasil membuat aku tertawa kencang ( maksudnya ketawa ngekek ). Kami makan banyak makanan sampai rasanya perutku ini hampir meledak.
'Aku berharap keluargaku seperti ini juga.'
KAMU SEDANG MEMBACA
Athanasia Van Bristen [TAMAT]
Ficción HistóricaDi zaman penjajahan Belanda, punya Mammie dan Pappie tentara, juga tinggal bersama keluarga tiri kira-kira seru? Nggak tuh! [Inspirasi dari Dimas Van Dijk karya Risa Saraswati]
![Athanasia Van Bristen [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/230266342-64-k468957.jpg)