Jam istirahat sudah berbunyi. Semua siswi mendengarkan pengumuman dari ruang guru.
"Selamat siang anak-anak, dikarenakan hari senin siswa siswi kelas 3 akan mengadakan praktek kerja, harap semuanya berkumpul di lapangan sekarang untuk mendengarkan beberapa pembekalan dari kepala sekolah dan mengenalkan guru pendamping kalian" bunyi pengumuman. Aku pun bergegas keluar dengan Sari, karena kami satu tim.
"Sar, ke lapangan sekarang yuk.. milih tempat yang agak sejuk biar gak kepanasan" Kata Lala sambil mengambil bolpoin dan buku untuk mencatat kalau ada yang penting, karena dia kadang suka kelupaan.
Setelah semua berkumpul dan pembekalan selesai, aku menemui teman yang lain sesuai kertas yang dibagikan bu Nurul tadi pagi.
Meskipun berbeda jurusan, aku banyak mengenal teman-temanku meski hanya sekedar bertegur sapa biasa.
Aku menuju ke lapangan basket, disana semua tim ku sedang berkumpul. Tim ku adalah Aku, Sari, Lia, Memey, Ika, dan Anis. Kami semua beda kelas, kecuali Aku dan Sari.
Kita semua sepakat besok sampai di lokasi jam 7 supaya tidak terlambat, karena jam masuk kantor tempat kami praktek adalah jam 7.30 WIB.
Setelah kesepakatan disetujui, aku ke kantin bersama Sari.
"Sar, kamu besok berangkat sama siapa?"
"Mungkin bawa motor sendiri La, kenapa?"
"Nggak sih.. ku kira di antar orang tuamu, aku juga berangkat sendiri besok, kamu tau sendiri kan ? aku dari dulu mana pernah ditemani orang tuaku ? daftar sekolah aja berangkat sendiri, bayar sendiri"
"Sabar aja, kamu dilatih mandiri.. Tapi kan kamu bisa, La.." Sari mencoba memberikan ketenangan temannya itu.
Sementara Lala cuma mengangguk sambil makan mie ayam kesukaannya.
Tiba-Tiba bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa dipulangkan lebih cepat karena semua guru akan mendatangi tempat praktek kerja sebelum kami semua mulai praktek hari senin depan.
================
Sesampai di rumah.
"Uuhhhh.. capeknya.. sekarang hari sabtu, pengen pergi tapi sama siapa ya ? kalau aku ajak temen-temen se grub tari, sibuk gak ya? gini nih kalau lama menjomblo" Lala bergumam sendiri di kamarnya sambil cekikikan sendiri.
Tok..Tok..Tok..
"La.. buka pintunya dong, mama mau masuk.. kamu senin depan praktek dimana? kok belum cerita sih?" tanya mama Lala. Mama Lala orang yg baik, tapi cerewet sekali.
Lala membukakan pintu.
"Masuk mah.."ajak Lala sambil memeluk mama nya dengan lesu.
"kamu capek ya?" tanya mama Lala
"sedikit mah, cuma lagi ngantuk aja, Lala di kantor pajak kabupaten, agak jauh sih dari rumah, tapi mama jangan khawatir, Lala berani kesana sendiri meskipun belum hafal betul jalannya, nanti Lala juga terbiasa mah" ucap Lala panjang kali lebar
"Yaudah, mama kan gak bisa ngantar. Adikmu kan masih SD, mama nggak keburu ngantar kalian satu persatu"
"Iya mama.. Lala ngerti kok, Lala gak apa-apa berangkat sendiri" Lala menghela nafas dan tersenyum.
Lalu mama Lala keluar dari kamar anaknya dan membiarkan anak sulungnya tertidur sepulang sekolah.
Klunting..
Ada whatsapp dari teman Lala.
Eh Eci ternyata
"La, kamu nanti malam kemana ? aku mau ke rumah kamu boleh ?"
Ngapain ini Eci ? tumben banget deh.
"Boleh, sama siapa Ci?"
Eci menjawab
"Sama pacarku, aku mau balikin buku LKS kamu, sekalian mau malam mingguan, hehehe"
Aku pun menjawab santai
"Ah iya, sini aja"
Di read sama Eci.
==============
Ketika sudah malam, Eci sudah di depan rumahku. Dia benar-benar dengan pacarnya. Lalu menyerahkan buku LKS ku yang dipinjamnya lusa.
Tiba-tiba pacar Eci bertanya padaku
"Kamu nggak malam mingguan, La?"
Aku sebel banget, masa Eci nggak ngasih tau sih kalau aku lagi jomblo ?
"Eh enggak.. lagi pengen di rumah" jawabku dengan santai.
"Kalau kamu mau, aku kenalin temanku gimana? Supaya ada teman malam mingguan" Canda pacarnya Eci.
"Siapa ?" Aku lumayan terkejut. Ah kampret!!! sepertinya dia meledekku yang lagi jomblo nih.
"Nanti biar dikirim nomornya dari HP Eci aja deh, kita pamit ya La" Pacar Eci ngajak Eci pamit keluar.
"Yoii, ati-ati deh, jalan lagi rame tuh. Bye Eci.." aku melambai sambil unjuk gigi. Oops.. tapi ini bukan iklan yaa..
KAMU SEDANG MEMBACA
KIRIMAN ( TAMAT )
HorrorCerita ini ditulis berdasarkan kisah nyata yang dikembangkan. Ada beberapa part yang bukan merupakan kisah nyata, hanya pendukung saja supaya alurnya lebih panjang. Kisah ini perpaduan antara persahabatan, cinta, dan makhluk ghaib. Latar cerita ini...
